Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 32


__ADS_3

*


*


*


Ane sampai di rumah Rio , ia di sambut oleh pelukan dari bu Retno . Ia tidak membawa Alina malam ini karena Alingga melarang nya .


"Ane .. maafin Rio ya " bu Retno berulang kali mengucapkan maaf pada Ane karena batal menikah dengan Rio .


"Tante aku kan sudah bilang tidak apa .. lagipula aku sudah bertemu dengan papanya Nana " Ane terpaksa mengungkapkan perihal Alingga , agar bu Retno tidak merasa bersalah . Rio dan Felicia hanya diam saja , ia dapat melihat kalau mereka sangat berterima kasih pada Ane karena mau membatalkan pernikahan ini .


Ane juga sudah mulai akrab dengan Felicia , jujur ia juga merasa bahagia karena mereka bersama kembali .


"tapi kamu tetap jadi bagian keluarga ini , karena tante sudah menganggap Nana cucu sendiri ya " pinta Bu Retno , Ane mengiyakan permintaan tersebut karena tidak ada salahnya mereka tetap bersilaturahmi nanti .


"Kamu mau kembali sama papanya Nana , setelah apa yang sudah ia lakukan dulu ?" tanya pak Dani


"itu om .. sebenarnya dulu itu hanya kesalahpahaman , saya yang terlalu ceroboh mengambil keputusan " jawab Ane


"Baguslah kalau begitu , ingat ! kalau kamu butuh bantuan kamu bisa kapan saja datang ke sini " kata Pak Dani lagi , Ane berterima kasih pada pak Dani .


selanjutnya acara makan malam berlangsung lancar , setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga . berbincang santai dan membahas beberapa hal tentang pernikahan Rio dan Felicia , juga tentang keseharian Nana .


sampai tinggal Ane , Rio dan Felicia yang tinggal di ruang keluarga .


"Ane aku masih merasa bersalah padamu " kata Rio


"kamu tidak perlu khawatir , aku pun merasa bersalah karena masih memiliki perasaan pada Alingga selama masih bersama kamu " jelas Ane


"Tetap saja , aku yang mengejar mu pertama dan melamar kamu " ungkap Rio


"aku tidak apa Rio , serius " Ane bersungguh sungguh dengan ucapan nya agar Rio merasa lega .


"tapi .. jika aku tidak kembali , kalian pasti akan menikah "Lirih Felicia tiba tiba .


"Felicia .. kedatangan kamu menyelamatkan kami , jika kamu tidak datang mungkin selama kami menikah kami hanya akan tersiksa dengan perasaan masing masing " ungkap Ane


tiba tiba saja ponsel Ane berdering , ia mengangkat panggilan dari Alingga . ia mengatakan kalau sudah berada di depan rumah Rio untuk menjemputnya .


Ane berpamitan pada kedua orang tua Rio dan yang lainnya . setelah nya Rio mengantarkan Ane sampai ke depan mobil Alingga .


"Ane .. semoga kamu juga bahagia " kata Rio sebelum Ane masuk ke dalam mobil Alingga , Ane menganggukan kepala dan setelahnya ia masuk ke dalam mobil . Alingga menjalankan mobil nya pergi meninggalkan rumah Rio menuju rumahnya .

__ADS_1


"kenapa kita ke sini ? " tanya Ane saat Alingga membawanya ke rumah yang asing untuk Ane .


"Nana dan bi Sumi sudah aku ajak ke sini untuk menginap , besok kan hari minggu " jawab Alingga


"ini rumah kamu ?" tanya Ane lagi


"bukan .. ini rumah kita , aku membelinya untuk kita "


"aku tidak ingin tinggal di sini Rio "


"kita hanya akan menginap satu malam oke , kamu bisa pindah ke sini saat kamu siap "ujar Alingga , setelah itu ia membawa Ane masuk ke dalam dan mengajak Ane untuk berkeliling rumah .


Ane merasa Alingga sudah menyiapkan semua nya , bahkan kamar untuk Alina sudah di dekorasi khas kamar anak perempuan . belum lagi semua furniture rumah yang sudah lengkap .


setelah menjelajah semua isi rumah , Alingga membawa Ane menuju kamar utama yang ada di lantai dua .



"apakah kamu menyukainya ?" tanya Alingga saat memperlihatkan kamar mereka .


Ane tak bisa berkata saat Alingga membawanya masuk ke dalam kamar , apakah ini rumah masa depan nya ?


