
*
*
*
Dua minggu berlalu dengan cepat , hasil tes DNA pun sudah keluar . Alingga bergegas memberikan hasil tes tersebut pada mama nya .
"ini buktinya kalau Nana memang anak ku ma " Alingga menyodorkan amplop putih dari rumah sakit ke mama nya , saat ini mereka berdua sedang duduk di ruang keluarga di rumah mamanya . Bu Dewi membuka amplop tersebut dan membaca isinya , setelah membaca isinya dengan cermat ia meletakkan nya di atas meja .
"Kalau begitu , kamu bawa dia ke sini " Bu Dewi berkata dengan nada riang , ia senang bahwa ia sekarang sudah memiliki cucu . "tapi .. mama tetap tidak setuju kamu kembali sama Ane " sambung nya lagi dengan penekanan .
"aku akan menikah dengan Ane minggu depan , terserah mama setuju atau tidak " tandas Alingga
"kamu ... "
"ma , please .. " mohon Alingga
"bawa saja mereka dulu ke sini untuk makan malam nanti " kata Bu Dewi akhirnya
Alingga bangkit dari duduk nya dan menghampiri mamanya lalu mengecup pipinya "makasih ma" kata Alingga seraya berlalu pergi . ia akan pergi ke kantor dan menghubungi Ane untuk mengajak nya bertemu mama nya nanti malam .
*
"sayang nanti malam mama mau ketemu sama kamu dan Nana " Alingga langsung menghubungi Ane , saat ia baru saja duduk di ruangan nya .
Ane terdiam tidak menjawab perkataan Alingga , sebenarnya ia tidak semangat bertemu dengan mamanya Alingga .
"Sayang .." panggil Alingga lagi
"oke .. nanti malam kamu jemput , aku usahakan untuk tidak lembur " jawab Ane akhirnya
Alingga mengiyakan , setelah itu ia menutup sambungan telepon nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini mereka bertiga sudah berada di dalam mobil , menuju rumah orang tua Alingga . terlihat kegelisahan di wajah Ane , berulang kali Alingga menenangkan Ane agar ia lebih santai .
"kamu jangan khawatir ya , mama itu sebenarnya baik kok . cuma dia masih kesal karena kepergian kamu dulu buat aku jadi depresi " jelas Alingga , Ane menoleh terkejut ke Alingga , tidak menyangka kalau kepergian nya dulu bisa membuat Alingga seperti itu .
"Maaf ya " kata Ane menyesal , Alingga menggelengkan kepala nya lalu mengecup punggung tangan Ane .
"yang penting sekarang kamu sudah kembali " ujar Alingga .
Selang beberapa menit kemudian , mobil Alingga berhenti di depan sebuah rumah mewah . kediaman orang tua nya , Alingga mengajak Ane masuk ke dalam . tangan nya sebelah menggandeng Alina dan sebelah nya lagi menggandeng Ane .
__ADS_1
Bu Dewi sudah menunggu mereka di depan pintu rumah , saat melihat Alingga datang membawa Alina ia tersenyum bahagia . tapi sedetik kemudian senyum nya hilang saat melihat Ane .
"Nana .. ini Oma " Alingga memperkenalkan Alina pada mamanya . Alina tersenyum dan menyapa bu Dewi , lekas ia langsung menggendong Alina dan membawa nya masuk . tanpa menyapa Ane .
Ane khawatir , terlihat jelas ketidaksukaan bu Dewi padanya . Alingga menenangkan kekasih nya lagi dan mengajak nya masuk untuk menyusul mereka .
Di ruang keluarga bu Dewi sudah duduk memangku Alina , ia memberikan segala jenis kue dan snack yang telah ia persiapkan .
"Ma .. ini Ane " Alingga mencoba memperkenalkan Ane , tapi hanya di jawab oleh gumaman saja oleh bu Dewi .
"sayang , kamu duduk di sini dulu ya . aku mau bicara sebentar sama mama "
Setelah itu ia membawa mamanya menjauh dari Ane dan Alina .
"mama kenapa sih , kalau mama tidak suka sama Ane biar kami pergi saja " ketus Alingga
"kamu berani ! mama sudah bilang kalau mama setuju kamu bawa Alina tapi mama tetap tidak setuju kamu kembali sama Ane !" bu Dewi membalas
"kalau begitu , kami pergi sekarang " Alingga langsung berbalik meninggalkan mamanya , tapi bu Dewi menahan nya .
