
*
*
"Apa maksud mu dengan mengajak makan malam nya ?" bentak Alingga setelah melepas pagutan mereka .
"Bukan urusan mu , aku ingin mengajak siapa saja makan malam " "Aku saja tidak keberatan kamu menghabiskan malam bersama tunangan mu itu!" balas Ane sinis .
"Kamu salah paham Ane , aku memang pernah bermalam di apartemen Dara . tapi aku tidur di sofa kami tidak melakukan apapun "jelas Alingga
"ya , aku sangat percaya " jawab Ane sekenanya
Alingga mengusap wajah nya kasar , dia berjalan ke meja kerja nya dan menghubungi sekertaris nya untuk memberitahu kalau dia akan makan siang keluar . Setelah menutup panggilan nya Alingga berjalan ke pintu dan mengunci nya .
Tangan Ane di tarik kasar oleh Alingga , ia membawa Ane ke ruang istirahat nya di dalam ruang kerja .
menghempaskan tubuh Ane dengan kasar ke atas kasur , menindih tubuh Ane . Lalu ******* bibir Ane dengan kasar .
"Kamu milikku , aku tidak akan membiarkan siapa pun mendekati mu " tekan Alingga
Setelah itu ia mulai menjamah tubuh Ane setiap inci nya , memulai penyatuan mereka yang sudah mereka tahan selama tiga tahun ini .
*
Ane merasakan sakit di seluruh tubuh nya , Alingga terlalu mendominasi percintaan mereka . Tidak seperti tiga tahun lalu yang begitu lembut .
Di lihat nya Alingga sudah rapi dengan pakaian nya , sudah satu jam mereka bercinta dan menghabiskan waktu jam makan siang .
" Bersihkan tubuh mu , setelah itu keluar . aku sudah memesan makanan untuk kita " ujar Alingga mengecup kening Ane , setelah berjalan keluar .
Ane memunguti pakaian nya satu persatu di lantai , setelah itu ia ke kamar mandi . Membersihkan dirinya dengan cepat dan berpakaian . setelah itu bergegas ke luar ruangan .
menatap Alingga sekilas , Ane berjalan ke meja kerja nya sendiri .
Tok Tok Tok
Alingga menyuruh sekertaris nya masuk , ia datang membawa makanan yang telah di pesan bos nya itu dan meletakkan nya di atas meja . setelah itu berlalu keluar dengan heran . bukankah bos nya itu makan di luar , lalu kenapa dia memesan makanan lagi ? bahkan sampai dua porsi ?
Jangan .. jangan ..
sekertaris Alingga menggelengkan kepala nya , memikirkan hal hal yang mungkin saja sudah terjadi di antara mereka berdua .
'Memang pesona Ceo muda tidak bisa di bantah , tidak di novel , tidak di dunia nyata . Setiap wanita pasti tergoda , untung saja aku sudah menikah '
batin sekertaris itu yang bernama Sarah .
__ADS_1
Setelah berpikir itu , ia tertawa sendiri . memangnya jika ia belum menikah , ada Ceo yang mau sama dia?
Setelah sekertaris nya pergi , Alingga mengajak Ane makan bersama . bahkan ia menyuapi Ane makan seperti yang dulu sering mereka lakukan .
"Apakah sakit ?" tanya Alingga sambil menatap bagian bawah tubuh Ane
Wajah Ane memerah dia menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Alingga .
Yang benar saja , kenapa hal memalukan seperti itu harus di tanyakan nya !
"Kalau begitu nanti di apartemen kita bisa melanjutkan nya lagi , aku benar benar merindukan nya sayang . rasanya masih sama seperti dulu "
Uhukk
Ane tersedak mendengar kalimat Alingga . Wajah nya memanas memikirkan apa yang akan terjadi nanti di apartemen .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam kamar hotel , sepasang kekasih sedang berpelukan tanpa memakai sehelai benang pun di tubuh mereka .
"Kamu sangat hebat baby " ujar si wanita
"Tentu saja , calon tunangan mu itu tidak ada apa apa nya di banding kan aku . " balas pria itu bangga
Setelah di tinggalkan begitu saja tadi dengan Alingga , Dara menyerahkan semua urusan pada EO sesuai keinginan Alingga . Dia bergegas pergi dan menghubungi kekasih gelap nya , Sean .
