
**hai .. bisakah saya meminta tolong ?
untuk meninggalkan jejak dan kritik kalian jika karya saya ada yang salah atau kurang memuaskan ..
happy reading dan terima kasih ☺️**
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari pertunangan Ane dan Rio semakin dekat , prosesnya juga sudah hampir selesai . undangan sudah tersebar . mereka hanya mengundang kerabat dekat saja atas permintaan Ane .
saat mereka menikah maka ia akan menyerahkan semua keputusan pada keluarga Rio .
"Ane .. apakah tidak ada satupun yang akan kamu undang ? " Rio bertanya
Ane memikirkan sejenak , "Tidak .. kamu kan tau keseharian ku hanya sebatas rumah dan resto "
"ahh mungkin aku bisa mengundang dokter Sharon , mengingat hubungan kami lumayan akrab . dan sering makan siang bersama " sambung Ane
"Dokter Sharon ?"
"iya .. dia Dokter yang menangani Nana jika sedang sakit " jelas Ane
"kalau begitu kita akan menyuruh orang mengirimkan nya undangan " kata Rio , dan Ane mengangguk setuju .
*
Alingga sedang terjebak di sebuah restoran saat ini , lagi lagi ia harus menuruti mamanya .
"Lingga mama yakin dengan pilihan mama sekarang , kamu tidak akan kecewa " bujuk bu Dewi
"baiklah Lingga akan datang , tapi ini yang terakhir " tegas Alingga "Sudah dua tahun Lingga menuruti mama , Lingga sudah capek ma " sambung nya lagi
"oke , cepatlah bersiap karena hanya malam ini ia ada waktu , besok ia akan kembali ke rumah nya di Bandung " desak bu Dewi pada anaknya .
Lamunan Alingga berhenti saat ia melihat seorang wanita duduk di depan nya , penampilannya sederhana , tidak seperti wanita yang pernah mamanya kenalkan . Wanita ini hanya menggunakan riasan seadanya dan berpakaian dengan sopan .
"Maaf , sudah membuat mu lama menunggu "
kata si wanita itu
"Hmm " jawab Alingga dingin seperti biasa
"jadi Alingga .. apa yang bisa kita bicarakan ?"
"Siapa nama mu dan apa kesibukan mu saat ini ?" tanya Alingga datar
"apakah kamu tidak tertarik dengan perjodohan ini ? atau mamamu tidak mengatakan apapun tentang ku ?" tanya wanita tersebut
__ADS_1
"Aku meninggalkan mama ku sebelum ia selesai berbicara " jawab Alingga asal
Wanita tersebut menghela nafas pelan "Sebenarnya aku malas untuk menjelaskan diriku di depan orang asing yang dingin sepertimu , tapi yasudah daripada aku harus mengulang pertemuan lagi . jadi Alingga perkenalkan nama saya Sharon dan saya bekerja di salah satu rumah sakit di Bandung sebagai Dokter spesialis anak "
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah pertemuan nya dengan Alingga dua malam yang lalu , Sharon sudah kembali pada rutinitas nya seperti biasa . Pertemuan nya dengan Alingga mencapai kesepakatan . Mereka berdua akan mencoba untuk mengenal lebih dekat , Alingga yang beralasan kalau ia sudah muak di kenalkan dengan wanita wanita yang mama nya pilih . Sedangkan Sharon yang menjawab dengan lugas kalau selama ini hanya Alingga yang memenuhi kriteria dari sekian sekian banyak calon yang di kenalkan orang tua nya .
Intinya mereka berdua sudah lelah dengan keluarga mereka yang tidak pernah menyerah mencarikan anak nya pasangan .
Tapi harus Sharon akui bahwa , hanya Alingga yang bisa membuat nya berdebar sejak pertemuan pertama mereka .
Tok Tok Tok
Pintu Ruangan Sharon di ketuk , lalu munculah seorang perawat setelah pintu terbuka .
