
setelah bab 10 ini saya akan , mencoba post teratur .
insya allah saya akan mempost lebih dari dua bab setiap hari nya pada jam 1 malam .
terima kasih 😊
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**POV ANE
FLASHBACK DI HARI ANE PERGI**
*
Hari ini aku terbangun dengan semangat empat lima , setelah memikirkan nya semalaman . Aku akan memberitahu Lingga tentang kehamilan ini .
Mual di perutku sudah lebih baik setelah minum obat dari dokter semalam .
Sebelum keluar apartemen aku masih sempat mengelus perutku dan memberikan semangat untuk diriku sendiri .
Dengan taxi online aku berangkat ke kantor , sepanjang jalan aku mensugesti diriku sendiri bahwa semua akan baik baik saja .
Turun dari taxi aku melangkahkan kaki menuju kantor .
"Ane" tiba tiba seseorang memanggil ku dari arah belakang , Aku terkejut saat menoleh ke belakang . melihat siapa yang memanggilku .
"Bisa kita bicara sebentar " kata Dara sambil menyuruh ku masuk ke dalam mobil nya .
Setelah masuk ke dalam mobil , tanpa basa basi Dara mengatakan "tolong tinggalkan Alingga"
"Maksudnya ?" aku bertanya pura pura tidak mengerti .
"aku sudah tau hubungan kalian , Lingga sudah menceritakan semua nya padaku sebelum bertunangan" jawab nya
Aku terkejut mendengar perkataan Dara .
masih dalam keterkejutan ku Dara meraih tas dan mengambil sesuatu di dalam nya yang ternyata adalah ponsel milik nya .
Mengotak ngatik nya sebentar lalu menyerahkan nya padaku , ragu aku mengambil ponsel milik Dara . saat aku melihat apa yang ada di ponsel nya mata ku langsung membelalak .
"itu asli , kamu bisa lihat waktu dan tempat pengambilan nya . itu foto kami tadi malam di apartemen ku , apakah kamu pikir selama ini Lingga tidak pernah melakukan nya denganku . ?"
"kamu bermimpi terlalu tinggi Ane , meskipun kami di jodohkan tapi setahun ini aku selalu bersama nya , menurut mu apa yang akan kami lakukan jika sedang pergi bersama?" sarkas Dara .
"Bahkan saat ini dia masih terlelap di apartemen ku , aku akan mengantarmu jika tidak percaya"
Aku menjatuhkan air mata , tadi malam Lingga menelpon dia bilang menginap di rumah mama nya .
tapi foto ini sudah membuktikan kebohongan nya .
tadi malam dia bersama Dara , dan entah sudah berapa kali Lingga membohongi ku .
Bodoh nya kamu Ane , apakah kamu pikir Alingga sama seperti nya yang bisa menunggu dengan setia selama bertahun tahun .
"jadi aku mohon Ane , tinggalkan Alingga . anak ku membutuhkan ayah nya untuk bertanggung jawab " kata Dara mengelus perut nya .
Lagi ... yang bisa kurasakan hanya sakit .
__ADS_1
jika anak nya membutuhkan ayah nya lalu bagaimana dengan anak ku ?
apakah anak ku akan lahir dengan status anak haram dari simpanan . atau yang lebih buruk lagi Alingga akan menyuruh ku menggugurkan nya .
jika aku membicarakan masalah ini dengan Alingga saat ini , aku yakin aku tidak akan bisa menolak bujuk rayunya .
Tanpa menjawab atau membalas perkataan Dara , aku keluar dari mobil nya . beruntung saat itu ada taxi yang lewat , langsung aku menghentikan nya dan meminta supir mengantar ku ke apartemen .
Sesampainya di apartemen , aku terduduk menangis di samping koper yang telah aku siapkan semalam .
Aku harus segera pergi dari sini sebelum Alingga datang . Tapi aku harus kemana ?
Dengan berat hati , aku membuka layar kunci di ponsel dan menghubungi seseorang . berharap orang itu mau membantu ku saat ini .
"Hai Ane " jawab seseorang di seberang sana
masih menahan tangis , aku belum menjawab sapaan nya .
"Ane are you oke ?" tanya nya lagi
"Rio tolong jemput aku di depan apartemen sekarang , please " pinta ku memohon
"oke aku berangkat sekarang , tunggu sebentar "
jawab nya menutup panggilan .
Setelah nya aku mematikan ponsel ku , dan memasukan nya ke dalam tas . dengan membawa koper aku keluar dari apartemen .
