Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 10


__ADS_3

setelah bab 10 ini saya akan , mencoba post teratur .


insya allah saya akan mempost lebih dari dua bab setiap hari nya pada jam 1 malam .


terima kasih 😊


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**POV ANE


FLASHBACK DI HARI ANE PERGI**


*


Hari ini aku terbangun dengan semangat empat lima , setelah memikirkan nya semalaman . Aku akan memberitahu Lingga tentang kehamilan ini .


Mual di perutku sudah lebih baik setelah minum obat dari dokter semalam .


Sebelum keluar apartemen aku masih sempat mengelus perutku dan memberikan semangat untuk diriku sendiri .


Dengan taxi online aku berangkat ke kantor , sepanjang jalan aku mensugesti diriku sendiri bahwa semua akan baik baik saja .


Turun dari taxi aku melangkahkan kaki menuju kantor .


"Ane" tiba tiba seseorang memanggil ku dari arah belakang , Aku terkejut saat menoleh ke belakang . melihat siapa yang memanggilku .


"Bisa kita bicara sebentar " kata Dara sambil menyuruh ku masuk ke dalam mobil nya .


Setelah masuk ke dalam mobil , tanpa basa basi Dara mengatakan "tolong tinggalkan Alingga"


"Maksudnya ?" aku bertanya pura pura tidak mengerti .


"aku sudah tau hubungan kalian , Lingga sudah menceritakan semua nya padaku sebelum bertunangan" jawab nya


Aku terkejut mendengar perkataan Dara .


masih dalam keterkejutan ku Dara meraih tas dan mengambil sesuatu di dalam nya yang ternyata adalah ponsel milik nya .


Mengotak ngatik nya sebentar lalu menyerahkan nya padaku , ragu aku mengambil ponsel milik Dara . saat aku melihat apa yang ada di ponsel nya mata ku langsung membelalak .


"itu asli , kamu bisa lihat waktu dan tempat pengambilan nya . itu foto kami tadi malam di apartemen ku , apakah kamu pikir selama ini Lingga tidak pernah melakukan nya denganku . ?"


"kamu bermimpi terlalu tinggi Ane , meskipun kami di jodohkan tapi setahun ini aku selalu bersama nya , menurut mu apa yang akan kami lakukan jika sedang pergi bersama?" sarkas Dara .


"Bahkan saat ini dia masih terlelap di apartemen ku , aku akan mengantarmu jika tidak percaya"


Aku menjatuhkan air mata , tadi malam Lingga menelpon dia bilang menginap di rumah mama nya .


tapi foto ini sudah membuktikan kebohongan nya .


tadi malam dia bersama Dara , dan entah sudah berapa kali Lingga membohongi ku .


Bodoh nya kamu Ane , apakah kamu pikir Alingga sama seperti nya yang bisa menunggu dengan setia selama bertahun tahun .


"jadi aku mohon Ane , tinggalkan Alingga . anak ku membutuhkan ayah nya untuk bertanggung jawab " kata Dara mengelus perut nya .


Lagi ... yang bisa kurasakan hanya sakit .

__ADS_1


jika anak nya membutuhkan ayah nya lalu bagaimana dengan anak ku ?


apakah anak ku akan lahir dengan status anak haram dari simpanan . atau yang lebih buruk lagi Alingga akan menyuruh ku menggugurkan nya .


jika aku membicarakan masalah ini dengan Alingga saat ini , aku yakin aku tidak akan bisa menolak bujuk rayunya .


Tanpa menjawab atau membalas perkataan Dara , aku keluar dari mobil nya . beruntung saat itu ada taxi yang lewat , langsung aku menghentikan nya dan meminta supir mengantar ku ke apartemen .


Sesampainya di apartemen , aku terduduk menangis di samping koper yang telah aku siapkan semalam .


Aku harus segera pergi dari sini sebelum Alingga datang . Tapi aku harus kemana ?


Dengan berat hati , aku membuka layar kunci di ponsel dan menghubungi seseorang . berharap orang itu mau membantu ku saat ini .


"Hai Ane " jawab seseorang di seberang sana


masih menahan tangis , aku belum menjawab sapaan nya .


"Ane are you oke ?" tanya nya lagi


"Rio tolong jemput aku di depan apartemen sekarang , please " pinta ku memohon


"oke aku berangkat sekarang , tunggu sebentar "


jawab nya menutup panggilan .


Setelah nya aku mematikan ponsel ku , dan memasukan nya ke dalam tas . dengan membawa koper aku keluar dari apartemen .


