Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 7


__ADS_3

*


*


*


Bangun pagi ini Ane masih sendiri , sudah tiga malam Alingga tidak pulang . Di kantor pun mereka hanya bicara seperlunya saja . Apalagi Dara sering datang ke kantor , mengajak Alingga pergi mengurus pertunangan mereka .


seperti siang ini , Dara datang dengan Alingga setelah makan siang bersama .


Wajah nya sangat bahagia , setelah memasuki ruangan . Dara pergi ke ruang istirahat , menunggu Alingga selesai bekerja dan mereka pulang bersama .


"Ane , apa jadwal ku setelah ini ?" tanya Alingga


Ane bangkit dari duduk nya dan menghampiri Alingga , menyerahkan jadwal Alingga di buku catatan nya tanpa berniat membacakan nya .


Alingga mengangguk , mengambil pena dan menuliskan sesuatu di buku catatan Ane lalu menyerahkan nya pada Ane .


nanti malam aku pulang , aku merindukanmu


maafkan aku sayang


itulah isi dari catatan yang di tulis Alingga .


Fix ..


Ane merasa benar benar menjadi simpanan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah jam sepuluh tapi Alingga belum datang juga , bahkan masakan Ane sudah jadi dingin sejak tadi .


membereskan makanan di atas meja , Ane pun melewatkan makan malam nya . lebih memilih tidur tanpa menunggu si brengsek Alingga lagi .


*


Entah jam berapa saat Ane terusik dalam tidurnya merasakan seseorang sedang mengelus rambut nya .


"Sayang , maaf mengganggu tidur mu" ujar Alingga saat melihat Ane membuka mata .


"Sudah tau mengganggu , kenapa masih juga pulang" cetus Ane sambil menarik selimut nya sampai menutupi kepalanya


Alingga gemas melihat Ane yang merajuk , dia menarik selimut Ane dan merebahkan badan nya di sebelah kekasih nya itu . membalikan badan Ane agar menghadap nya .


"Jadi aku tidak perlu pulang lagi ?" goda Alingga


"Terserah "


Ane membalikan badan nya memunggungi Alingga yang kebingungan dengan kata keramat wanita


'TERSERAH' ...


memeluk Ane dari belakang , Alingga memejamkan mata untuk beristirahat .


Ane dengan cepat pergi ke alam mimpi , di pelukan kekasih nya setelah tiga malam nya di lalui tanpa tidur yang nyenyak .


*


Pagi sekali Ane sudah bersiap siap pergi ke kantor setelah membuatkan sarapan untuk mereka berdua .


Ane membangunkan Alingga yang masih tertidur , menatap wajah kekasih nya dengan senyum sendu di bibir nya .


"Pagi ..." sapa Alingga


"bangunlah , aku sudah membuat sarapan "

__ADS_1


"bisakah kamu hari ini berangkat ke kantor sendiri ?"


"Kenapa ?"


"Aku harus menjemput Dara , setelah itu fitting baju"


"Maksud ku kenapa kamu bertanya , biasanya juga aku pulang pergi sendiri saat kamu sibuk sama tunangan mu " Sindir Ane sarkas


"Ane please , kita sudah membicarakan ini sebelumnya "


"Ya ... dan hasilnya tetap sama "


" bertahan lah sebentar lagi , setelah semua nya selesai kita bisa bersama seperti dulu lagi"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari yang menyakitkan sudah di depan mata , besok adalah hari pertunangan Alingga dan Dara .


entah kenapa Ane merasa bahwa Alingga akan pergi darinya untuk selamanya .


semoga saja ini hanya pikiran buruk yang berlebihan , hari ini Ane izin kerja ia merasa kurang sehat . sudah dua hari ini kepalanya sering pusing , mungkin efek kelelahan dan stres berlebihan .


Sudah dua hari Alingga tidak pulang , ingin sekali ia menghubungi kekasihnya untuk mengabarkan bahwa ia sedang sakit . Tapi Ane takut mengganggu Alingga . sudah lah lebih baik ia istirahat saja di kamar , hari pun sudah malam mungkin Alingga sudah tidur .


*


Pagi ini Ane bangun dengan badan yang lemas , ia ingin membuat sarapan saat telepon nya berdering .


" hallo " jawab Ane


"Ane apakah kamu baik baik saja ?" tanya Rio


Ya .. yang menelpon Ane adalah Rio , ia tau hari ini Alingga bertunangan dengan Dara itu sebabnya ia menghubungi Ane untuk memastikan bahwa ia baik baik saja .


