Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 52


__ADS_3

*


*


*


Rio sampai di rumah sakit malam hari nya untuk bertemu dengan Alingga , Ia juga membawakan makan malam untuk Alingga karena Alina dan bi Sumi sudah pulang ke rumah sore tadi di jemput oleh supir .


Rio meletakkan kotak makan dan sebuah map di meja , Alingga lebih memilih map tersebut dari pada makan malam nya . Ia membaca isi map tersebut yang berisikan tentang tindak tanduk Ronald selama beberapa tahun terakhir .


Rio berjalan ke ranjang Ane , memperhatikan Ane yang masih terbaring seperti sedang tertidur pulas .


"Hai Ane .. cepatlah bangun , lihat lah Alingga yang selalu tidur larut dan makan tidak tepat waktu " Rio tetap menyapa Ane , walau ia tau Ane tidak akan menjawab nya .


Sampai saat ini ia tetap bekerja keras membantu Alingga menyelidiki kasus Ane , itu menunjukan perhatian nya sebagai teman .


Dan juga untuk membuat beban di hati Felicia lebih ringan , sebab sampai saat ini Felicia masih sering termenung memikirkan sebab-akibat ia mengajak Ane berbelanja dulu .


Bahkan setelah melahirkan ia sempat mengalami baby blues , karena tekanan dalam hati nya . Meskipun Alingga sendiri sudah mencoba memberi pengertian padanya , bahwa apa yang sudah terjadi tidak bisa di ubah lagi . dan itu semua bukan salah Felicia sepenuh nya .


"Kenapa tiba tiba kau curiga dengan nya ?" tanya Rio , ia sempat heran saat Alingga meminta nya dan Rio menyelidiki pak Ronald . tapi , setelah mereka berdua mendapatkan hasilnya . itu membuat mereka lebih terkejut dengan penemuan mereka tentang nya .


Bukan hanya skandal pak Ronald dengan beberapa wanita yang mereka temukan , bahkan penggelapan uang yang sering ia lakukan dulu sudah terkuak .


Alingga mengucapkan sumpah serapah setelah mengetahui info yang di berikan Rio dan Leo .


Begitu percaya kah papanya dengan Ronald , sehingga ia dengan begitu mudah nya di perdaya selama bertahun tahun lamanya .


Alingga menceritakan pertemuan nya dengan Hana , Rio pun sudah tau secara garis besar siapa Brama .


Rio mengangguk menanggapi Alingga .


"Lalu apa rencana mu sekarang ?" tanya Rio


"aku harus menemukan bukti keterlibatan nya dengan penculikan mama ku , lalu mengusut semua penggelapan Dana yang pernah ia lakukan dan menjebloskan nya ke dalam penjara " jawab Alingga .


"Sepertinya kita harus melihat sikap Brama " tukas Rio .


Setelah itu mereka berbicara panjang lebar mengenai hal apa saja , untuk mengisi waktu sampai kedatangan Brama .

__ADS_1


Tapi hingga hampir tengah malam Brama tidak juga datang , itu membuat kecurigaan mereka bertambah yakin . kalau Brama bersekongkol dengan Ronald . Apalagi Sarah sudah mengabarkan padanya kalau Brama , sudah pergi dari kantor sejak sore tadi dengan terburu buru .


"Sepertinya ia tidak akan datang " ujar Rio


"ku rasa begitu , lebih baik kau pulang lah Felicia pasti sudah menunggu mu " kata Alingga


Rio bergumam menjawab perkataan Alingga , ia pamit pulang . tapi pada saat ia membuka pintu keluar seseorang jatuh di hadapan nya . dengan sigap Rio menangkap orang tersebut yang tidak lain adalah Brama .


"apa yang terjadi ?" tanya Alingga saat melihat Brama datang dengan keadaan yang penuh luka .


Pakaian nya sudah compang camping , pinggir bibir nya sobek . Seluruh tubuh nya penuh memar dan luka goresan .


Mendengar pertanyaan Alingga , Brama langsung menegakan badan nya dan berjalan menghampiri Alingga lalu .


BUGH


Satu tinjuan ia layangkan ke wajah Alingga , meskipun tidak sekuat tenaga . karena tenaga nya yang sudah hampir habis membuat Rio dengan mudah nya menarik tubuh Brama .


"apa yang kau lakukan " seru Rio


"sudah ku bilang , jangan pernah menemui mama ku . lihat akibat perbuatan mu ! " geram Brama


Brama menjatuhkan tubuh nya di sofa . Ia masih diam , mengatur nafas . setelah cukup lama berlari . Rio menyodorkan segelas air putih pada Brama . Setelah merasa ebih tenang , Brama mulai menceritakan situasinya .


