
*
*
*
Selesai interview di tempat ke empat , Ane pergi menuju tempat pertemuan nya dengan Felicia . Ia memutuskan untuk melanjutkan mencari pekerjaan esok lagi saja . tadi di tempat keempat ia belum mendapat kepastian akan di terima atau tidak . pihak mereka akan menghubunginya lagi nanti .
Tadi saat menerima telepon Felicia ia agak terkejut , tapi di dengar dari cara bicara Felicia padanya kenapa tidak seperti kemarin ?
Ah .. sudah lah , tidak ada salah nya ia meluangkan waktu sebentar . toh ia juga ingin masalah ini cepat terselesaikan . lagipula Felicia tidak membuang waktunya , karena mereka akan bertemu sambil Ane makan siang .
"maaf aku terlambat " kata Ane , ia sudah melihat Felicia duduk saat baru masuk restoran . tentu saja ia langsung menghampirinya .
Felicia mengangguk dan tersenyum .
"Maaf bisakah aku makan siang dulu , aku benar benar sudah lapar ".gurau Ane
"tentu .. silahkan " ujar Felicia , setelah itu Ane langsung memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka . "apakah kamu tidak ingin makan ?" tanya Ane , saat pelayan masih berdiri di depan meja mereka . "tidak , terima kasih . um kau tau , ini sudah lewat jam makan siang " balas Felicia , Ane hanya mengiyakan lalu pelayan itu pun pergi .
Selama Ane makan , mereka berdua hanya berbasa basi tentang diri mereka masing masing atau bagaimana pertemuan Ane dengan Rio .
"Ane maaf jika perkataan ku kemarin menyakiti mu , sampai membuat kamu langsung pindah dari sana " kata Felicia menyesal , Ane sudah selesai makan siang . ia melihat ke arah Felicia dan mengatakan tidak masalah . "Ane .. ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan " Felicia ragu untuk bertanya
"katakanlah .. tidak apa "
"apa kamu mencintai Rio ?" tanya Felicia
Ane terdiam , haruskah ia menjawab dengan jujur ?
Tapi bagaimana jika jawaban nya malah membuat mereka berpisah ?
"aku sedang mencobanya .. " jawab Ane akhirnya
"kamu sendiri masih mencintainya bukan ?" Ane balik bertanya .
"aku tau kamu masih mencintainya .. bagaimana dengan Rio ? apakah ia sudah tau alasan kamu pergi ?" Ane bertanya lagi , Felicia hanya menganggukan kepala . Ane menghembuskan nafas pelan . "kalau kalian masih saling mencintai , aku akan mundur .. katakan pada Rio , dia tidak menyakiti ku . harusnya aku yang meminta maaf padanya karena belum bisa sepenuh hati mencintainya " jelas Ane .
Mendengar penjelasan Ane , mata Felicia langsung berbinar . ia melihat kesungguhan Ane dalam kalimatnya , ia bersyukur kalau kedatangan nya tidak akan menyakiti Ane . Kalau begitu saat ini ia hanya perlu meyakinkan Rio .
Felicia mengucapkan terima kasih pada Ane berulang kali .
__ADS_1
"Kalau begitu aku permisi , Alina pasti sudah menungguku di rumah " Ane berpamitan dengan Felicia , entah kenapa ia merasakan kelegaan dalam dirinya setelah melepaskan Rio .
*
Sesampainya Ane di rumah , ia terkejut melihat Alingga berada di rumahnya bermain dengan Alina .
Masuk ke dalam rumah Ane di sambut oleh pelukan putrinya , Alingga bangkit berdiri melihat kedatangan Ane .
"bagaimana lamaran mu ?" tanya Alingga setelah mereka duduk di ruang tamu .
"masih menunggu .. aku akan mencoba ke tempat lain besok " Ane menjawab sambil menyandarkan punggungnya di kursi tamu .
"kemana kamu memasukan lamaran ?" tanya Alingga lagi
"ke semua tempat "
"kalau kamu memang ingin bekerja , kamu bisa kembali ke perusahaan ku "
"maaf Lingga , aku ingin berdiri di kaki ku sendiri "
Alingga tidak membahas apapun lagi , melihat Alina yang tertidur begitu saja di pangkuan Ane ia menawarkan membawa Alina ke kamarnya . Ane mengiyakan , setelah membawa Alina ke kamar Alingga pamit kembali ke kantor pada Ane .
