Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 13


__ADS_3

*


Sudah enam bulan berlalu , sejak Ane memutuskan untuk tetap meninggalkan Alingga .


Sudah enam bulan Alingga seperti robot yang keseharian nya hanya sibuk dengan bekerja .


Dan sudah enam bulan Rio menemani Ane , saat ini intensitas pertemuan nya dengan Ane menjadi sering . karena ia ingin menemani Ane saat waktu melahirkan tiba .


"Aduh neng Ane , tidak perlu pergi bekerja hari ini ! nanti saya di marahin den Rio " ucap bi Sumi saat Ane bersiap untuk pergi


"tidak apa bi , saya cuma pergi sebentar di resto ada masalah . nanti biar saya yang jelaskan ke Rio "


jawab Ane sambil memakai flatshoes nya .


"Tapi biar di jemput supir aja ya , jangan naik taxi bibi teh takut kenapa-napa perasaan bibi tidak enak dari pagi" bi Sumi masih mencoba menahan Ane


"bibi tenang saja ya , nanti kalau ada apa apa saya hubungi bibi oke " kata Ane seraya mencium punggung tangan bi Sumi sebelum berlalu pergi mencari taxi


Ane sudah menganggap bi Sumi sebagai orang tua nya , karena bi Sumi selama ini sudah mengurus nya seperti putri sendiri . saat Ane sering merasakan begah pada perutnya akibat kehamilan nya , bi Sumi senantiasa menemani Ane sambil mengelus perut Ane untuk meringankan rasa begah nya .


*


taxi yang di tumpangi Ane berjalan perlahan menuju resto , tadi siang saat Ane baru selesai makan siang salah satu karyawan resto menghubunginya mengatakan bahwa ada seseorang yang mengamuk di resto karena setelah makan siang di sana ia terkena diare . Para karyawan sudah menenangkan costumer tersebut tapi si pengunjung malah bertambah marah bahkan sampai memecahkan gelas yang ada di salah satu meja pengunjung yang lain .


Tiba nya Ane di sana , resto memasang tanda tutup di depan pintu . Ane memang menyuruh karyawan untuk meminta para pelanggan pergi tanpa harus membayar pesanan mereka semua dan menutup resto sementara .


Ane berjalan memasuki resto , menghampiri pengunjung yang sedang di bujuk oleh salah satu karyawan .


"Selamat siang bu , saya manajer restoran ini . bisa ibu ceritakan dengan rinci apa masalah nya "


jelas Ane dengan senyum ramah , walau tidak terlihat karena ia memakai masker .


"Oh jadi kamu manajer nya , dengar ya setelah saya pulang makan siang dari sini saya sudah berapa kali keluar masuk kamar mandi " bentak si wanita tersebut .


"Kalau begitu bagaimana jika kita ke rumah sakit untuk memeriksa kenapa ibu bisa sampai diare , jika itu memang kesalahan kami , kami akan memberikan ibu kompensasi yang sesuai " jelas Ane


"heh kamu mau menyelesaikan ini dengan uang , apa kamu pikir saya kekurangan uang ?" sindir si wanita seraya berjalan mendekati Ane


Ane mundur selangkah , tapi si wanita tersebut tetap memajukan langkah nya menghampiri Ane .


Sampai tidak sengaja Ane terpeleset karena lantai yang basah akibat si wanita tadi memecahkan gelas


Aghhhhhhhhhh


Ane terjatuh di lantai , sedangkan si wanita tadi syok melihat nya . para karyawan langsung berhamburan menghampiri Ane , salah satu nya menelpon menghubungi ambulans . Di saat situasi sedang gawat , si wanita itu kabur secepat kilat . ia takut di salahkan karena Ane sedang hamil besar .


jika terjadi sesuatu pada Ane , bukankah ia akan di mintai pertanggung jawaban .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rio berlari di lorong rumah sakit , menuju UGD . sebenarnya saat salah satu karyawan nya di resto menghubungi nya ia sudah bersiap akan pergi ke sana karena sebelum itu bi Sumi menghubungi nya , merasa khawatir dengan Ane yang pergi sendiri ke resto . karena ada masalah di sana .


Rio menghubungi bi Sumi , mengabarkan kalau Ane kecelakaan dan menyuruh nya ke rumah sakit duluan sebab ia masih dalam perjalanan .


Sesampainya di depan ruang UGD , Rio melihat bi Sumi sedang duduk sambil menangis .