*


Aku berdiri dengan cemas di depan apartemen , menunggu Rio datang . aku takut Lingga bisa saja tiba tiba datang duluan sebelum Rio .


Ia sedikit terkejut melihat ku membawa koper .


Semoga saja ia tidak berubah pikiran untuk tidak membantu ku .


"Ane ada apa?" tanya nya saat aku sudah duduk di dalam mobil nya .


"Bawa aku pergi dulu dari sini , please " mohon ku


Setelah menjalankan mobilnya , Rio membawaku ke Restoran yang pernah kami datangi saat pertama kali bertemu . meninggalkan koperku di dalam mobilnya Rio membawaku masuk , ke ruangan VIP yang dulu juga .


Membawaku duduk , tidak lama pelayan masuk membawakan menu sarapan dan segelas susu .


"Jangan heran , tempat ini milikku "


katanya menjawab rasa penasaran ku setiap di bawa nya ke sini .


"sekarang lebih baik kamu sarapan , setelah itu kamu bisa bercerita jika menginginkan nya " ujarnya lagi


"Aku sudah sarapan " jawab ku


Rio tersenyum , dia menyodorkan segelas susu padaku . Merasa tidak enak jika terus menolak , aku meminum nya sedikit . setelah itu menghembuskan nafas berulang kali .


"Aku ingin pergi jauh dari Lingga , bisakah kamu membantu ku ?" kataku mengutarakan maksud


"kemana ?" tanya nya

__ADS_1


Aku menggelengkan kepala tanda tidak tau


"apakah Alingga tidak menerima kehamilan mu ? kalian bertengkar ?"


"Dia tidak tau aku hamil , aku bahkan belum bertemu dengan nya "


"Lalu kenapa kamu ingin pergi ?"


"Ane bicarakan baik baik , sebelum mengambil keputusan . Aku tetap akan membantu mu" bujuk nya


"Tidak ada yang perlu kami bicarakan lagi , aku punya alasan yang kuat untuk meninggalkan nya " sela ku dengan isak tangis


"Aku hanya ingin pergi sejauh mungkin darinya "


sambung ku lagi


"ke luar negeri " tawar nya


"saat ini aku sedang hamil , aku tidak mau beradaptasi di lingkungan yang sangat asing"


Rio tampak berpikir sejenak .


"Aku punya asisten rumah tangga , dia bekerja di keluarga ku sejak aku kecil . Tahun lalu ia berhenti bekerja karena ingin merawat suami nya yang sudah sakit sakitan . tapi lima bulan yang lalu suaminya meninggal , kami menawarkan lagi ia tinggal di rumah dengan kerja yang tidak terlalu berat . karena ia hanya sendiri tidak memiliki anak , ia menyetujui nya bulan besok ia akan datang "


"bagaimana jika kamu tinggal dengan nya ?"


"Dia tinggal di Bandung , tempatnya sangat cocok untuk kamu yang ingin menyendiri . Aku sudah dua kali ke rumah nya lingkungan dan udara di sana masih asri , aku yakin kamu akan merasa nyaman tinggal di sana " jelas Rio panjang lebar .


Aku memikirkan nya dengan matang , lalu menganggukan kepala tanda setuju .


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan nya di rumah mu ?" tanya ku


"Itu urusan gampang , aku akan membuat alasan pada orang tua ku kenapa Bi Sumi tidak bisa kembali bekerja . kapan kamu siap pergi ?"


"Sekarang " jawab ku yakin "semakin cepat semakin baik "


"Baiklah , setelah ini kita bisa berangkat ke sana"


Setelah menunggu Rio selesai sarapan kami langsung berangkat ke Bandung , menghabiskan waktu tiga jam kami sampai di depan rumah bi Sumi .


Benar kata Rio , udara di sini sangat sejuk .


Rumah bi Sumi terletak di dekat kaki gunung , tapi tidak jauh dari jalan besar sehingga akses kemana mana mudah .


Tok Tok Tok


"Assalamu'alaikum , bi "


Rio mengetuk pintu rumah bercat hijau tersebut .


"walaikumsalam " sahut seseorang di dalam , setelah itu pintu terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya yang sedikit terkejut melihat kedatangan kami .


"Den Rio ke sini kok tidak kasih kabar , masuk masuk " ajak bi Sumi ramah


kami berdua memasuki rumah bi Sumi , rumah bi Sumi sangat sederhana tanpa banyak furniture yang berlebihan . Semoga saja bi Sumi mau menampungku , sebab aku tidak tau harus kemana lagi .


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2