Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 59


__ADS_3

*


*


*


Perlahan tapi pasti selama setengah tahun ini Alina di bimbing oleh tiga orang Ceo hebat , papanya , om Rio dan juga om Brama . Bisa di pastikan kalau Alina benar akan mengambil alih semua urusan perusahaan dan membiarkan papanya pensiun dini .


"Kamu yakin nggak apa ?" tanya Ane saat mendengar kalau perusahaan akan di ambil alih oleh putrinya .


"iya ma .. lebih baik kalian habiskan waktu bersama lebih banyak , kalau nunggu Dean lulus sekolah mama sama papa kapan bisa liburan " jawab Alina lugas .


"Ini sudah menjadi tanggung jawab kami , tapi kamu harus ingat ! papa tidak pernah menekan kamu untuk bekerja terlalu keras !" kata Alingga .


"Papa tenang aja , papa hanya perlu fokus membahagiakan mama mulai saat ini " balas Alina .


"mama tau dalam hati kamu sangat menyayangi kami " Ane berkata sambil memeluk putrinya itu .


"tapi apa perlu pindah ke apartemen ?" Alingga bertanya .


Ane yang tidak tau soal kepindahan Alina , sangat terkejut mendengar nya .


"Nana ingin mandiri pa .. " Alina beralasan .


"Selama ini kamu sudah mandiri sayang .. "


"papa sama mama jangan khawatir Nana bisa jaga diri baik baik "


"Mama nggak setuju !" kata Ane dengan tegas .


"Dean juga boleh ikut tinggal sama aku , lagian sekolah Dean juga lebih dekat dari sana " bujuk Alina .


"Terus mama harus sendirian di rumah "


"kan ada papa .. ma " kata Alingga .


"kalau mereka kenapa napa gimana ?"


"Ma .. kita masih di kota yang sama , aku akan pulang setiap minggu .. oke "


"Kamu harus ajak adik kamu , biar dia bisa ngingetin kamu agar tidak terlalu capek bekerja dan lupa makan juga istirahat "


Alina mengangguk dengan permintaan mamanya , bagaimana pun ia ingin kedua orang tua nya memiliki waktu eksklusif berdua .


itu sebab nya ia memutuskan untuk tinggal di apartemen , dan lebih bagus lagi kalau adiknya bisa ikut pindah dengan nya .


*


Jadi hari minggu ini Alina dan Dean resmi pindah ke apartemen , Fabian membantu mereka pindahan . Alingga dan Ane tidak berhenti memberikan nasehat untuk keduanya .


Besok , Alingga dan Ane akan memulai liburan panjang mereka . Dan menyerahkan segala urusan pada Alina .


"Minum kak .. " Fabian membawakan sebotol air mineral pada Alina yang terlihat sibuk menyusun barang di kamar nya .


Tanpa di persilahkan Fabian memasuki kamar Alina dan duduk di pinggir ranjang nya .

__ADS_1


"Kamu sudah boleh pergi .." Kata Alina datar .


"Aku nunggu jawaban kak .. " balas Fabian santai , nyatanya dalam hatinya sangat berdebar karena berada dalam satu kamar dengan pujaan hatinya .


"jawaban ?" Alina bertanya heran .


"Iya .. kakak belum jawab pernyataan cinta aku malam itu "


"Hah ? kamu serius ?" tanya Alina lagi .


"Aku sangat serius kak , aku suka sama kakak dari dulu " jawab Fabian yakin .


"Kamu masih kecil , belajar sana yang rajin " Alina mengacuhkan Fabian , ia melanjutkan pekerjaan nya lagi yang tadi sempat terhenti . Karena tidak hati-hati saat mengangkat sebuah koper untuk di letakkan ke atas lemari , ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke belakang .


Alina terkejut , ia terjatuh di atas karpet dan menutup wajah nya dengan kedua lengan nya agar tidak tertimpa koper yang jatuh .


Bruk


Rasa sakit yang di tunggu Alina tidak datang , perlahan ia membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi .


Di hadapan nya ia bisa melihat wajah Fabian sangat dekat , bahkan hembusan nafas Fabian terasa hangat menyapu wajah nya .


Ternyata Fabian menghalangi koper yang akan jatuh , dengan tubuh nya sendiri . berada di atas tubuh Alina .


Selama persekian detik mereka hanya saling menatap , bisa Alina rasakan jantung nya pun berdebar hebat . Untuk pertama kali nya ia berada sangat dekat dengan seorang cowok , apalagi posisi mereka saat ini sangat intim .


Fabian mendekatkan wajah nya ke arah Alina , ia mulai menyapu sudut bibir Alina dengan bibir nya . Sampai kecupan itu berubah menjadi ******* kecil .