*
Aku berdiri dengan cemas di depan apartemen , menunggu Rio datang . aku takut Lingga bisa saja tiba tiba datang duluan sebelum Rio .
Ia sedikit terkejut melihat ku membawa koper .
Semoga saja ia tidak berubah pikiran untuk tidak membantu ku .
"Ane ada apa?" tanya nya saat aku sudah duduk di dalam mobil nya .
"Bawa aku pergi dulu dari sini , please " mohon ku
Setelah menjalankan mobilnya , Rio membawaku ke Restoran yang pernah kami datangi saat pertama kali bertemu . meninggalkan koperku di dalam mobilnya Rio membawaku masuk , ke ruangan VIP yang dulu juga .
Membawaku duduk , tidak lama pelayan masuk membawakan menu sarapan dan segelas susu .
"Jangan heran , tempat ini milikku "
katanya menjawab rasa penasaran ku setiap di bawa nya ke sini .
"sekarang lebih baik kamu sarapan , setelah itu kamu bisa bercerita jika menginginkan nya " ujarnya lagi
"Aku sudah sarapan " jawab ku
Rio tersenyum , dia menyodorkan segelas susu padaku . Merasa tidak enak jika terus menolak , aku meminum nya sedikit . setelah itu menghembuskan nafas berulang kali .
"Aku ingin pergi jauh dari Lingga , bisakah kamu membantu ku ?" kataku mengutarakan maksud
"kemana ?" tanya nya
__ADS_1
Aku menggelengkan kepala tanda tidak tau
"apakah Alingga tidak menerima kehamilan mu ? kalian bertengkar ?"
"Dia tidak tau aku hamil , aku bahkan belum bertemu dengan nya "
"Lalu kenapa kamu ingin pergi ?"
"Ane bicarakan baik baik , sebelum mengambil keputusan . Aku tetap akan membantu mu" bujuk nya
"Tidak ada yang perlu kami bicarakan lagi , aku punya alasan yang kuat untuk meninggalkan nya " sela ku dengan isak tangis
"Aku hanya ingin pergi sejauh mungkin darinya "
sambung ku lagi
"ke luar negeri " tawar nya
"saat ini aku sedang hamil , aku tidak mau beradaptasi di lingkungan yang sangat asing"
Rio tampak berpikir sejenak .
"Aku punya asisten rumah tangga , dia bekerja di keluarga ku sejak aku kecil . Tahun lalu ia berhenti bekerja karena ingin merawat suami nya yang sudah sakit sakitan . tapi lima bulan yang lalu suaminya meninggal , kami menawarkan lagi ia tinggal di rumah dengan kerja yang tidak terlalu berat . karena ia hanya sendiri tidak memiliki anak , ia menyetujui nya bulan besok ia akan datang "
"bagaimana jika kamu tinggal dengan nya ?"
"Dia tinggal di Bandung , tempatnya sangat cocok untuk kamu yang ingin menyendiri . Aku sudah dua kali ke rumah nya lingkungan dan udara di sana masih asri , aku yakin kamu akan merasa nyaman tinggal di sana " jelas Rio panjang lebar .
Aku memikirkan nya dengan matang , lalu menganggukan kepala tanda setuju .
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan nya di rumah mu ?" tanya ku
"Itu urusan gampang , aku akan membuat alasan pada orang tua ku kenapa Bi Sumi tidak bisa kembali bekerja . kapan kamu siap pergi ?"
"Sekarang " jawab ku yakin "semakin cepat semakin baik "
"Baiklah , setelah ini kita bisa berangkat ke sana"
Setelah menunggu Rio selesai sarapan kami langsung berangkat ke Bandung , menghabiskan waktu tiga jam kami sampai di depan rumah bi Sumi .
Benar kata Rio , udara di sini sangat sejuk .
Rumah bi Sumi terletak di dekat kaki gunung , tapi tidak jauh dari jalan besar sehingga akses kemana mana mudah .
Tok Tok Tok
"Assalamu'alaikum , bi "
Rio mengetuk pintu rumah bercat hijau tersebut .
"walaikumsalam " sahut seseorang di dalam , setelah itu pintu terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya yang sedikit terkejut melihat kedatangan kami .
"Den Rio ke sini kok tidak kasih kabar , masuk masuk " ajak bi Sumi ramah
kami berdua memasuki rumah bi Sumi , rumah bi Sumi sangat sederhana tanpa banyak furniture yang berlebihan . Semoga saja bi Sumi mau menampungku , sebab aku tidak tau harus kemana lagi .
*
__ADS_1
*
*