
*
*
*
Bahu Alingga merosot mendengar penjelasan sang Dokter .
Felicia hanya mengalami syok dan saat ini belum sadarkan diri , sedangkan kondisi Ane cukup parah . akibat benturan di kepalanya yang terkena bahu jalan menyebabkan pembuluh darah di kepalanya pecah . Saat ini Ane harus menjalani dua operasi , satu untuk menyelamatkan bayinya dan satu lagi untuk menyelamatkan nyawanya .
Dokter pun tidak bisa menjamin keberhasilan operasi tersebut di karenakan keadaan Ane yang sedang hamil besar . mereka menyampaikan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi , yaitu hanya bisa menyelamatkan salah satunya .
Itu sebab nya Alingga di berikan surat pernyataan untuk di tanda tanganinya .
Kenapa ia tidak melarang istrinya pergi tadi , jika saja ia mau meluangkan waktu untuk berdebat dengan Ane saat rapat tadi . mungkin Ane tidak akan pergi , dan semua ini tidak akan terjadi .
air mata Alingga turun tanpa bisa di tahan , ia benar-benar sangat menyesal .
Di samping nya ada Alina yang sudah tertidur di pangkuan bi Sumi , setelah letih menangis . Semua yang ada di sini tampak sedih dan sembab .
Rio menepuk pundak Alingga memberi ketabahan , tiba tiba datang lah bu Dewi menghampiri Alingga , ia habis di beri penanganan karena luka di tangan nya cukup panjang . saat melihat putranya sudah ada di sana ia langsung memeluk Alingga dan menumpahkan air mata nya . Alingga cukup terkejut dengan keberadaan mamanya di sini .
"Maafin mama , kalau bukan karena mama Ane tidak akan seperti itu " kata bu Dewi di sela tangisan nya . Alingga langsung menatap mamanya itu .
"apa maksud mama ?"Alingga bertanya dengan tajam , sejak tadi ia memang belum dapat penjelasan kenapa Ane bisa sampai seperti ini . yang ia tau hanya Ane mengalami kecelakaan karena menolong seseorang .
Bu Dewi hanya menangis , perlahan ia mulai menjelaskan .
"Mama baru keluar dari butik teman mama , tapi saat mama lihat di depan butik itu , mobil mama sudah tidak ada . lalu tiba-tiba ada dua orang pria menghampiri mama mengatakan kalau supir mama terkena masalah . mama di bawa nya berjalan ke depan gang dekat butik itu , saat mama lihat mobil mama memang ada di dalam gang itu . saat mama ingin ke mobil , Pria itu menyuruh mama masuk ke dalam mobil di samping kami , mama ingin berteriak meminta tolong tapi pria yang satu lagi menodongkan pisau ke perut mama agar mama tidak berteriak . setelah itu , datang lah Ane .. ia ingin menolong mama .. dan .. ia di dorong oleh mereka .. lalu .. mereka masuk ke mobil dan mobil itu .. langsung .. menabrak ..nya" Bu Dewi menjelaskan panjang lebar tentang kejadian tadi .
Alingga menggertakan giginya , wajah nya sudah basah oleh air mata . Dan kini bertambah merah karena kemarahan .
"apa yang mereka mau dari mama ?"tanya Alingga
"mama tidak tau "jawab Bu Dewi
"Lingga .. maafin mama " sesal bu Dewi
__ADS_1
"ini bukan salah mama .. " sahut Alingga putus asa
"aku akan meminta polisi menyelidiki kasus ini sampai tuntas "Rio menambahkan , ia juga akan berusaha untuk mencari tujuan dari orang yang ingin menculik bu Dewi .
Alingga mengangguk , dan berterima kasih pada Rio .
"pasien dengan nama Felicia sudah sadar "tiba-tiba suara suster menginterupsi mereka .
Rio langsung bergegas ke ruangan Felicia , untuk mengecek keadaan istrinya itu .
Rio masuk ke dalam ruangan Felicia di rawat .
