
*
*
*
Senja hampir tiba , saat mereka sampai di rumah bi Sumi . Alina sudah tertidur di pangkuan Ane .
"Biar aku gendong Nana " kata Rio saat mereka akan turun dari mobil
"jangan ! biar aku saja , kamu sudah seharian ini menggendong Nana "
Rio turun dari mobil duluan dan bergegas membukakan pintu mobil untuk Ane .
bi Sumi sudah menyambut mereka di depan rumah .
"Nana tidur neng ?" tanya bi Sumi
"iya bi dia kecapean seharian ini bi " jawab Ane
"Masuk dulu den , ada yang mau bibi omongin "
"ada apa ya bi ?" tanya Rio heran
mereka berempat berlalu masuk ke dalam rumah .
belum sempat mereka menjejakkan kaki di pintu , Romlah dan Bu RT datang bersama sekelompok ibu ibu julid .
"Sumi ... " panggil Romlah
mereka berempat menghentikan langkah dan menoleh kebelakang , terkejut melihat sekelompok orang datang ke rumah bi Sumi .
"Romlah , ini orang nya baru pulang setelah istirahat baru saya ajak ke rumah pak RT " ketus bi Sumi
"Tidak perlu ke rumah pak Rt , kita semua sudah datang ke sini " kata Romlah
"ini ada apa ya bi ?" Rio bertanya heran
"Itu den orang orang ini mau bertanya status neng Ane sama den Rio " jelas bi Sumi tak enak hati
"bibi bawa Nana masuk ke kamar , biar kami yang bicara sama mereka " ujar Ane menyerahkan Alina ke pelukan bi Sumi
Bi Sumi membawa Alina masuk ke dalam , sementara Ane dan Rio mengajak para ibu ibu untuk duduk di teras , karena di teras hanya ada bangku panjang jadi hanya bu Rt , Romlah dan Rio yang duduk di sebelah Ane . sedangkan ibu ibu yang lain berdiri di depan pilar rumah bi Sumi .
"ada apa ya ibu ibu ? " Ane bertanya
__ADS_1
"Begini lho neng Ane , saya selaku bu RT di sini mendapat keluhan kalau neng Ane dan Mas nya ini punya hubungan gelap " jelas bu RT
Rio langsung bangkit dari duduk nya , wajah nya terlihat marah mendengar penjelasan bu RT .
Ane yang melihat Rio akan segera marah , langsung menahan nya dengan menggenggam tangan Rio .
" Maksud nya gimana ya bu ?" Ane bertanya lagi
"iya kita semua tau kalau neng Ane ini kan hamil di luar nikah , tapi Mas nya ini sering datang ke sini . Jangan jangan neng Ane ini selingkuhan nya , yang sengaja di sembunyikan karena takut ketahuan sama istri si mas nya " sindir Romlah
Rio tidak tahan lagi dengan tuduhan mereka , langsung membalas dengan tegas " saya ini berteman sama Ane , memang salah kalau saya sering datang menengok teman saya ? lagipula status saya ini masih sendiri , belum menikah . jadi tidak ada yang namanya Ane ini selingkuhan saya !!"
"lho jadi Mas nya ini bukan ayah dari anak nya neng Ane ?" tanya ibu ibu yang lain
"Berarti di kampung kita ada anak haram ya bu , usir saja dari pada jadi contoh yang tidak baik " sambung ibu yang satunya lagi
"jaga mulut ibu ya ! anak saya bukan anak haram !" pekik Ane
"apa namanya dong kalau anak yang tidak punya ayah , ya jelas anak haram " sindir yang lain
bi Sumi keluar rumah , dan berdiri di sebelah Ane .
"Eh Romlah , kamu tuh kalau punya mulut jangan suka ngurusin urusan orang . memang nya kamu sendiri sudah benar ?" sungut bi Sumi membela Ane
"Sumi memangnya kamu di bayar berapa sih buat mengasuh anak haram ? pantas saja saya lihat perabotan kamu di rumah banyak yang baru dan harga nya mahal " sindir Romlah
"Ibu ibu saya minta maaf jika kedatangan saya yang sering ke sini jadi membuat fitnah . tapi tolong jangan menuduh yang tidak benar pada Ane dan bi Sumi " kata Rio
"saya akan pindah malam ini juga , jadi tolong jangan mengganggu bi Sumi lagi !" tegas Ane
"iya neng kita pindah saja dari sini " tambah bi Sumi
"bi Sumi di sini saja , ini adalah rumah bi Sumi dengan Almarhum suami bi Sumi " kata Ane
"tidak apa neng , suami saya juga sudah tidak ada "
"sudah ya ibu ibu , saya setuju jika neng Ane akan pindah dari sini . karena jika di biarkan saya takut warga di sini tidak akan bisa damai dengan neng Ane " bu RT menengahi " Ayo ibu ibu kita pulang ke rumah masing masing masalah nya sudah selesai kan " pinta bu RT mengajak mereka pulang agar tidak ada keributan yang lebih parah lagi .
