Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 56


__ADS_3

*


*


*


Alingga menuntun Alina keluar dari pemakaman , di belakang nya Brama berjalan dengan lesu . Sesekali ia menoleh ke belakang , melihat makam yang baru saja ia tinggalkan . Sekarang ia benar-benar tidak punya siapapun lagi , menyesal pun sudah terlambat . jika saja ia tidak di buta kan oleh dendam dan keserakahan , mungkin sampai saat ini mamanya masih bersama nya .


Alingga menghentikan langkah nya di gerbang pemakaman , ia menoleh ke belakang untuk melihat Brama .


"Apakah kau ingin pulang ke rumah ku ?" tanya Alingga


"Tidak perlu , terima kasih "jawab Brama


"Hei .. kau tidak sendiri , kau masih punya aku kakak mu "Hibur Alingga


"Aku tau perkataan ini sudah terlambat , tapi aku sungguh menganggap mu sebagai adik ku " sambung nya lagi .


Brama menatap Alingga , ia sungguh tidak bisa berkata apapun . Seketika Brama memeluk Alingga , ia menumpahkan air mata nya di bahu Alingga . Alingga menepuk-nepuk punggung Brama dengan pelan .


"Sudah .. kita akan baik-baik saja jika bersama " kata Alingga , ia merasakan perasaan lain di hati nya saat merasakan pelukan dari Brama .


Brama melepaskan pelukan nya dan berkata dengan canggung "aku pulang dulu " tanpa menunggu Alingga menjawab nya , ia langsung pergi menuju mobil nya .


Alingga menggelengkan kepalanya , setelah itu ia mengajak Alina untuk pulang .


Di dalam mobil terasa hening , Alina hanya menatap ke arah jalan . Sesekali Alingga memperhatikan putrinya itu , ia merasa sakit karena keceriaan Alina kini sudah hilang .


"Apakah mama akan seperti Oma Hana ?" tanya Alina tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalan .


Alingga menepikan mobilnya ke tepi jalan .


"Nana .. " panggil Alingga , Alina mengalihkan pandangan nya pada papanya .


"Setiap orang pada saat nya pasti akan meninggal , kita hanya tidak tau kapan dan bagaimana cara kita meninggalkan dunia ini " terang Alingga .


"Tapi .. kata mereka mama sebenarnya sudah tidak ada lagi .. papa hanya memaksakan mama untuk bertahan "


"Selama jantung mama masih berdetak ... papa akan terus berusaha dan berharap .. "

__ADS_1


"Apakah mama kesakitan ?"


"mama pasti akan baik-baik saja .. papa yakin itu .. ia sudah berjanji tidak akan meninggalkan papa .. " Alingga menjawab dengan pasti .


Alina tidak mengatakan apa apa lagi , meskipun papanya sangat yakin . tapi ia bisa melihat kesedihan dalam matanya .


Alingga menjalankan kembali mobilnya . Ia berusaha menutupi kesedihan dalam hatinya .


*


"Apa yang sakit ?" Felicia bertanya pada suaminya saat ia melihat suaminya itu mengerutkan dahi .


Ia bersyukur karena Rio baik-baik saja . Untung saja peluru itu tidak terkena organ vital nya , jika terjadi sesuatu pada Rio ia sungguh tidak tahu bagaimana hidupnya nanti .


"Aku tidak apa .. " jawab Rio


"Mama akan datang membawa Bian nanti .. " kata Felicia .


"oh ya .. aku rindu padanya "


"iya setelah pemakaman tante Hana nanti ia akan datang "


"Sayang .. " panggil Felicia , melihat suaminya itu termenung ia berusaha menghibur nya . Meskipun mereka tidak kenal siapa Hana tapi kejadian yang menimpa Hana sangat tragis .


"Bagaimana keadaan Nana ?" Rio mengalihkan pembicaraan .


"Luka nya tidak serius , hanya saja .. keadaan psikologis nya tidak baik , dokter yang menangani nya mengatakan kalau perubahan sifat Nana sekarang adalah bentuk pertahanan dirinya dari rasa trauma " jelas Felicia


"Kasihan Nana .. ia pasti merasa sangat ketakutan saat itu " kata Rio iba .


