Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 40


__ADS_3

*


*


*


Alingga sampai di rumah , belum sempat ia menekan bel rumah . pintu rumah sudah di buka oleh Ane . "kamu nunggu aku ?" tanya Alingga sambil mengecup pipi istrinya . Ane mengangguk "kamu pasti capek banget ya , hari pertama kerja sudah lembur " Ane berkata dengan lesu


"ini belum seberapa , saat kamu pergi dulu aku malah pernah sampai tidur di kantor . karena kalau aku nggak menghabiskan waktu buat kerja aku bisa gila mikirin kamu terus " Alingga berkata seraya menarik istrinya itu ke pelukan nya .


"maafin aku ya "balas Ane dengan nada sedih


"lupakan .. yang penting kita sudah bersama sekarang " sahut Alingga .


Ane menawarkan makan malam untuk suaminya sebelum pergi beristirahat , tapi Alingga menolak . ia bilang sudah makan di kantor tadi . jadinya mereka langsung pergi ke kamar , Alingga akan membersihkan badan nya terlebih dahulu sebelum pergi ke pembaringan . Ia menyempatkan untuk melihat Alina di kamar nya yang sudah tidur pulas , mengecup kening putrinya lalu pergi ke kamar nya sendiri untuk tidur .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Menjalani aktifitas rutin seperti biasa , hanya di akhir pekan mereka bertiga bisa menghabiskan waktu bersama . sudah sebulan ini Alingga bekerja , dan di akhir pekan ini mereka akan ke Bandung menemani bi Sumi menengok rumah lama nya dan membersihkan nya .


Tadi nya bi Sumi akan pergi sendiri , tapi Ane memaksa ikut . karena rumah itu lah tempat Ane bernaung saat hamil dan melahirkan Alina , karena Ane memaksa ikut tentu saja sepasang ayah dan anak itu pun turut serta .


Pergi mengendarai mobil Ane , karena Alingga tidak ingin memakai mobil kantor untuk urusan pribadi nya . Mereka berempat membuat perjalanan ini menjadi liburan kecil .


Belum sampai tengah hari mereka sampai di rumah bi Sumi , saat bi Sumi mengajak mereka semua masuk datanglah Romlah .


"eh Sumi , mau tinggal di sini lagi ?" tanya Romlah basa basi


"enggak , saya cuma mau nengok sekalian bersihin rumah " jawab bi Sumi


"oh .. wah si Alina sudah besar ya , eh Ane udah ganti lagi nih pasangan nya . wah untung ya kamu teh sudah di usir dari kampung ini , kalo enggak kampung ini bisa ikutan jelek karena kamu " Romlah berkata dengan tatapan sinis .


Alingga yang mendengar itu langsung marah dan hendak menghampiri tetangga bi Sumi itu , tapi di tahan oleh Ane .


"iya dong bu , saya kan masih muda dan cantik jadi wajar dong kalau banyak yang mau " Ane membalas dengan nada yang di buat buat . Lalu mengajak Alingga dan Alina ke dalam , meninggalkan Romlah yang kesal .

__ADS_1


"kamu darimana belajar ngomong kaya gitu ?" tanya Alingga heran , saat mereka sudah sampai di dalam rumah .


"ish .. aku tuh kesal sama dia , karena dia bi Sumi harus pergi dari kampung nya . belum lagi dia juga bilang kalau Nana itu anak haram " jawab Ane ketus


"apa kamu bilang , dia bilang Nana anak haram " sentak Alingga merasa emosi . Ane langsung menutup mulut nya lalu menenangkan Alingga , ia menceritakan kejadian dulu sewaktu Romlah dan yang lainnya mengusir Ane .


Alingga emosi mendengar cerita Ane , bahkan saking emosi nya ia sempat menyalahkan Ane . kalau dulu ia tidak pergi begitu saja , kejadian seperti ini tidak akan terjadi pada putri nya . Ane hanya terdiam tanpa berniat membalas perkataan Alingga , ia juga tau kalau itu semua salah nya . tapi apa perlu Alingga membentak nya seperti itu .


Untung saja Alina sudah sejak tadi di bawa bi Sumi ke belakang , kalau ia melihat orang tua nya berdebat seperti itu sampai membuat mama nya menangis . mungkin ia akan terbawa perasaan .