*
Setelah kepergian Alingga , Ane membereskan semua pekerjaan rumah di bantu dengan bi Sumi . sampai memasak untuk makan malam .
"bi .. " panggil Ane tiba tiba saat mereka sedang meracik bahan masakan . Bi Sumi menoleh pada Ane . tapi Ane malah diam , seperti ada yang ia risau kan .
"kenapa sih neng ?" tanya bi Sumi penasaran
"bi .. aku belum dapat pekerjaan , kalau seandainya bibi mau pulang ke kampung tidak apa kok bi " kata Ane
"Neng ngomong apa sih , memang selama ini neng teh belum anggap bibi keluarga ?" tanya bi Sumi
Ane menggelengkan kepala nya , matanya sudah mulai memerah . "bukan begitu bi , saya tuh takutnya tidak bisa kasih bibi belanja . kalau untuk kebutuhan sehari hari tabungan saya masih bisa bi , tapi .. "
"neng saya kan sudah pernah bilang , saya teh tidak mau di gaji . lagian saya juga tinggal sendiri , uang yang neng kasih selama ini juga saya simpan kok neng . jadi neng tenang saja ya , kalau perlu apa apa teh jangan ragu ngomong sama bibi " bi Sumi berkata , ia menghentikan pekerjaan nya dan memegang bahu Ane . "neng pokoknya jangan khawatir lagi ya , kita hadapi semua bersama "
"iya bi .. makasih , saya dan Nana bersyukur mempunyai bibi " kata Ane lalu memeluk bi Sumi .
setelah itu mereka mulai memasak lagi . tiba tiba terdengar dering ponsel Ane berbunyi . meninggalkan masakan nya pada bi Sumi , Ane pergi mengambil ponsel dan menjawab panggilan tersebut .
__ADS_1
"hallo " jawab Ane
"hallo , selamat sore . apakah ini ibu Anemaira ?"
"Ya .. saya sendiri "
"Maaf mengganggu waktunya , saya dari pt.gemilang . mau mengabarkan kalau ibu di terima menjadi staf kami , soal jabatan dan lainnya bisa ibu besok datang ke sini untuk kelanjutan interview nya bu ?"
"Bisa , besok pagi saya akan ke sana . tapi bukankah tadi lamaran saya di tolak ? bahkan sebelum melakukan interview ?"
"Oh maaf bu Ane , tadi kami ada kesalahan . kebetulan bagian HRD kami tidak masuk hari ini "
"oke .. baiklah terima kasih sebelumnya bu .. "
"Siska .. "
"oh iya bu Siska , besok saya akan datang . terima kasih lagi sebelumnya bu "
"baiklah bu Ane , saya tunggu besok jam sembilan . ibu bisa langsung ke resepsionis dan menanyakan ruangan saya "
Ane menutup telepon dengan perasaan yang bahagia , ia langsung berlari ke dapur dan memeluk bi Sumi . "Bi ... saya di terima kerja bi " Ane berkata dengan riang "alhamdulillah ya neng " bi Sumi membalas tak kalah bahagia nya .
"Mama .. " Alina datang dari belakang , ia yang baru bangun tidur . heran melihat mamanya sedang berpelukan dengan nenek Sumi .
"Nana sudah bangun ?" tanya Ane , menghampiri Alina dan mengelus rambut nya .
"iya .. mama kenapa sama nenek Sumi ?" tanya Alina
"Mama sama nenek itu lagi seneng " jawab Ane
"mama kok enggak ajak Nana sih ?" Alina bertanya sambil cemberut . lalu Ane memeluk putrinya itu dan menggendongnya lalu mengangkatnya tinggi tinggi .
Alina memekik senang , bi Sumi pun ikut tertawa .
Bersama sama mereka bertiga melanjutkan memasak , dengan bantuan Alina . Atau lebih tepatnya Alina menganggu mereka memasak .
Esok adalah hari baru bagi Ane , ia memulai pekerjaan barunya dan masalah nya dengan Rio bisa di bilang hampir selesai . ia hanya perlu menunggu Rio datang dan mereka akan pergi ke keluarga Rio untuk menjelaskan semuanya .
Tentang Alingga , ia tidak ingin berharap lagi . seandainya Sharon adalah pilihan nya maka ia hanya perlu mendukung mereka dan merelakan dengan ikhlas .
Semua nya pasti akan baik baik saja .
__ADS_1