
Happy reading 😊
*
Kami di persilahkan duduk oleh bi Sumi , dia izin ke dapur sebentar untuk membuatkan kami minuman .
sepeninggal bi Sumi aku memperhatikan sekeliling dan halaman rumah bi Sumi . Sangat nyaman dan Asri khas rumah rumah di desa .
"Apakah rumah ini terlalu kecil Ane? , jika iya aku bisa mencarikan mu tempat lain " tanya Rio yang sedang memperhatikan ku .
"Tidak .. di sini sangat indah , aku nyaman tinggal di sini jika bi Sumi mengizinkan aku menumpang di rumah nya sementara " jelas ku .
Tentu saja sementara , aku tidak mungkin merepotkan bi Sumi selamanya . di usia nya saat ini seharusnya ia bisa bersantai setiap hari dengan anak cucu nya , tapi sayang sekali tuhan tidak mengizinkan ia memiliki anak .
Seketika aku merasa bersyukur atas kehamilan ku , begitu banyak orang di luar sana yang bersusah payah ingin memiliki keturunan .
Maka aku yang sudah di percaya oleh tuhan , harus menjaganya dengan baik .
"silahkan di minum , maaf ya seadanya bibi juga belum masak . maklum bibi tinggal sendiri jadi pas bibi merasa lapar baru bibi masak "
Bi Sumi datang dengan membawa dua gelas teh hangat dan sepiring kue tradisional .
"bibi ini kaya sama siapa saja" balas Rio ramah
Bi Sumi duduk di hadapan kami , setelah menyicipi teh buatan bi Sumi . kami mulai mengutarakan maksud kedatangan kami .
"Bi ini teman saya nama nya Ane , dia mau menumpang tinggal di sini boleh kah bi ?" Rio membuka pembicaraan
"Ya boleh den , bibi malah seneng ada yang jagain rumah bibi kan bibi bulan besok balik ke tempat bu Retno " jawab bi Sumi
"Maksud saya , bibi tinggal di sini saja bantu menjaga Ane . Dia sedang hamil bi , ada masalah dengan kekasih nya . Ane juga sudah tidak punya siapa siapa lagi bi , kedua orang tua nya sudah lama meninggal . kalau soal pekerjaan bibi tenang saja biar saya yang menjelaskan sama mama . bibi juga akan tetap saya gaji perbulan nya " Jelas Rio lagi
Bi Sumi termenung mendengar penjelasan Rio .
Aku yang merasa tidak enak melihat diam nya bi Sumi . menambahkan "Itu pun jika bibi tidak keberatan , mengizinkan saya menumpang di sini sampai anak saya lahir bi "
"Terus kalau sudah lahir anak nya , non mau kemana ?" tanya bi Sumi dengan suara rendah
"Saya akan cari rumah kontrakan bi , bahkan saya akan mulai cari pekerjaan besok " jawab ku
__ADS_1
"Duh gusti , non di sini saja tinggal sama bibi . Den Rio juga tidak perlu menggaji bibi , tabungan bibi selama kerja sama keluarga den Rio masih ada . bibi teh mau kerja lagi karena merasa kesepian di rumah den . non di sini saja ya , bibi juga sudah tidak punya siapa siapa " Jelas bi Sumi dengan mata berkaca kaca , seperti nya secara garis besar bi Sumi sudah tau apa yang terjadi padaku . bisa di lihat dari raut wajahnya yang sendu .
"Terima kasih bi " jawab ku menahan tangis , teringat almarhumah ibu ku . Apakah ia juga sedih melihat nasibku saat ini ?
Setelah nya bi Sumi menyuruh ku istirahat di kamar , di rumah bi Sumi terdapat dua kamar . yang satunya kamar dia sedangkan yang satu nya lagi kamar tamu . Kamar tamu sudah bersih , karena setiap hari bi Sumi selalu membersihkan nya .
Sedangkan Rio beristirahat di kursi tamu bi Sumi .
Aku merasa sangat tidak enak , sudah banyak menyusahkan Rio . Entah kenapa dia mau membantu ku begitu saja . padahal hubungan kami hanya teman biasa yang belum lama kenal , mungkin dia merasa kasihan melihat ku .
Sebelum memasuki kamar , Rio menghampiriku dan menunjukan ponselnya yang sedang berdering .
tertulis nama Alingga di panggilan masuk .
Rio mengangkat telepon nya , dan terdengar suara Alingga yang menanyakan tentang ku pada Rio .
Aku mencekal tangan Rio dan memberi kode dengan menggelengkan kepala .
Setelah menutup panggilan dari Alingga , Rio meminta ku untuk beristirahat .