"den maafin bibi , padahal tadi bibi sudah melarang neng Ane buat pergi . Harus nya tadi bibi lebih tegas melarang nya" jelas bi Sumi


"Sudah bi ini bukan salah bibi , kita berdua tau bagaimana sifat Ane . apa dokter sudah memberikan penjelasan bi ?" bujuk Rio pada bi Sumi


"Sudah den kata nya tadi neng Ane harus segera operasi , maaf den tadi bibi menandatangani surat nya soalnya kata dokter operasi harus segera di lakukan " jelas bi Sumi lagi


"tidak apa bi , bibi sudah melakukan yang terbaik "


*


Pintu ruang UGD terbuka , keluar lah dokter yang menangani Ane . "keluarga pasien Anemaira ?" tanya sang dokter melihat Rio dan bi Sumi


bergegas mereka berdua menghampiri dokter lebih dekat .


"Operasi berjalan lancar , saat ini ibunya sedang istirahat karena masih dalam pengaruh obat bius . sedangkan bayinya masih harus kita observasi sebab ketuban pecah nya di dalam " jelas sang dokter pada mereka berdua .


"Apakah saya bisa menjenguk Ane dok ?" tanya Rio cemas


kata dokter lagi , lalu izin untuk pamit .


Rio tidak mempermasalahkan kata dokter yang berpikir bahwa dia adalah suami Ane . bahkan jika Ane mau ia bersedia menikahi Ane , dan menganggap anak Ane sebagai anak nya sendiri .


*


Saat ini Rio sedang menunggui Ane di ruang rawat inap , sedangkan bi Sumi pulang mengambil semua keperluan untuk di bawa ke rumah sakit .


"enghhhh "terdengar suara lenguhan Ane


Rio bangkit untuk melihat Ane yang sedang membuka mata perlahan .


"Rio "


"Ane bagaimana perasaan mu sekarang ? mana yang terasa sakit ?" tanya Rio cemas


"aku baik baik saja , bayi ku " Ane tiba tiba cemas saat tangan nya menyentuh perutnya yang sudah rata


"Putri mu baik baik saja , saat ini dia sedang di observasi karena kelahiran prematur " jelas Rio menenangkan Ane


"putri ... "

__ADS_1


"iya kamu melahirkan seorang putri yang sangat cantik , selamat telah resmi menjadi ibu " kata Rio sambil menggenggam tangan Ane .


tiba tiba seorang perawat masuk .


"maaf pak biar saya cek kondisi istrinya dulu "


izin si perawat tersebut


"dia bukan ... " Ane ingin menjawab tapi tidak melanjutkan kalimat nya , ia tidak ingin menyinggung Rio . bagaimana pun tidak mungkin Ane tidak tau perasaan Rio kepadanya di lihat dari semua yang telah Rio lakukan dan perhatian nya selama ini yang melebihi seorang teman .


"sudah selesai ya bu , saya permisi "


pamit si perawat sebelum pergi Ane memanggilnya


"suster , kapan saya bisa bertemu dengan putri saya ?" tanya Ane


"Nanti ya bu biasanya untuk bayi yang lahir prematur , harus di rawat di dalam inkubator dulu selama beberapa hari . jika sudah keluar hasil pemeriksaan nya dan baik baik saja , ibu bisa melihat nya di ruang bayi . tadi kami juga sudah menjelaskan semuanya pada bapak ini "


si perawat menjelaskan dengan baik , dan merubah panggilan nya kepada Rio


"terima kasih sus" ujar Ane tak enak hati


Setelah si perawat keluar dari ruangan Ane , Rio meminta maaf pada Ane .


"Ane maaf tadi aku mengambil hak ayah nya untuk mengadzani putrinya , itu sebab nya mungkin mereka berpikir kalau aku adalah suami mu "


kata Rio menyesalkan


"Kenapa harus minta maaf , aku malah merasa senang " Ane menjelaskan dengan tersenyum


Rio merasa lega lalu ia bertanya lagi , siapa nama putri Ane .


"Alina ... Alina Putriane " jawab Ane mengembangkan senyum .


'kamu lihat Alingga , putri kita sudah lahir tapi maaf mungkin selamanya ia tidak akan mengenali ayahnya ' batin Ane sesak memikirkan nya .


"Ane kamu harus kuat , kamu itu hebat bisa bertahan sampai saat ini . dan ingat kamu tidak pernah sendiri , ada aku bi Sumi dan Alina sekarang"


Ane menyunggingkan senyum dan mengangguk .


ia tau itu , saat ini hanya akan bekerja keras untuk membahagiakan putrinya . tanpa harus memikirkan masa lalu yang menyakitkan .


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2