"Maaf dok , ini ada orang yang mengantarkan surat undangan untuk dokter " perawat itu menjelaskan menyerahkan sebuah undangan pada Sharon .
setelah itu berpamitan keluar . Sharon melihat undangan tersebut dan tersenyum . ia menimbang nimbang sambil memegang ponsel di tangan kanan nya dan sebuah undangan di tangan kirinya . setelah itu ia memutuskan untuk menghubungi seseorang .
"Hallo " jawab seseorang di seberang sana
"hai .. apakah kamu punya waktu minggu depan ?"
"kenapa ?"
"Baiklah , akan aku usahakan "
"terima kasih " Sharon menutup panggilan nya dengan sebuah senyum yang terukir di bibirnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lain halnya dengan Ane yang sering melamun saat pertunangan nya dengan Rio semakin dekat .
Apakah kalian pernah mendengar tentang teori butterfly effect ?
Sebuah teori yang menyimpulkan jika perubahan sekecil apapun dari biasanya akan merubah semuanya di masa depan . kira kira seperti itulah bahasa umumnya .
Apakah jika saat itu ia tidak terlambat datang ke sekolah dan di hukum oleh wali kelas nya , maka ia tidak akan bertemu Alingga .
*Flashback pertemuan pertama Alingga dan Ane *
Ane berlari menuju kelas nya , karena ia sudah cukup terlambat dari jam pelajaran pertama .
Tapi apalah daya , ternyata sang guru sudah berada di dalam kelas saat Ane datang . Guru tersebut menghukum nya untuk menyusun buku buku di perpustakaan sekolah , sampai jam pelajaran pertama habis . Dengan langkah yang gontai Ane pergi menuju perpustakaan sekolah , setibanya di sana ternyata ada seorang murid cowok yang juga sedang di hukum untuk membersihkan perpustakaan karena tidak mengerjakan PR .
__ADS_1
"Di hukum juga ?" tanya murid tersebut
Ane tidak menjawab , dia malah berlalu untuk menyelesaikan hukuman nya secepat mungkin .
"Dari kelas mana ?" murid itu bertanya lagi
Tapi Ane tetap diam . tidak berniat menjawab .
"Sayang ya kamu cantik tapi bisu " ejek si murid
Ane hanya menatap dengan tajam .
"Lho .. kamu beneran bisu ya "
"bisakah kamu jangan mengganggu ku dan cepat selesaikan tugasmu sendiri dengan tenang " Ane merasa lelah di ganggu murid itu
"Nama ku Alingga " murid tersebut memperkenalkan dirinya .
Dan sejak saat itu Alingga terus saja mengganggu Ane setiap harinya , ia tau kelas Ane setelah mengikutinya dari perpustakaan tempo hari . Alingga mulai bertanya tentang Ane dari teman sekelasnya .
Sering mengantar Ane sampai depan rumah Ane saat pulang sekolah walaupun mereka hanya naik bus bersama karena Alingga yang terus mengikuti Ane .
Menunggu Ane di depan gerbang sekolah setiap pagi lalu mengantar nya masuk ke dalam kelas .
Sampai Ane merasa lelah dengan kelakuan Alingga , dan memutuskan untuk berteman dengan nya .
Sampai Alingga menyatakan cinta nya di kelas dua , dan Ane menerimanya saat mereka naik kelas tiga . Setelah itu , sampai mereka berpisah dan di pertemukan kembali . Dan kini Ane yang meninggalkan nya .
*
Ane kembali dari lamunan nya , apakah ia sudah mengambil keputusan yang tepat ?
pertanyaan itu selalu menghantui Ane , sejak ia memutuskan pergi dari Alingga .
Jika saat itu ia tidak bertemu Alingga di perpustakaan , apakah tuhan akan tetap mempertemukan mereka dengan cara yang berbeda ?
Mungkin itu akan menjadi rahasia tuhan sendiri .
Ane hanya berharap mulai saat ini ia akan tetap bahagia dengan Rio dan Alina .
Mungkin sudah saat nya ia menutup masa lalu , dan mengunci semua tentang Alingga di sudut hati nya yang terdalam .
Semoga mereka tidak di pertemukan kembali , yang bisa membuat hati Ane menjadi goyah .
Dan semoga Alingga selalu baik baik saja .
*
__ADS_1
*
*