"Iya .. Nana sudah tidak riang lagi seperti dulu , ia sangat dingin dan acuh tak acuh "


"Semoga ia bisa kembali seperti semula "Rio berharap .


*


Sudah tiga bulan berlalu sejak kejadian penculikan itu , Alingga sudah membawa putrinya untuk konsultasi rutin dengan psikolog terbaik . Tapi Alina belum ada perubahan , ia menjadi lebih pendiam . Ia bahkan tidak acuh pada adiknya , tetapi ia masih tetap peduli pada adiknya itu karena Nana pernah menolong Dean yang hampir terjatuh di tangga . Meskipun ia berubah menjadi lebih dingin , tapi rasa kepedulian nya tidak hilang .


Menurut dokter itu baik-baik saja , Alina akan kembali seperti semula seiring berjalan nya waktu .

__ADS_1


Saat di bawa ke tempat Ane pun ia tidak banyak bicara , dan yang paling Alingga cemaskan ialah putrinya tidak pernah menangis sejak kejadian itu .


Ia mengutuk Ronald yang telah membuat putrinya yang periang itu berubah , sebelum di jebloskan ke penjara ia dan Brama sempat menyiksa Ronald . Sedangkan Dara hidup nya saat ini sudah tidak jelas , karena kekayaan Ronald banyak yang di sita . Karena kasus penggelapan dana nya di perusahaan , membuat istrinya pergi dari rumah meninggalkan Dara begitu saja .


Ia juga memberi tekanan pada Sean , kekasih gelap Dara agar tidak membantu Dara sedikit pun . kalau tidak ia akan membeberkan perselingkuhan nya dengan Dara ke istrinya dan media .


Ronald di berikan hukuman seumur hidup karena perbuatan nya , membuat ia terkena pasal berlapis .


Alingga cukup puas dengan keputusan tersebut , tentu saja ia juga mengirimkan beberapa hadiah untuk Ronald yang berada di dalam penjara . Heh .. semoga ia menikmati nya .


Mama nya sudah mulai merubah sikap nya pada Brama , bagaimana pun perbuatan papanya dulu bukan atas kehendak nya sendiri . Ia juga memasukan Brama ke dalam kartu keluarga mereka . Saat ini Brama memimpin anak perusahaan Erlangga , yang Alingga berikan untuk nya .


Sesekali ia juga datang ke rumah Alingga untuk sekedar makan malam , atau acara keluarga .


*


Saat ini Alingga berada di rumah sakit , menjaga Ane . Ia masih setia menceritakan setiap hal yang terjadi setiap harinya di keluarga mereka . Ia selalu menggenggam tangan Ane , meskipun kondisi Ane belum ada kemajuan sejak terakhir kali putrinya melihat air mata di sudut mata mama nya itu .


"Ane .. kamu harus bangun secepat nya , Nana tidak pernah main lagi bersama Dean .. meskipun ia tetap menjaga adiknya saat sedang bermain , tapi aku tidak pernah melihat senyum dan tangis nya lagi .. " kata Alingga .


Alingga masih berbicara di samping istrinya itu , sesekali ia mencium tangan Ane untuk meluapkan kesedihan nya .


Tapi malam ini mukjizat itu terjadi , Alingga merasakan jari telunjuk Ane bergerak dengan lemah . Ia langsung beranjak dari duduk nya untuk memanggil dokter lewat Nurse call .


Tidak lama seorang dokter dan perawat masuk ke ruangan Ane .


"Ia menggerakkan jarinya dok "Seru Alingga saat melihat dokter masuk .


"kita periksa dulu ya , bapak bisa menunggu di samping dengan tenang " kata dokter itu .


Alingga mengangguk antusias . Ia sungguh berharap kalau keadaan Ane bisa ada kemajuan .


Ia terus berdoa dalam hati saat melihat dokter dan perawat menjalani beberapa pemeriksaan di tubuh Ane .


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2