Ane sibuk memperhatikan interior kamar , sampai ia tidak mengetahui kalau Alingga sudah menutup pintu dan menguncinya . perlahan Alingga menghampiri Ane lalu memeluknya dari belakang .


"aku merindukan mu sayang " bisik Alingga di telinga Ane , membuat sekujur tubuh Ane merinding .


"aku belum siap Lingga " Lirih Ane


"tidak apa sayang , aku akan menunggu kamu sampai siap lalu kita langsung menikah " kata Alingga


"Aku tidur di kamar Nana saja , aku takut ia bangun dan menangis mencari ku " Ane mencari alasan agar bisa keluar dari kamar . Alingga menyetujuinya , lalu ia membawa Ane ke kamar putri mereka .


"Aku juga akan tidur di sini " kata Alingga saat mereka sampai di kamar Alina .


Setelah nya Ane mencuci muka , dan mengganti pakaian nya yang sudah di siapkan Alingga . Lalu mereka berdua tidur bersama dengan memeluk Alina yang berada di tengah mereka .


Sampai lelap menjemput mereka berdua .


*


Pagi datang dengan cerah hari ini , Alina yang bangun lebih dulu dari Ane dan Alingga masih diam di tempat nya . ia merasakan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya . melihat saat bangun tidur ia di peluk oleh papa mamanya .


Ane mengerjap kan matanya , ia langsung terbangun saat melihat Alina sudah bangun .

__ADS_1


"Nana sudah bangun , kok nggak bangunin mama ? " tanya Ane pada putrinya


"Nana senang soalnya Nana tidur sama papa mama " jawab Alina "bisa nggak setiap malam kita tidur kaya gini lagi ma " katanya lagi


Ane tidak menjawab , ia malah mengecup kening putri nya .


"Mama kata papa ini kamar Nana lho " Alina berkata dengan riang "kita tinggal di sini sekarang ma ?"


"Nana ajak mamanya biar mau tinggal di sini ya " Alingga berkata tiba tiba , ia sudah bangun saat mendengar Alina mengobrol sama Ane .


"Nana mandi dulu ya , abis itu kita bantuin nenek masak sarapan " Ane mengalihkan pembicaraan .


Alina langsung turun dari tempat tidur di susul oleh Ane , ia membawa putrinya ke kamar mandi . memandikan dan memakaikan pakaian nya . setelah Alina rapi barulah ia yang mulai membersihkan diri .


Alingga membawa Alina ke meja makan , mengajak Alina sarapan yang di buat bi Sumi .


"Nana mau ke mana nanti ?" tanya Alingga pada Alina , tapi Alina menggelengkan kepala nya dan menjawab "Nana mau di sini aja pa "


"tidak mau jalan jalan ?" tanya Alingga lagi


"enggak pa , rumah papa besar ada tempat main nya ada kolam renang nya Nana mau main di sini aja biar besok Nana cerita sama temen Nana kalau papa Nana rumah nya besar " Nana menjawab riang sambil meregangkan tangan sebesar mungkin memberi contoh . Alingga tertawa melihatnya .


"nanti kalau Nana mau ajak teman Nana main ke sini boleh pa ?" tanya Alina


"boleh dong , ini kan rumah Nana juga " Alingga menjawab sambil mengelus rambut putrinya . Alina langsung turun dari kursi makan dan melompat kegirangan .


Ane yang baru selesai membersihkan diri dan sampai di ruang makan langsung di peluk Alina dengan semangat .


"Mama .. kata papa ini rumah Nana juga ! Nana boleh ajak teman Nana main ke sini " seru Alina


"kita tinggal di sini ya ma .. setiap hari " rengek Alina


"kalau kita tinggal di sini nanti rumah kita kosong dong " kata Ane


"tapi Nana mau tinggal di sini ma .. " Alina masih merengek pada mamanya itu


"Nana rumah kita kan dekat sama sekolah Nana , nanti kalau hari libur baru kita pulang ke sini ya " Ane mencoba memberi pengertian pada putrinya .


Alina yang mendengar penjelasan Ane pun , mengangguk lesu dan kembali ke meja makan . Ane yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas pelan , Alingga langsung menghampiri nya dan mengusap punggung Ane . Ia pun bingung kenapa Ane masih saja menolak mereka untuk bersama .


Sebenarnya Ane bukan tidak mau , tapi ia ingin menikah dulu baru tinggal serumah . tapi tidak mungkin ia yang mengatakan duluan pada Alingga kan ?


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2