
*
*
*
Ane sampai di rumah Rio , ia di sambut oleh pelukan dari bu Retno . Ia tidak membawa Alina malam ini karena Alingga melarang nya .
"Ane .. maafin Rio ya " bu Retno berulang kali mengucapkan maaf pada Ane karena batal menikah dengan Rio .
"Tante aku kan sudah bilang tidak apa .. lagipula aku sudah bertemu dengan papanya Nana " Ane terpaksa mengungkapkan perihal Alingga , agar bu Retno tidak merasa bersalah . Rio dan Felicia hanya diam saja , ia dapat melihat kalau mereka sangat berterima kasih pada Ane karena mau membatalkan pernikahan ini .
Ane juga sudah mulai akrab dengan Felicia , jujur ia juga merasa bahagia karena mereka bersama kembali .
"tapi kamu tetap jadi bagian keluarga ini , karena tante sudah menganggap Nana cucu sendiri ya " pinta Bu Retno , Ane mengiyakan permintaan tersebut karena tidak ada salahnya mereka tetap bersilaturahmi nanti .
"Kamu mau kembali sama papanya Nana , setelah apa yang sudah ia lakukan dulu ?" tanya pak Dani
"itu om .. sebenarnya dulu itu hanya kesalahpahaman , saya yang terlalu ceroboh mengambil keputusan " jawab Ane
"Baguslah kalau begitu , ingat ! kalau kamu butuh bantuan kamu bisa kapan saja datang ke sini " kata Pak Dani lagi , Ane berterima kasih pada pak Dani .
selanjutnya acara makan malam berlangsung lancar , setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga . berbincang santai dan membahas beberapa hal tentang pernikahan Rio dan Felicia , juga tentang keseharian Nana .
sampai tinggal Ane , Rio dan Felicia yang tinggal di ruang keluarga .
"Ane aku masih merasa bersalah padamu " kata Rio
"kamu tidak perlu khawatir , aku pun merasa bersalah karena masih memiliki perasaan pada Alingga selama masih bersama kamu " jelas Ane
"Tetap saja , aku yang mengejar mu pertama dan melamar kamu " ungkap Rio
"aku tidak apa Rio , serius " Ane bersungguh sungguh dengan ucapan nya agar Rio merasa lega .
"tapi .. jika aku tidak kembali , kalian pasti akan menikah "Lirih Felicia tiba tiba .
"Felicia .. kedatangan kamu menyelamatkan kami , jika kamu tidak datang mungkin selama kami menikah kami hanya akan tersiksa dengan perasaan masing masing " ungkap Ane
tiba tiba saja ponsel Ane berdering , ia mengangkat panggilan dari Alingga . ia mengatakan kalau sudah berada di depan rumah Rio untuk menjemputnya .
Ane berpamitan pada kedua orang tua Rio dan yang lainnya . setelah nya Rio mengantarkan Ane sampai ke depan mobil Alingga .
"Ane .. semoga kamu juga bahagia " kata Rio sebelum Ane masuk ke dalam mobil Alingga , Ane menganggukan kepala dan setelahnya ia masuk ke dalam mobil . Alingga menjalankan mobil nya pergi meninggalkan rumah Rio menuju rumahnya .
__ADS_1
"kenapa kita ke sini ? " tanya Ane saat Alingga membawanya ke rumah yang asing untuk Ane .
"Nana dan bi Sumi sudah aku ajak ke sini untuk menginap , besok kan hari minggu " jawab Alingga
"ini rumah kamu ?" tanya Ane lagi
"bukan .. ini rumah kita , aku membelinya untuk kita "
"aku tidak ingin tinggal di sini Rio "
"kita hanya akan menginap satu malam oke , kamu bisa pindah ke sini saat kamu siap "ujar Alingga , setelah itu ia membawa Ane masuk ke dalam dan mengajak Ane untuk berkeliling rumah .
Ane merasa Alingga sudah menyiapkan semua nya , bahkan kamar untuk Alina sudah di dekorasi khas kamar anak perempuan . belum lagi semua furniture rumah yang sudah lengkap .
setelah menjelajah semua isi rumah , Alingga membawa Ane menuju kamar utama yang ada di lantai dua .
"apakah kamu menyukainya ?" tanya Alingga saat memperlihatkan kamar mereka .
Ane tak bisa berkata saat Alingga membawanya masuk ke dalam kamar , apakah ini rumah masa depan nya ?
