Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 36


__ADS_3

*


*


*


Besoknya saat Alingga ke kantor di ruangan nya sudah ada mama nya dan beberapa orang , salah satunya pengacara keluarga mereka .


"mulai hari ini kamu sudah bukan Ceo di sini , serahkan semua ATM dan mobil sama mama !" bu Dewi berkata dengan tegas .


Alingga tidak berkata apa apa , ia mengeluarkan dompet dan kunci mobil melemparnya ke atas meja . setelah itu menanda tangani surat pengalihan lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka .


Bu Dewi terkejut melihat Alingga menyerahkan begitu saja semua , ada perasaan menyesal di hatinya . tapi ia ingin melihat sampai mana Alingga bisa bertahan tanpa harta keluarga . mungkin sebulan lagi ia akan kembali padanya dan meninggalkan perempuan itu . pikir bu Dewi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alingga pergi dengan taxi menuju apartemen nya , mengemasi semua barang miliknya dan pergi ke rumah Ane . Saat sampai di depan rumah Ane , ia melihat bi Sumi yang sedang mengeluarkan motor .


"lho den Alingga tumben sudah datang " bi Sumi menyapa Alingga , ia sedikit heran saat melihat Alingga datang membawa sebuah koper .


"mau kemana bi ?" tanya Alingga


"mau jemput Nana den "


"biar saya saja bi " Alingga mengambil alih motor dari bi Sumi , setelah meletakkan kopernya ke dalam rumah .


"bibi jangan bilang sama Ane ya kalau saya datang , biar saya bilang sendiri . oh ya setelah jemput Nana sekolah kami akan ke kantor Ane untuk makan siang bersama , bibi makan sendiri dulu ya " jelas Alingga , bi Sumi mengiyakan .


Setelah itu Alingga mengendarai motor ke sekolah Alina . bertepatan saat Alingga sampai , sekolah baru saja bubar .


"Papa .. " seru Alina dari jauh saat melihat papanya duduk di atas jok motor , Alingga melambaikan tangan nya .


"kok papa yang jemput , mobil papa mana ?" tanya Alina .


"mobil papa rusak , Alina mau enggak sama papa kalau papa naik motor ?" Alingga bertanya , sebenarnya ia takut mengecewakan Alina jika sudah tidak punya apa apa lagi .


"ya mau lah pa " jawab Alina


"kita ke kantor mama yuk , makan siang bareng mama gimana " ajak Alingga , Alina mengangguk semangat .


meskipun cuaca sedikit panas , tapi Alina terlihat tidak mengeluh . Alingga hanya kasihan melihat Alina yang kena panas karena mereka naik motor .

__ADS_1


sampai di depan kantor Ane , Alingga mengatakan kalau ia sudah di depan kantor Ane bersama Alina .


Ane bergegas keluar kantor , sedikit heran karena tidak melihat mobil Alingga di depan kantornya .


"Mama .. sini " Alina yang sedang duduk di atas jok motor di bawah pohon memanggil Ane .


"kalian naik motor ?" tanya Ane saat sampai di depan mereka .


"iya , nanti aku jelasin . sekarang kamu mau makan apa Nana juga sudah lapar katanya "


"tempat makan yang paling dekat sini saja ya " kata Ane , setelah itu mereka bertiga naik ke atas motor dan pergi ke restoran kecil dekat kantor Ane .


*


"kamu kenapa ?" tanya Ane saat mereka makan siang , Ane bertanya dengan suara pelan . sedangkan Alina sibuk dengan makanan nya .


"mama mengambil semua nya " jawab Alingga


"Lingga .. kamu boleh kok ninggalin aku , aku tidak akan melarang kamu bertemu sama Nana "


"aku tidak akan meninggalkan kamu sayang , kamu masih mau sama aku walau aku sudah miskin ?" tanya Alingga , Ane tertawa mendengar pertanyaan Alingga .


"aku bisa bertahan kok asal kamu enggak ninggalin aku , akhir minggu ini kita nikah ya " Alingga berkata dan mengeluarkan sebuah kotak beludru yang isinya sudah pasti bisa di tebak .


Ane tersenyum dan mengulurkan tangan nya , biarpun lamaran ini tidak romantis tapi tetap saja ia terharu . bahkan sudut mata nya akan mengeluarkan air mata . Alingga mengelap air mata Ane yang hampir jatuh , setelah itu ia memasangkan cincin di jari manis Ane .


