
*
*
*
Bangun pagi ini Ane masih sendiri , sudah tiga malam Alingga tidak pulang . Di kantor pun mereka hanya bicara seperlunya saja . Apalagi Dara sering datang ke kantor , mengajak Alingga pergi mengurus pertunangan mereka .
seperti siang ini , Dara datang dengan Alingga setelah makan siang bersama .
Wajah nya sangat bahagia , setelah memasuki ruangan . Dara pergi ke ruang istirahat , menunggu Alingga selesai bekerja dan mereka pulang bersama .
"Ane , apa jadwal ku setelah ini ?" tanya Alingga
Ane bangkit dari duduk nya dan menghampiri Alingga , menyerahkan jadwal Alingga di buku catatan nya tanpa berniat membacakan nya .
Alingga mengangguk , mengambil pena dan menuliskan sesuatu di buku catatan Ane lalu menyerahkan nya pada Ane .
nanti malam aku pulang , aku merindukanmu
maafkan aku sayang
itulah isi dari catatan yang di tulis Alingga .
Fix ..
Ane merasa benar benar menjadi simpanan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah jam sepuluh tapi Alingga belum datang juga , bahkan masakan Ane sudah jadi dingin sejak tadi .
membereskan makanan di atas meja , Ane pun melewatkan makan malam nya . lebih memilih tidur tanpa menunggu si brengsek Alingga lagi .
*
Entah jam berapa saat Ane terusik dalam tidurnya merasakan seseorang sedang mengelus rambut nya .
"Sayang , maaf mengganggu tidur mu" ujar Alingga saat melihat Ane membuka mata .
"Sudah tau mengganggu , kenapa masih juga pulang" cetus Ane sambil menarik selimut nya sampai menutupi kepalanya
Alingga gemas melihat Ane yang merajuk , dia menarik selimut Ane dan merebahkan badan nya di sebelah kekasih nya itu . membalikan badan Ane agar menghadap nya .
"Jadi aku tidak perlu pulang lagi ?" goda Alingga
"Terserah "
Ane membalikan badan nya memunggungi Alingga yang kebingungan dengan kata keramat wanita
'TERSERAH' ...
memeluk Ane dari belakang , Alingga memejamkan mata untuk beristirahat .
Ane dengan cepat pergi ke alam mimpi , di pelukan kekasih nya setelah tiga malam nya di lalui tanpa tidur yang nyenyak .
*
Pagi sekali Ane sudah bersiap siap pergi ke kantor setelah membuatkan sarapan untuk mereka berdua .
Ane membangunkan Alingga yang masih tertidur , menatap wajah kekasih nya dengan senyum sendu di bibir nya .
"Pagi ..." sapa Alingga
"bangunlah , aku sudah membuat sarapan "
__ADS_1
"bisakah kamu hari ini berangkat ke kantor sendiri ?"
"Kenapa ?"
"Aku harus menjemput Dara , setelah itu fitting baju"
"Maksud ku kenapa kamu bertanya , biasanya juga aku pulang pergi sendiri saat kamu sibuk sama tunangan mu " Sindir Ane sarkas
"Ane please , kita sudah membicarakan ini sebelumnya "
"Ya ... dan hasilnya tetap sama "
" bertahan lah sebentar lagi , setelah semua nya selesai kita bisa bersama seperti dulu lagi"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari yang menyakitkan sudah di depan mata , besok adalah hari pertunangan Alingga dan Dara .
entah kenapa Ane merasa bahwa Alingga akan pergi darinya untuk selamanya .
semoga saja ini hanya pikiran buruk yang berlebihan , hari ini Ane izin kerja ia merasa kurang sehat . sudah dua hari ini kepalanya sering pusing , mungkin efek kelelahan dan stres berlebihan .
Sudah dua hari Alingga tidak pulang , ingin sekali ia menghubungi kekasihnya untuk mengabarkan bahwa ia sedang sakit . Tapi Ane takut mengganggu Alingga . sudah lah lebih baik ia istirahat saja di kamar , hari pun sudah malam mungkin Alingga sudah tidur .
*
Pagi ini Ane bangun dengan badan yang lemas , ia ingin membuat sarapan saat telepon nya berdering .
" hallo " jawab Ane
"Ane apakah kamu baik baik saja ?" tanya Rio
Ya .. yang menelpon Ane adalah Rio , ia tau hari ini Alingga bertunangan dengan Dara itu sebabnya ia menghubungi Ane untuk memastikan bahwa ia baik baik saja .
"Kenapa suaramu seperti itu , apakah kamu sakit ?"