Ane sibuk memperhatikan interior kamar , sampai ia tidak mengetahui kalau Alingga sudah menutup pintu dan menguncinya . perlahan Alingga menghampiri Ane lalu memeluknya dari belakang .
"aku merindukan mu sayang " bisik Alingga di telinga Ane , membuat sekujur tubuh Ane merinding .
"aku belum siap Lingga " Lirih Ane
"tidak apa sayang , aku akan menunggu kamu sampai siap lalu kita langsung menikah " kata Alingga
"Aku tidur di kamar Nana saja , aku takut ia bangun dan menangis mencari ku " Ane mencari alasan agar bisa keluar dari kamar . Alingga menyetujuinya , lalu ia membawa Ane ke kamar putri mereka .
"Aku juga akan tidur di sini " kata Alingga saat mereka sampai di kamar Alina .
Setelah nya Ane mencuci muka , dan mengganti pakaian nya yang sudah di siapkan Alingga . Lalu mereka berdua tidur bersama dengan memeluk Alina yang berada di tengah mereka .
Sampai lelap menjemput mereka berdua .
*
Pagi datang dengan cerah hari ini , Alina yang bangun lebih dulu dari Ane dan Alingga masih diam di tempat nya . ia merasakan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya . melihat saat bangun tidur ia di peluk oleh papa mamanya .
Ane mengerjap kan matanya , ia langsung terbangun saat melihat Alina sudah bangun .
__ADS_1
"Nana sudah bangun , kok nggak bangunin mama ? " tanya Ane pada putrinya
"Nana senang soalnya Nana tidur sama papa mama " jawab Alina "bisa nggak setiap malam kita tidur kaya gini lagi ma " katanya lagi
Ane tidak menjawab , ia malah mengecup kening putri nya .
"Mama kata papa ini kamar Nana lho " Alina berkata dengan riang "kita tinggal di sini sekarang ma ?"
"Nana ajak mamanya biar mau tinggal di sini ya " Alingga berkata tiba tiba , ia sudah bangun saat mendengar Alina mengobrol sama Ane .
"Nana mandi dulu ya , abis itu kita bantuin nenek masak sarapan " Ane mengalihkan pembicaraan .
Alina langsung turun dari tempat tidur di susul oleh Ane , ia membawa putrinya ke kamar mandi . memandikan dan memakaikan pakaian nya . setelah Alina rapi barulah ia yang mulai membersihkan diri .
Alingga membawa Alina ke meja makan , mengajak Alina sarapan yang di buat bi Sumi .
"Nana mau ke mana nanti ?" tanya Alingga pada Alina , tapi Alina menggelengkan kepala nya dan menjawab "Nana mau di sini aja pa "
"tidak mau jalan jalan ?" tanya Alingga lagi
"enggak pa , rumah papa besar ada tempat main nya ada kolam renang nya Nana mau main di sini aja biar besok Nana cerita sama temen Nana kalau papa Nana rumah nya besar " Nana menjawab riang sambil meregangkan tangan sebesar mungkin memberi contoh . Alingga tertawa melihatnya .
"nanti kalau Nana mau ajak teman Nana main ke sini boleh pa ?" tanya Alina
"boleh dong , ini kan rumah Nana juga " Alingga menjawab sambil mengelus rambut putrinya . Alina langsung turun dari kursi makan dan melompat kegirangan .
Ane yang baru selesai membersihkan diri dan sampai di ruang makan langsung di peluk Alina dengan semangat .
"Mama .. kata papa ini rumah Nana juga ! Nana boleh ajak teman Nana main ke sini " seru Alina
"kita tinggal di sini ya ma .. setiap hari " rengek Alina
"kalau kita tinggal di sini nanti rumah kita kosong dong " kata Ane
"tapi Nana mau tinggal di sini ma .. " Alina masih merengek pada mamanya itu
"Nana rumah kita kan dekat sama sekolah Nana , nanti kalau hari libur baru kita pulang ke sini ya " Ane mencoba memberi pengertian pada putrinya .
Alina yang mendengar penjelasan Ane pun , mengangguk lesu dan kembali ke meja makan . Ane yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas pelan , Alingga langsung menghampiri nya dan mengusap punggung Ane . Ia pun bingung kenapa Ane masih saja menolak mereka untuk bersama .
Sebenarnya Ane bukan tidak mau , tapi ia ingin menikah dulu baru tinggal serumah . tapi tidak mungkin ia yang mengatakan duluan pada Alingga kan ?
*
__ADS_1
*
*