Felicia langsung memeluk Rio , saat Rio datang ke samping tempat tidurnya . Ia terisak di pelukan Rio , Ia membelai rambut Felicia dengan lembut berusaha menenangkan istrinya .
"Kalau bukan karena aku mengajak Ane keluar , pasti ini semua tidak akan terjadi "Lirih Felicia .
"Ssttt , ini bukan salahmu " ujar Rio
"bagaimana keadaan Ane ?" tanya Felicia
"dia harus menjalani operasi , kita doakan semoga ia baik-baik saja ya " jelas Rio , tangis Felicia semakin menjadi setelah mendengar perkataan Rio .
*
"maaf tuan , tiba-tiba saja ada seorang perempuan hamil yang merusak rencana kami "
"perempuan hamil ?"
"iya tuan , sepertinya ibu Dewi mengenal nya karena ia meminta tolong pada wanita itu . kalau tidak salah namanya ... Ane"
"lalu apa yang kalian lakukan padanya ?" tanya pak Ronald
"kami menabrak nya tuan , karena ia menghalangi kami " jawab orang itu
"apakah ia mati ?"
"saya tidak tau tuan , karena kami langsung melarikan diri " jawab orang satunya lagi
__ADS_1
"kalau begitu , kalian harus pergi sejauh mungkin dari kota ini . buang mobil itu agar tidak bisa di selidiki , jangan pernah menampakkan diri kalian lagi " kata pak Ronald dengan penuh penekanan , setelah itu ia memberikan sebuah amplop tebal . lalu mengusir kedua orang itu dari mobilnya dan meninggalkan mereka begitu saja di pinggir hutan .
Ia harus berhati hati , dengan membuat tempat pertemuan sejauh mungkin dan kondisi sepi . agar tidak ada saksi satupun , karena sejak ia menyuruh kedua orang itu menculik bu Dewi . Ia sudah terlibat dalam tindakan kriminal .
Ia menghubungi Brama lewat ponselnya .
"Rencana kita gagal " pak Ronald berkata
"lalu ?"
"kita tidak bisa saling menghubungi lagi , situasi tidak aman . sepertinya Alingga akan kembali ke perusahaan , karena wanita tua itu di selamatkan oleh istrinya " jelas pak Ronald
"untuk sementara kita jangan ada yang bergerak , tunggu perintah ku selanjutnya "sambung pak Ronald lagi , setelah itu ia mematikan panggilan nya .
menghapus kontak Brama , dan semua riwayat panggilan juga pesan mereka .
Semua nya harus bersih , itulah cara yang selalu di pakainya selama bertahun-tahun bekerja dengan Erlangga , papanya Alingga . Selama bertahun-tahun ia bisa mengambil keuntungan pribadi dari perusahaan , tanpa terekspos sekalipun . karena ia selalu bermain bersih .
Jika tidak , maka ia tidak akan pernah menjadi orang kepercayaan Erlangga . Bahkan ia masih mempunyai satu kartu As lagi , sebuah rahasia Erlangga yang bahkan Dewi istrinya sendiri tidak mengetahuinya .
Jika rencana yang sudah ia susun , kali ini gagal . Maka terpaksa ia akan mengeluarkan kartu As nya , kita lihat apakah mereka semua bisa menghindarinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah lima jam berlalu sejak Ane masuk ruang operasi , Alina sudah di bawa pulang dengan bi Sumi . di antar oleh supir Felicia , pak Dani dan bu Retno pun sudah datang ke rumah sakit .
Felicia duduk di sebelah Rio , ia bersikeras menunggu di depan ruang operasi daripada di kamarnya .
Sorot mata Alingga sudah menampakan keputusasaan , bu Dewi tidak beranjak sedikitpun dari samping putranya .
Pintu ruang operasi perlahan terbuka , semua orang sontak berdiri . wajah mereka terlihat penuh kecemasan .
Dokter itu menghela nafas pelan "Bayinya selamat , jenis kelamin nya laki-laki . saat ini sedang berada di ruang observasi , sedangkan ibunya ... " Dokter itu memberi jeda dalam penjelasannya .
*
*
__ADS_1
*