Ia masih di kantor saat itu , saat Ronald tidak berhenti menghubungi nya . Karena ia tidak juga mengacuhkan panggilan nya Ronald mengirimkan nya foto .


"Apakah kau tau foto apa yang di kirimkan nya " bentak Brama . Alingga dan Rio sama cemas dan bingung nya .


"Ia mengirimkan foto mama ku dalam keadaan .. yang .. cukup .. "Brama tidak melanjutkan kalimat nya , ia sungguh tidak sanggup untuk mengatakan kalau mamanya sudah di siksa dan di lecehkan oleh bajingan Ronald .


Rio paham , ia langsung keluar ruangan dan mencari perawat untuk mengobati luka Brama .


Ruangan dalam keadaan hening , hanya bunyi dentingan logam saat suster merawat luka di tubuh Brama . Juga suara Brama yang sesekali mendesis menahan sakit .


Rio dan Alingga merasa tegang , karena tidak menyangka kalau Ronald bisa berbuat senekat itu . Ia langsung menghubungi bawahan nya untuk lebih ketat menjaga rumah nya . Juga ia memberitahu mamanya kalau mereka di rumah tidak ada yang di izinkan keluar rumah sementara ini , meskipun itu jarak yang dekat .


Rio pun melakukan hal serupa , sebab ia di beritahu Brama kalau semua yang berhubungan dengan Alingga Ronald sudah mengetahui nya . Bahkan Ronald yang membantu Brama menekan Setya Group dulu , saat bu Dewi dan Alingga berselisih .


"Kenapa ia berbuat seperti itu pada tante Hana ?" Alingga bertanya pada Brama , setelah perawat itu keluar . Ia juga memberikan Brama pakaian gantinya yang ada di rumah sakit .

__ADS_1


"Ia pikir mamaku sudah menceritakan semua tentang Ronald pada mu " jawab Brama .


Alingga memberikan kartu ucapan yang di berikan Hana tadi siang kepada Brama .


"Bukan kah sudah ku bilang untuk tidak menemui mama ku !" sentak Brama , ia meremas kartu di tangan nya .


"Sebaiknya kau berikan aku jawaban , apakah kau terlibat dalam kecelakaan Ane " Alingga membentak Brama , Rio mencoba menahan emosi Alingga yang hampir meluap keluar .


Brama terdiam , mendengar pertanyaan Alingga . Sejujurnya ia bingung , apa yang akan ia katakan pada Alingga .


Alingga menarik kerah baju Brama , merasa emosi .


"Aku hanya mengetahui kalau ia berniat menculik mama mu dan membuat ia menanda tangani surat pengalihan saham , setah itu ia menghubungi ku lagi kalau rencana nya gagal karena istri mu menyelamatkan nya " jelas Brama .


Setelah itu ia menjelaskan bagaimana ia pertama kali bertemu dengan Ronald , dan semua yang di katakan padanya tentang keluarga Erlangga . ayah kandung nya .


Awalnya Brama akan menemui sendiri Alingga , tapi ia termakan hasutan Ronald dan mengikuti rencana nya .


Ia juga tidak menyangka kalau Ronald akan bertindak ekstrim dengan menculik bu Dewi , ia pun tidak ingin ikut campur tentang itu . Hingga ia ragu dengan Ronald dan memberitahu mamanya tentang Ronald .


Mamanya menentang keras Brama yang berhubungan dengan Ronald , tapi ia tidak menjelaskan alasan nya .


Ternyata selama ini mereka berdua adalah bidak catur yang Ronald ciptakan untuk melancarkan balas dendam nya .


"Saat ini yang harus di utamakan adalah keselamatan tante Hana " kata Rio


"ke mana mereka membawa mu ?" tanya Alingga


"Aku tidak tau , Ronald menyuruh ku datang ke sebuah gudang kosong . sampai nya di sana aku tidak menemukan mama ku , mereka menyergap ku . aku berhasil kabur dari sana , tapi mama ku .. aku tidak tau di mana ia sekarang . apakah ia .. selamat atau tidak aku tidak .. tau " Brama menjelaskan dengan lirih di akhir kalimat nya .


Rio dan Alingga mengerahkan semua bawahan dan koneksi nya untuk menemukan Hana , Ia juga menyuruh mereka untuk menangkap Dara dan membawanya ke hadapan Alingga sekarang . Bagaiman pun Dara adalah putri Ronald , mungkin ia bisa mengancam Ronald menggunakan putrinya .


Semoga Hana baik baik saja , Alingga lebih cemas dan merasa menyesal karena Hana seperti ini akibat ia menemui Hana tadi siang . itu menandakan kalau Ronald selama ini masih mengawasi Hana .


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2