*
tanpa memakan waktu lama , aku keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumah yang sopan .
Pergi ke samping bi Sumi yang sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam , aku membantu bi Sumi memasak .
"non istirahat saja ya , pasti capek kan . biar bibi saja yang mengerjakan " pinta bi Sumi
"Saya kan sudah istirahat bi , lagian saya juga sudah biasa kok masak sendiri . dan bibi cukup panggil saya Ane , jangan pakai 'non' saya kan bukan majikan bibi " gurau ku pada bi Sumi
Setelah nya kami memasak berdua , sambil bercerita tentang kehidupan kami masing masing .
Selesai masak aku menyusun piring dan masakan yang telah kami masak di lantai depan tv yang beralaskan karpet . Bi Sumi bilang kalau ia berdua dengan suami jarang makan bersama , kecuali sebulan sekali saat ia libur kerja dan pulang kampung jadi bi Sumi tidak memiliki meja makan .
Aku malah merasa senang dengan kesederhanaan ini , untuk seseorang yang sejak lahir menghabiskan waktu di kota besar . Kehidupan di sini begitu tenang dan damai .
CEKLEK
Pintu rumah terbuka , Rio masuk dengan membawa banyak kantong belanjaan .
__ADS_1
Bi Sumi menolong Rio membawa kantong belanjaan dan meletakkannya di atas meja .
"Aku sudah membeli semua keperluan kamu dan bi Sumi di sini , termasuk susu hamil " kata Rio seraya menghampiri ku .
"Kenapa repot repot , padahal rencana nya besok aku akan keluar berbelanja sambil mencari pekerjaan yang cocok tau nya saat aku bangun tidur , kata bi Sumi kamu pergi keluar berbelanja " balasku
"Aku tidak merasa di repot kan , soal pekerjaan kita akan membahas nya nanti saat ini aku sangat lapar"
Kata Rio bercanda
Kami bertiga makan malam bersama , dengan canda tawa akibat gurauan yang sesekali di lontarkan oleh Rio . Sesaat aku bisa melupakan kesedihan ku saat ini
Aku membereskan piring piring bekas makan malam kami dengan di bantu Rio , sedangkan bi Sumi menunggu di dapur untuk mencuci nya dia bilang jika ia tidak cepat mengambil tempat . aku akan mengerjakan semuanya . kami berdua tertawa melihat bi Sumi yang seperti sudah siaga di depan bak cuci piring .
Selesai makan malam , aku dan Rio duduk di teras rumah bi Sumi . merasakan sunyi khas suasana di kampung .
"Aku ada restoran juga di sini , tapi tidak sebesar di jakarta . di daerah kota nya sekitar satu jam perjalanan dari sini . Kalau kamu mau kamu bisa membantu ku mengurus nya , tapi dengan catatan kamu tidak boleh terlalu lelah . juga pulang pergi kerja naik mobil yang di sediakan resto akan ada supir yang mengantar jemput mu , tenang saja supir itu bukan supir pribadi tapi supir yang biasa bertugas mengantar pesanan makanan , dan berbelanja kebutuhan resto " tawar Rio
" apakah ini tidak terlalu berlebihan ? kamu sudah banyak membantuku entah bagaimana caraku bisa membalas kebaikan mu semua " terang ku menjelaskan .
"Bukankah kamu sudah bersedia untuk berteman dengan ku , jadi tidak ada kata balas membalas "
"Ane , aku khawatir kamu kenapa-napa jika naik kendaraan umum . Sebenarnya aku tidak ingin menyuruh mu bekerja di resto , tapi jika aku tidak menawarkan bantuan kamu akan mencari pekerjaan di luar sana . benar ?" sambung nya lagi
"Dara hamil " kataku tiba tiba
mengerti bahwa aku sudah merubah arah pembicaraan kami , Rio hanya mendengarkan .
"Dia datang menemui ku di depan kantor Alingga pagi tadi , ia mengatakan kalau itu anak Alingga . bahkan ia memberikan bukti bahwa mereka tidur bersama selama ini , ia datang memintaku meninggalkan Alingga . dia bilang Lingga menceritakan hubungan kami pada Dara sebelum bertunangan " aku mulai terisak
"padahal tadi malam Lingga menelpon kalau ia menginap di rumah mama nya , dia ... dia ... bohong .. dia ... di apartemen Dara semalam entah sudah berapa kali aku ... di bohongi nya ...... " tangis ku makin pecah , Rio memeluk ku membiarkan tangis ku tumpah di baju nya tanpa mengatakan apapun .
Dia tau saat ini aku tidak membutuhkan kata kata manis , aku hanya perlu bahu untuk bersandar .
*
*
*
__ADS_1