*


Seharian ini Ane mengacuhkan Alingga , saat membersihkan rumah bi Sumi pun mereka mengerjakan nya masing masing . Bahkan di perjalanan pulang pun Ane tidak berbicara sama sekali , meskipun Alingga sudah berulang kali meminta maaf .


"kita makan malam di mana ?" tanya Alingga


"terserah " jawab Ane asal


"Nana mau makan apa ?" tanya Alingga pada akhirnya


"oke kalau gitu kita pergi ke restoran seafood " seru Alingga , yang di sambut oleh sorakan dari Alina .


Mobil mereka berhenti di sebuah restoran seafood yang cukup ramai , harum dari ikan bakar menyambut mereka . Karena malam terlihat cerah , Alingga mengajak mereka mengambil tempat duduk di bagian outdoor .


Masing-masing dari mereka telah memesan , dan tidak berapa lama pelayan tersebut datang mengantarkan pesanan mereka ke atas meja . bau hidangan khas laut itu langsung masuk ke indera penciuman Ane dan membuat perutnya seketika bergejolak karena mual .


"toilet .. di mana ?" Tanya Ane dengan menahan mual di perut , setelah di tunjukan arah oleh pegawai restoran tersebut Ane langsung berlari ke toilet . Sialnya ia harus melewati deretan meja dan aroma yang membuat nya mual , langsung terasa penuh di perutnya .


BRAKK


"HUEKKK .. " Ane membanting pintu toilet tersebut , dan langsung memuntahkan isi perutnya yang hanya berisi cairan .


Salah nya sendiri tadi siang ia tidak makan , sekarang pasti asam lambung nya kambuh di tambah masuk angin karena perjalanan .


Alingga yang merasa cemas dengan istrinya , menyusul ke kamar mandi . ia melihat Ane yang muntah dan terlihat lemas di salah satu bilik toilet , langsung menghampiri nya .

__ADS_1


"kamu kenapa sayang ? masuk angin ?" tanya Alingga cemas , sebab wajah Ane sudah seputih kapas . Tapi Ane masih tetap keras kepala , ia menepis tangan Alingga juga tidak menjawab pertanyaan suaminya itu .


"sayang .. jangan kaya gini ya , marah nya kamu lanjut kalau sudah sembuh aja oke " bujuk Alingga , ia sendiri pun heran dengan sikap Ane . sudah dari siang itu ia meminta maaf pada istrinya tapi tidak di acuhkan , berkali kali juga ia memikirkan perkataan nya pada Ane .


Ia sendiri pun menyesal , tapi entah kenapa Ane lebih keras kepala dari biasanya .


Tanpa berkata apapun Ane meninggalkan Alingga dan berlari menuju mobil mereka , menunggu Alingga membukakan pintu mobil yang terkunci .


Alina dan bi Sumi pun ikut menghampiri .


"neng Ane sakit ?" tanya bi Sumi


"masuk angin kayak nya bi , bibi makan aja sama Nana dan Alingga . aku tunggu di sini aja , enggak tahan bau nya bi kalau duduk di sana " jawab Ane


"Nana makan sama nenek dulu ya , papa biar temenin mama dulu di sini " kata Alingga


Setelah itu ia mengantarkan putrinya dan bi Sumi ke meja mereka tadi , lalu pergi ke kasir untuk membayar pesanan mereka . setelah itu ia menyusul Ane ke mobil .


"mau ke rumah sakit ?" tanya Alingga saat ia sudah duduk di dalam mobil , sambil mengusap tangan Ane .


"enggak ! " jawab Ane ketus


"kamu jangan kaya anak kecil deh , aku kan sudah minta maaf dari tadi "


"kalau kamu nggak ikhlas minta maaf nya , ngapain minta maaf " Balas Ane lagi , Alingga mengusap wajah nya kasar . Ia hanya ingin membawa istrinya berobat , bukan berdebat .


Tidak berapa lama , Alina dan bi Sumi masuk ke dalam mobil . "mama sakit ya " tanya Alina pada Ane "iya nih mama masuk angin kaya nya " jawab Ane lembut . Alingga menghela nafas lega , untung saja Ane masih rasional . Ane hanya marah pada Alingga dan tidak melampiaskan dengan yang lain .


Setidak nya Alingga bersyukur , perkara membujuk Ane akan ia lanjutkan saat mereka tiba di rumah .


Ia tidak ingin Alina melihat Ane yang bersikap ketus padanya .


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2