"Tidak , aku baru saja bangun tidur "
"Oke , jika kamu butuh sesuatu kamu bisa menghubungi ku "
"Pasti , terima kasih sebelumnya"
Ane menutup panggilan .
Membuat sarapan untuk dirinya sendiri , setelah itu duduk di depan tv . menghidupkan tv agar suasana tidak sepi . Ane melanjutkan lamunan nya .
*
Di tempat lain Alingga sibuk menyapa tamu yang datang , sebentar lagi acara di mulai .
Alingga berdiri dengan gelisah ia mengkhawatirkan Ane , sebab ia dari kemarin tidak punya waktu untuk menghubungi nya . menanyakan keadaan nya .
Dara berjalan menghampiri Alingga , memeluk lengan calon tunangan nya itu . dan membisikan sesuatu .
Setelah nya mereka beranjak pergi .
Sesampainya mereka di tempat sepi , Alingga melepaskan tangan Dara .
"Apa yang kamu tau tentang Ane ?" sentak Alingga
"Aku tau kalian punya hubungan , kamu tenang saja aku tidak akan menghalangi kalian . kamu boleh bersama nya setelah kita memutuskan hubungan ini , dengan syarat "
"Jangan bertele-tele , katakan apa mau mu "
"Aku tau kamu bertunangan dengan ku hanya karena wasiat papa mu , maka aku meminta lima persen saham sebagai bayaran ku yang telah membantu mu "
__ADS_1
"Deal "
Dara tertawa , kenapa semudah itu Alingga menyetujui nya .
"Aku belum selesai honey , dan aku ingin kamu menginap di apartemen ku malam ini"
"Jangan terlalu percaya diri Dara , aku tidak akan tergoda oleh mu "
"hahaha .. ayolah jangan berpikir berlebihan , aku hanya tidak ingin terlihat menyedihkan . di malam pertunangan ku , menghabiskan waktu sendiri . Hanya menginap tidak lebih aku janji "
"Baiklah " Alingga menyanggupi dan pergi meninggalkan Dara begitu saja .
*
Malam ini Ane sudah tidak tahan lagi , ia menelpon Rio dan meminta tolong menjemput Ane di lobby apartemen .
"Hei kenapa wajah mu pucat sekali Ane ?" tanya Rio khawatir , setelah bertemu dengan Ane .
" Aku tidak enak badan"
"Apakah kamu sudah makan?"
Ane menggelengkan kepalanya
"Aku tidak bisa makan perutku rasanya mual , jika di isi sesuatu . sepertinya asam lambungku naik "
"Baiklah kita ke dokter sekarang "
Rio menggandeng Ane yang terlihat lemah , menuju mobil nya . setelah membawa Ane masuk ke dalam mobil nya , Rio menghidupkan mesin mobil dan bergegas menuju rumah sakit terdekat .
"Apakah kamu masih bisa menahan nya?"
tanya Rio memastikan
"Aku baik baik saja , hanya sedikit lemas "
"kenapa pagi itu saat aku telepon kamu tidak mengatakan yang sebenarnya ?"
"Maaf , aku pikir setelah istirahat yang cukup aku akan baik baik saja " jawab Ane
"jangan marah lagi oke , bukankah aku sudah meminta tolong padamu sekarang " sambung nya lagi .
Iya , Ane memang menghubungi Rio untuk meminta tolong setelah panggilan nya berkali kali tidak di jawab oleh Alingga .
'Maafkan aku Rio' batin Ane merasa bersalah .
Dua puluh menit kemudian mereka telah sampai di rumah sakit , setelah memarkirkan mobilnya . Rio membawa Ane masuk ke dalam rumah sakit .
Mendaftarkan Ane di meja depan , Rio masih setia menuntun Ane ke ruangan dokter yang akan memeriksa nya .
Mereka di sambut oleh seorang dokter wanita dan dua perawat . kedua perawat itu membantu Ane menaiki ranjang rumah sakit , setelah menutup tirai penghalang Dokter langsung memeriksa keadaan Ane , setelah cukup yakin Dokter tersebut meminta Ane untuk melakukan tes urine yang di bantu oleh salah satu perawat .
Setelah menjalani pemeriksaan , Ane keluar dan duduk di sebelah Rio . Wajah nya masih pucat .
lalu dokter menyusul duduk di seberang mereka .
"Bu Ane asam lambung nya naik , dan selain itu bu Ane sedang hamil tiga minggu menurut perkiraan saya " jelas sang dokter tersebut
DEG
*
*
*
__ADS_1