Alina merasa otak nya blank , tapi kesadaran nya dengan cepat kembali . Ia langsung mendorong tubuh Fabian dari atas tubuh nya . Sampai punggung Fabian terbentur ke pintu lemari .


"Maaf .. " kata Alina sambil membuang muka , ia yakin saat ini wajah nya pasti sudah merah merona karena ciuman singkat tadi .


"Punggung ku sakit kak .. "


"Biar ku lihat " Tanpa merasa malu Alina mengangkat kaus yang di pakai Fabian ke atas dan melihat punggung nya .


"Ada memar di sini .. biar aku obati "Alina baru teringat kalau Fabian tadi menahan koper yang ingin jatuh menimpanya dengan punggung Fabian . Dan tadi ia terlalu kuat mendorong Fabian hingga punggung nya terbentur pintu lemari .


Ia bangkit menuju meja rias nya dan membuka laci , mencari salep yang biasa ia pakai untuk meredakan nyeri . Lalu kembali lagi ke Fabian yang masih duduk di atas karpet .


"Salep itu nggak mempan kak " kata Fabian .


"Kamu biasanya pakai merk apa ? " tanya Alina


Fabian menggelengkan kepalanya .


"Kakak hanya perlu mencium nya , maka sakit nya akan hilang " Goda Fabian .


Blush


Wajah Alina kembali memerah , terlintas bayangan saat Fabian mencium nya tadi . Dan sekarang ia baru memperhatikan punggung tegap Fabian , ini bukan pertama kali ia melihat tubuh bagian atas cowok . Tapi harus ia akui kalau tubuh Fabian cukup bagus untuk remaja seusianya .


"Kak ?" Fabian tidak mendapat respon apa pun dari Alina . Ia berbalik ke belakang dan melihat Alina dengan wajah yang memerah , ia tersenyum .


"Kakak jangan malu , aku udah bukan anak kecil lagi . Kakak mau ya jadi pacar ku " Fabian mencoba usaha nya lagi .

__ADS_1


Alina tersadar , ia langsung membalikan tubuh Fabian dan mengoleskan salep ke punggung Fabian yang memar .


"Kak .. "


"Hmm "


"Jawab dong "


"Aku nggak suka sama kamu "


Jlebb


Jawaban Alina menusuk hatinya , tapi segera ia menepis perasaan itu dan menebalkan wajah nya untuk merayu Alina lagi .


"Kakak nggak suka aku dari apa , kakak kan belum tau aku kaya gimana "


"Kamu juga , kita bahkan bertemu hanya setahun sekali dulu . dari mana kamu bisa suka sama aku "


"Mungkin kakak nggak tau , kalau aku sering perhatiin kakak dulu . aku suka sama semua yang ada sama kakak . Senyum kakak , sikap dingin kakak , dan wajah cantik kakak semua itu bikin hati aku berdebar debar "


Alina mengerutkan dahi mendengar alasan Fabian , apa anak ini mempunyai kelainan . kenapa ia bisa suka dengan perempuan yang usia nya jauh di atas nya .


"Mending kamu cari perempuan yang seusia dengan mu "


"Aku nggak bisa kak , di hati dan pikiran ku selalu hanya ada kamu "


Apa apaan ! Kenapa remaja seusianya sudah pintar menggoda . Ia mengatakan rayuan itu dengan wajah polosnya , membuat Alina merasa salah tingkah di rayu dengan tatapan seperti itu .


Fabian mendekatkan wajah nya ke arah Alina , ia berbisik di depan wajah Alina dengan sangat dekat sampai membuat wajah Alina memanas .


"Jadi kekasih aku ya kak .. please .. dalam hidup ini aku hanya menginginkan kamu Alina ... "


Alina di buat tidak bisa berkutik dengan kelakuan Fabian , tiba tiba ...


"Bian ... lo di mana ... berat banget weehh bantuin gue dong " teriak Dean dari arah luar .


Alina merasa terselamatkan dengan teriakan adiknya itu , ia langsung bangkit dan membuka pintu kamar nya .


Dean langsung menghampiri kakak nya itu , dan melihat kalau Fabian ada di kamar kakaknya dengan baju yang sudah setengah terbuka .


Ia memasang ekspresi terkejut yang berlebihan .


"Kalian ... kalian abis ngapain .. "


Alina menjewer telinga adiknya itu ,


"Dia abis bantuin kakak naikin koper , terus nggak sengaja jatuh . kakak cuma bantuin dia oleskan obat di punggung nya . " terang Alina .


"Hah ??? aku jadi tambah curiga karena kakak mau jelasin panjang lebar gitu ... "


Setelah mengatakan itu ia berlari menjauh dari kakaknya , karena ia yakin kakaknya akan menganiaya nya .


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2