Dara dan Sean telah menjalin hubungan sejak lama , sebelum orang tua nya menjodohkan Dara dengan Alingga . Beruntung Dara dan Sean menjalin hubungan diam diam dikarenakan Sean yang telah beristri tidak memungkinkan Dara mempublikasikan hubungan nya tersebut .
Karir nya sebagai model berkembang pesat berkat dukungan Sean . itu sebabnya Dara tidak akan melepaskan Sean meskipun ia nanti telah menikah dengan Alingga . Bukankah pernikahan itu membuat nya bisa lebih mudah menutupi hubungan gelapnya .
"Aku akan pergi ke Singapura besok , ada urusan pekerjaan di sana . Apakah kamu mau ikut?" tanya Sean , tangan nya bergerak liar di atas tubuh Dara .
"enghhh .. ya aku akan ikut seperti biasa " jawab Dara di sela ******* nya .
Setelah itu mereka melanjutkan lagi pergumulan panas mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari sudah hampir tenggelam , saat Alingga dan Ane di dalam mobil menuju apartemen .
Ane sudah menjelaskan pertemuan nya dengan Rio dari awal sampai akhir . yang membuat Alingga menyesal dan terus meminta maaf pada Ane .
Sikap Alingga bertambah manis setelah percintaan singkat mereka di kantor , siang tadi .
Ane turun di lobby apartemen , sedangkan Alingga memarkirkan mobilnya ke basement .
__ADS_1
Dia tidak ingin , membuat kesalahan sekecil apapun yang dapat merusak rencana nya .
*
Ane melemparkan tas kerja nya di sofa setelah masuk ke dalam apartemen , berganti pakaian hanya dengan menggunakan hot pans dan kaos oversize Ane pergi ke dapur untuk memasak makan malam .
Saat sedang sibuk memasak tiba tiba Alingga memeluknya dari belakang , bukan itu saja tangan nya bahkan sudah masuk ke dalam kaos nya .
"enghhhh .. Lingga aku mau masak dulu "
Konsentrasi Ane pecah saat tangan Alingga bermain
Alingga menghentikan aktifitas nya , membiarkan kekasih nya itu fokus memasak . Karena nanti ia akan membuat Ane tidak bisa bangkit dari ranjang mereka . Setelah mengecup leher Ane sekilas , Alingga pergi membersihkan diri .
Harum masakan sudah memenuhi meja makan mini itu , setelah melihat Alingga yang sudah keluar dari kamar mandi . Ane menyusun semua piring dan masakan di meja , pergi ke kamar mandi membersihkan tubuh nya . Lalu makan malam bersama Alingga .
Keluar dari kamar mandi Ane hanya mengenakan handuk sebatas paha , dengan rambut yang masih basah ia langsung di tarik Alingga duduk di atas ranjang . Mengambil pengering rambut , Alingga membantu Ane mengeringkan rambut Ane .
Setelah di rasa cukup , Alingga memulai aksinya dengan menyingkap handuk yang di kenakan Ane .
"Kamu tidak mau makan dulu ?" tanya Ane melihat Alingga sudah tidak sabar .
"Aku hanya ingin memakan mu , sampai tidak bersisa " bisik Alingga di daun telinga Ane , yang membuat sekujur tubuh Ane merinding .
"Bagaimana jika aku hamil ?" tanya Ane cemas
masalahnya , tadi di kantor mereka tidak memakai pengaman .
"Kalau begitu kita akan segera menikah setelah urusan ku selesai " jawab Alingga
"jadi maksud mu , jika aku tidak hamil kamu tidak akan menikahi ku !" sungut Ane mengerucutkan bibir nya .
"Bukan begitu maksud ku sayang , kamu hamil atau tidak kita tetap akan menikah " bujuk Alingga
"Sudah lah , aku lapar . selesaikan saja dulu urusan mu , setelah itu baru memikirkan aku akan hamil atau tidak " cetus Ane sambil bangkit dan memakai pakaian nya . lalu meninggalkan Alingga begitu saja
Alingga menggaruk kepala nya yang tidak gatal , kenapa wanita selalu menang jika sedang berdebat dengan pasangan nya ?
*
*
*
*
__ADS_1