"Lingga ! kamu mau ninggalin mama karena perempuan itu " geram Bu Dewi
"perempuan itu ibu dari cucu mama , dan perempuan itu calon istriku ma " Setelah itu ia berbalik dan meninggalkan mamanya begitu saja .
"kita enggak jadi makan di sini pa?" tanya Alina
"iya sayang , soalnya Oma tiba tiba sakit " jelas Alingga pada putrinya .
Alina langsung menoleh pada bu Dewi dan berkata "Oma sakit ? kalau Oma sakit banyak istirahat ya Oma jangan main terus biar cepat sembuh . Nanti kalau Oma sembuh Nana ke sini lagi "
Belum sempat bu Dewi menjawab ucapan cucunya itu , Alingga sudah membawa Alina ke dalam gendongan nya dan juga membawa Ane keluar dari rumah itu .
Bu Dewi panik dan mengejar mereka berseru memanggil Alingga yang tidak kunjung menjawab panggilan nya , Ane berhenti menahan Alingga .
"lebih baik kamu bicara baik baik sama mama kamu Lingga " Ane menyarankan
"aku sudah bicara berulang kali sama mama , tapi dia tetap enggak mau ngerti " jelas Alingga .
Saat itu juga bu Dewi sampai ke hadapan mereka bertiga "Lingga , kalau kamu tetap bersama Ane mama akan mengambil semua saham perusahaan !" ancam bu Dewi
"mama bisa mencoba nya , mam pikir aku takut miskin ?" sinis Alingga
"kita lihat , apa dia masih tetap bertahan sama kamu saat kamu tidak punya apa apa lagi !"
"Maaf tante , apa tante pikir aku hanya mengincar harta Lingga ?" tanya Ane
__ADS_1
"memang apa lagi , selama ini kamu kan memang mengincar hartanya . pas kamu pergi dari Lingga kamu pergi sama Ceo Setya Group itu , malahan kalian akan menikah . tapi ternyata dia punya wanita yang di cintai nya , setelah kamu gagal menikah dengan nya kamu kembali lagi sama anak saya " maki bu Dewi
"MAMA !" Bentak Alingga
"APA ? kamu berani bentak mama cuma karena dia " ketus bu Dewi , melihat pertengkaran orang dewasa di depan nya Alina mulai menangis .
Alingga langsung membawa Alina ke mobil dan menenangkan nya , sedangkan Ane masih berdiri bersama bu Dewi .
"Tante bisa coba membuat Lingga jadi miskin , dan tante lihat nanti apa aku akan bertahan sama dia atau tidak . aku tau itu salah ku dulu yang pergi begitu saja , tapi itu semua salah paham . tante hanya perlu tau kalau perasaan kami masih bertahan walaupun bertahun tahun kami berpisah " jelas Ane , lalu ia pergi menyusul Alingga dan putrinya . mengambil alih untuk menenangkan Alina dan Alingga langsung duduk di depan kemudi . lalu mereka pergi meninggalkan bu Dewi yang masih berdiri di tempatnya .
Sepanjang perjalan mereka hanya terdiam , Alina terlihat sudah tenang .
Alingga menawarkan mereka untuk makan malam di luar saja .
"Nana mau makan apa ?" tanya Alingga
"Nana mau makan semuanya "Alina yang mood nya sudah membaik , menjawab dengan senyuman manis .
"makan semua nya ?" tanya Ane heran
"iya .. Nana enggak tau mau makan apa , makanya Nana bilang mau makan semuanya " jawab Alina
"harusnya Nana bilang nya , makan apa saja . bukan makan semuanya "Ane menjelaskan pada putrinya itu .
"bisa kok Nana makan semuanya , kalau begitu kita ke restoran 'All you can it' saja ya " Alingga menawarkan
"apa itu pa ?" tanya Alina semangat
"iya pokoknya Nana bisa makan semuanya nanti di sana " jelas Alingga , Alina mengangguk dan tersenyum sumringah . sedangkan Ane tertawa mengacak acak rambut putrinya itu , ia gemas sendiri melihat ekspresi wajah Alina dan matanya yang berbinar seolah membayangkan semua makanan yang bisa ia makan .
Setelah di putuskan akan kemana , mereka pergi ke restoran All you can it terdekat dari lokasi mereka .
*
Sedangkan di tempat lain , bu Dewi menangis seorang diri di depan meja makan yang sudah penuh oleh bermacam macam hidangan .
Ia tidak habis pikir , kenapa putra satu satunya itu lebih memilih perempuan yang sudah jelas menyakitinya dulu .
Mungkin harus bertindak tegas , agar Alingga mengerti .
*
*
*
__ADS_1