"Kenapa suaramu seperti itu , apakah kamu sakit ?"


"Tidak , aku baru saja bangun tidur "


"Oke , jika kamu butuh sesuatu kamu bisa menghubungi ku "


"Pasti , terima kasih sebelumnya"


Ane menutup panggilan .


Membuat sarapan untuk dirinya sendiri , setelah itu duduk di depan tv . menghidupkan tv agar suasana tidak sepi . Ane melanjutkan lamunan nya .


*


Di tempat lain Alingga sibuk menyapa tamu yang datang , sebentar lagi acara di mulai .


Alingga berdiri dengan gelisah ia mengkhawatirkan Ane , sebab ia dari kemarin tidak punya waktu untuk menghubungi nya . menanyakan keadaan nya .


Dara berjalan menghampiri Alingga , memeluk lengan calon tunangan nya itu . dan membisikan sesuatu .


Setelah nya mereka beranjak pergi .


Sesampainya mereka di tempat sepi , Alingga melepaskan tangan Dara .


"Apa yang kamu tau tentang Ane ?" sentak Alingga


"Aku tau kalian punya hubungan , kamu tenang saja aku tidak akan menghalangi kalian . kamu boleh bersama nya setelah kita memutuskan hubungan ini , dengan syarat "


"Jangan bertele-tele , katakan apa mau mu "


"Aku tau kamu bertunangan dengan ku hanya karena wasiat papa mu , maka aku meminta lima persen saham sebagai bayaran ku yang telah membantu mu "

__ADS_1


"Deal "


Dara tertawa , kenapa semudah itu Alingga menyetujui nya .


"Aku belum selesai honey , dan aku ingin kamu menginap di apartemen ku malam ini"


"Jangan terlalu percaya diri Dara , aku tidak akan tergoda oleh mu "


"hahaha .. ayolah jangan berpikir berlebihan , aku hanya tidak ingin terlihat menyedihkan . di malam pertunangan ku , menghabiskan waktu sendiri . Hanya menginap tidak lebih aku janji "


"Baiklah " Alingga menyanggupi dan pergi meninggalkan Dara begitu saja .


*


Malam ini Ane sudah tidak tahan lagi , ia menelpon Rio dan meminta tolong menjemput Ane di lobby apartemen .


"Hei kenapa wajah mu pucat sekali Ane ?" tanya Rio khawatir , setelah bertemu dengan Ane .


" Aku tidak enak badan"


"Apakah kamu sudah makan?"


Ane menggelengkan kepalanya


"Aku tidak bisa makan perutku rasanya mual , jika di isi sesuatu . sepertinya asam lambungku naik "


"Baiklah kita ke dokter sekarang "


Rio menggandeng Ane yang terlihat lemah , menuju mobil nya . setelah membawa Ane masuk ke dalam mobil nya , Rio menghidupkan mesin mobil dan bergegas menuju rumah sakit terdekat .


"Apakah kamu masih bisa menahan nya?"


tanya Rio memastikan


"Aku baik baik saja , hanya sedikit lemas "


"kenapa pagi itu saat aku telepon kamu tidak mengatakan yang sebenarnya ?"


"Maaf , aku pikir setelah istirahat yang cukup aku akan baik baik saja " jawab Ane


"jangan marah lagi oke , bukankah aku sudah meminta tolong padamu sekarang " sambung nya lagi .


Iya , Ane memang menghubungi Rio untuk meminta tolong setelah panggilan nya berkali kali tidak di jawab oleh Alingga .


'Maafkan aku Rio' batin Ane merasa bersalah .


Dua puluh menit kemudian mereka telah sampai di rumah sakit , setelah memarkirkan mobilnya . Rio membawa Ane masuk ke dalam rumah sakit .


Mendaftarkan Ane di meja depan , Rio masih setia menuntun Ane ke ruangan dokter yang akan memeriksa nya .


Mereka di sambut oleh seorang dokter wanita dan dua perawat . kedua perawat itu membantu Ane menaiki ranjang rumah sakit , setelah menutup tirai penghalang Dokter langsung memeriksa keadaan Ane , setelah cukup yakin Dokter tersebut meminta Ane untuk melakukan tes urine yang di bantu oleh salah satu perawat .


Setelah menjalani pemeriksaan , Ane keluar dan duduk di sebelah Rio . Wajah nya masih pucat .


lalu dokter menyusul duduk di seberang mereka .


"Bu Ane asam lambung nya naik , dan selain itu bu Ane sedang hamil tiga minggu menurut perkiraan saya " jelas sang dokter tersebut


DEG


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2