satu persatu mereka keluar dari halaman bi Sumi , masih dengan menggunjingkan Ane dan Alina .
Setelah mereka pergi , Ane berlalu masuk sambil menangis . Ia sakit hati anak nya di sebut anak haram , apakah ia telah salah membuat keputusan dengan meninggalkan Alingga atau salah membuat keputusan dengan mempertahan kan kandungan nya kala itu ?
Rio dan bi Sumi menyusul Ane masuk ke dalam , belum sempat Ane masuk ke kamar tangan nya di tahan oleh Rio . Di wajah nya tampak penyesalan yang teramat " Ane maafkan aku , kalau bukan karena aku sering mengunjungi mu kamu tidak akan di fitnah seperti itu " sesal Rio
"ini bukan kesalahan kamu , ini salah aku yang membuat Alina mendapat predikat seperti itu "
__ADS_1
" Aku tau Nana tidak mempunyai ayah , tapi sangat sakit saat mendengar orang menyebut nya langsung seperti itu " kata Ane lagi di sela isak tangis
"Sudah neng , jangan di pikirin . orang kampung memang seperti itu , bibi yakin mereka semua itu di hasut sama Romlah " kata bi Suni emosi di kalimat terkahir nya .
"ya sudah bi , tidak apa . saya juga menyesal telah membuat bi Sumi terkena imbasnya , kalau bukan karena saya bi Sumi tidak akan di tuduh seperti itu oleh mereka " ujar Ane
"saya mah biasa saja neng , lagian saya tau kalau itu tidak benar " kata bi Sumi menenangkan Ane
"Saya mau bereskan barang saya dulu bi , malam ini saya akan pindah " kata Ane
" bibi ikut ya neng "
"jangan bi , nanti rumah bibi siapa yang jaga "
" Rumah bibi kan biasa di tinggal neng , bibi mana bisa pisah neng Ane dan Nana . bibi sudah menganggap kalian keluarga bibi "
"kamu mau pindah kemana Ane ?" tanya Rio
"aku akan cari rumah kontrakan untuk sementara ini " jawab Ane
"kamu masih mau kerja di tempat ku kan ?"
Rio bertanya dengan cemas , ia takut karena perkataan ibu ibu tadi mempengaruhi Ane membuat Ane menjauhi nya .
"masih .. selama kamu belum memecat saya " gurau Ane mencairkan suasana
"aku tidak akan memecat karyawan berpotensi seperti mu " Rio menjawab gurauan Ane
"Kalau begitu Aku akan menyuruh orang mencari rumah kosong dekat resto , agar kamu tidak perlu jauh jauh pulang pergi resto . sekalian mengurus keperluan untuk rumah baru kalian "
"Rio please , cukup Carikan aku rumah saja . untuk isi rumah aku akan menyicil nya perlahan , kamu sudah terlalu banyak membantu ku " mohon Ane
"Tolong jangan tolak aku kali ini Ane , aku janji ini yang terakhir . aku membuat mu tidak nyaman dengan bantuan ku " tegas Rio
Setelah itu Rio pergi duduk ke teras dan menghubungi seseorang untuk mencari rumah yang nyaman dan dekat dengan restoran nya .
Setelah orang tersebut mendapat kan nya , Rio menyuruh nya untuk sekalian membeli perabotan kualitas terbaik untuk di rumah itu .
sedangkan Ane dan bi Sumi membereskan barang barang yang akan mereka bawa pindah .
Ane sedang membereskan baju dan semua perlengkapan Alina , melihat Alina yang tidur dengan nyenyak Ane duduk di pinggir ranjang tempat Alina tidur .
'maafin mama .. mama tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk Nana , mama pikir hanya dengan memiliki mama bisa membuat Nana bahagia . Tapi mama lupa jika peran seorang ayah sangat di butuhkan di dalam rumah dan status sosial .
*
__ADS_1
*
*