"Nana juga mau cincin kaya mama "Alina berkata


"besok kita beli ya , Nana bebas pilih apa saja " balas Alingga . setelah itu mereka melanjutkan makan siang mereka dan mengantar kan Ane kembali ke kantor , sebelum pamit pulang Alingga mengatakan sesuatu pada Ane .


"sayang .. aku juga sudah bawa semua barang aku ke rumah kamu , mulai hari ini aku menggantungkan hidupku sama kamu " kata Alingga setengah bercanda , Ane mencubit lengan Alingga dan membalas "kamu tidur di sofa , di rumah ada bi Sumi . enggak mungkin kita tidur sekamar "


"lho , kita kan mau nikah " protes Alingga


"kan baru mau nikah , tapi belum " ejek Ane , seraya berlalu pergi meninggalkan Alingga dan masuk ke dalam kantor nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya Alingga sudah berada di depan kantor Ane lagi , menjemput Ane .


"kamu enggak capek , bolak balik antar jemput aku Lingga " Ane bertanya saat sudah duduk di atas motor .

__ADS_1


"enggak , peluk aku yang kuat ya sayang malam ini dingin " goda Alingga , Ane mendorong pelan bahu Alingga dari belakang .


"anggap saja kita kayak dulu , waktu masih SMA aku anter jemput kamu ke sekolah " katanya lagi


Ane memeluk pinggang Alingga erat , mengingat saat mereka masih berpacaran dulu waktu masih sekolah . Setelah resmi berpacaran Alingga berhenti mengikutinya naik bus setiap pulang sekolah , berganti dengan mengantar Ane dengan motornya . manisnya masa dulu untuk remaja seperti mereka yang baru mengenal cinta , saat ini pun masih terasa manis karena perasaan itu masih ada sampai sekarang .


Berbeda dengan Ane , Alingga saat ini memikirkan pekerjaan nya . Semua kenalan dan koneksi nya telah ia hubungi berharap salah satu dari mereka bisa membantunya mendapat pekerjaan , tapi sepertinya mamanya itu sudah lebih dulu mengambil tindakan . terbukti tidak ada satupun dari mereka yang bisa menolong Alingga saat ini .


Sebelum pulang ke rumah , mereka menyempatkan diri makan malam di luar .


"minggu ini kita menikah , aku sudah mempersiapkan semua nya . tapi apa kamu mau pernikahan kita tanpa resepsi " kata Alingga


"kamu yakin akan tetap melawan mama kamu ?" Ane bertanya memastikan , Alingga mengangguk pasti .


"besok kita pindah ke rumah ku ya , biar kamu tidak perlu membayar kontrakan lagi . lagipula acara pernikahan kita di adakan di sana , kamu tenang saja ya aku akan mencari pekerjaan agar kamu tidak perlu bekerja lagi " jelas Alingga


"rumah kamu terlalu jauh dari sekolah Nana dan kantor ku , kamu sudah ada rencana mau kerja di mana ?" tanya Ane


"tapi rumah itu terlalu kecil Ane , aku belum mendapat pekerjaan sepertinya mama ku sudah menekan semua koneksi nya agar aku tidak mudah mendapat pekerjaan "


"Lingga .. aku tidak akan menanyakan lagi kepastian kamu , tapi aku punya saran tapi kamu janji jangan marah ya "


"apa ?"


"kamu bisa melamar pekerjaan di tempat Rio " cicit Ane "karena kerja sama kamu dan Rio sudah berakhir , pastinya mama kamu enggak akan menekan perusahaan Rio sekalipun menekan aku yakin Rio tidak akan menuruti nya "sambung nya lagi


"oh .. kamu sangat mengenalnya ya " sinis Alingga


"Maaf .. kalau begitu lupakan perkataan ku tadi " Ane berkata dengan menyesal , ia mengerti kalau Alingga saat ini pasti merasa rendah diri .


"tapi apapun keputusan kamu nanti aku akan selalu mendukung kamu oke " kata Ane menyemangati


"aku akan memikirkan nya , banyak waktu untuk berbicara dengan nya nanti . bukan kah kamu mengundang keluarga mereka untuk menjadi saksi di pernikahan kita , sekarang kamu tenang saja fokus sama pernikahan kita . tabungan ku pun masih cukup bahkan jika kamu ingin pergi bulan madu ke luar negeri " Alingga menjelaskan dan mengecup punggung tangan Ane .


"bulan madu apa .. " Ane tersipu malu .


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2