
*
*
*
Sudah hampir seminggu Ane mulai bekerja , akhir minggu ini ia dan Rio juga Felicia akan makan malam ke tempat orang tua Rio . mungkin semua sudah tau kalau mereka batal menikah , tapi ini harus tetap di selesaikan secara formalitas . bagaimana pun keluarga Rio sangat baik kepadanya .
Ia pun tidak ingin masalah ini jadi mengacaukan hubungan mereka , meskipun tidak bisa menjadi keluarga . tidak ada salahnya untuk berteman kan ?
Alingga pun semakin hari , semakin baik . ia selalu menyempatkan waktu untuk bersama Alina , meski hanya sekedar menemani Alina makan siang atau menjemputnya dari sekolah . Ah sepertinya ia juga sudah mulai bisa menerima Alingga sebagai teman .
Meski kadang perasaan bersalah dan menyesal itu sering datang , tapi Ane mencoba menghilang kan semua itu . Pasalnya , Alingga pun tidak pernah membahas hal yang sudah lewat itu .
Ternyata benar , jika kita menjalani dan melakukan semua dengan ikhlas segalanya terasa lebih mudah .
Sudah sejak lama Ane tidak pernah merasakan perasaan sebebas ini . Melakukan apa yang ia mau , fokus pada keluarga kecilnya , dan yang paling penting ia merasa bahagia tanpa beban .
*
Ane pulang ke rumahnya dengan tubuh yang lelah , ia melihat mobil Alingga masih terparkir di depan rumahnya .
"Kau sudah pulang ?" tanya Alingga begitu Ane masuk . "Hm "jawab Ane sekedarnya setelah itu merebahkan punggung nya di kursi tamu .
"Kenapa kamu masih di sini , Nana sudah tidur kan ?"
tanya Ane
"Ya .. aku menunggumu , apakah kamu tau kalau kamu sudah menelantarkan Nana karena pekerjaan mu " Alingga berkata dengan ketus .
"aku sedang malas berdebat ngga , kamu tau kalau aku tidak lembur setiap malam " jawab Ane
"sampai kapan kamu menjaga jarak denganku , bukan kah kamu sudah putus dengan Rio . kita bisa bersama lagi , oke " bujuk Alingga
"Kasih aku waktu Lingga , aku merasa seperti .. entahlah , dari satu pria ke pria lain "
Alingga terdiam dengan perkataan Ane . Ia tidak mengatakan apapun tapi malah memeluk Ane dengan erat .
"Aku hanya ingin menjaga kalian , aku tidak ingin melihat mu capek bekerja dan fokus mengurus anak kita saja di rumah " ujar Alingga . giliran Ane yang terdiam .
"Bagaimana dengan Sharon ?" tanya Ane
"Aku tidak menjalin hubungan apapun dengan nya , kami masih dalam tahap pengenalan " jawab Alingga
__ADS_1
"Gimana kalau kamu mencoba mengenal lebih dekat dengan Sharon dulu , mungkin saja kalian cocok . Sharon wanita yang baik "
"kamu tau kalau aku masih mencintaimu Ane "
"ya .. kamu bilang masih mencintaiku , tapi besok nya kamu pergi dengan Sharon " ketus Ane sambil melepaskan pelukan dan membuang muka .
Alingga memutar badan Ane agar menghadap nya lagi lalu mengatakan "kamu cemburu "
"aku tidak cemburu , aku hanya tidak melihat keseriusan mu " Ane beralasan , Alingga tersenyum melihat Ane dan menariknya ke dalam pelukannya lagi . "Oke mulai sekarang aku akan bersungguh sungguh menunjukan keseriusan ku " kata Alingga .
"ini sudah malam , sebaiknya kamu pulang " Ane mendorong tubuh Alingga , ia menyembunyikan wajah nya yang sudah memerah karena perkataan Alingga
"kamu tidak mau aku menginap , untuk lebih menunjukan keseriusan ku ?" tanya Alingga menggoda . Ane langsung melemparkan bantal ke arah nya "jangan modus "
Alingga tersenyum lalu bangkit dari duduk nya "kalau begitu aku akan pulang , besok aku akan mengantar mu dan Nana " kata Alingga .
"iya .. sudah sana " Ane mendorong Alingga keluar rumah dan menutup pintu rumah . Alingga hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Ane , yang menurut nya masih sama seperti dulu . saat mereka baru mulai pacaran , ah bisakah ini di sebut kemajuan . karena ia sudah bisa mendekati Ane lagi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi ini setelah mengantar Nana ke sekolah , Alingga mengantarkan Ane ke tempat kerjanya .
"Nanti malam kita makan di luar ya " ajak Alingga
"untuk apa ? "
"menyelesaikan masalah pertunangan kami "
"aku antar ya "
"aku di jemput Rio dan Felicia "
Alingga menganggukan kepala nya mengerti .
Tak lama mobil nya sudah sampai di depan kantor Ane , setelah mengucapkan terima kasih Ane keluar dari mobil . menunggu mobil Alingga pergi , Ane baru masuk ke kantornya .
saat sedang mengantri untuk mengisi absen tiba tiba teman sekantornya yang ada di barisan depan berkata "Wow , turun dari mobil mewah . tapi masih bekerja menjadi staf biasa " sindir Farah .
"apakah kau tidak tau kalau ia sudah punya anak "
"ah .. tapi yang aku dengar dia tidak menikah "
"mungkin saja ia bekerja hanya untuk kedok nya saja "
__ADS_1
Ane hanya mendengarkan karyawan kantor lain menggunjingkan nya tanpa berniat membalas , untuk apa ia membuang tenaga melawan mereka . nanti juga mereka capek sendiri pikirnya . Ane berlalu ke meja kerja nya setelah absen .
"cih lihat gayanya yang tidak tahu malu itu "
kata Farah memprovokasi yang lainnya , ia iri dengan Ane , karena ia melihat lelaki yang mengantar Ane tadi terlihat sangat tampan dan kaya . itu sebabnya ia menyebarkan gosip di kantor .
Pekerjaan Ane hari ini cukup banyak sampai ia berniat memesan makan saja sambil melanjutkan pekerjaan nya , agar ia tidak lembur nanti malam .
Suara telepon di meja kerja nya mengalihkan perhatian nya dari layar komputer . Resepsionis di depan mengabarkan kalau ada pengantar makanan , Ane yang merasa aneh karena belum memesan makanan pun pergi ke depan untuk melihat .
Menjemput pesanan yang ternyata di kirimkan Alingga , Ane membawa makanan itu ke meja kerja nya .
Ting , suara notifikasi ponsel nya berbunyi menandakan adanya sebuah pesan masuk .
sudah sampai pesanan nya ?
selamat makan siang sayang ❤️
Pesan dari Alingga , membuat nya tersenyum . ia membalas dengan ucapan terima kasih , ia jadi ingat saat mereka masih SMA Alingga sering mengiriminya pesan . Perhatian perhatian kecilnya lah yang selalu membuat Ane merindukan nya .
*
Jam pulang kantor sudah tiba , Ane bergegas membereskan meja nya pulang . Alingga sudah menelpon dan mengatakan kalau ia sudah ada di depan kantornya sekarang . Berlari kecil , Ane keluar dari lobby dan menuju ke mobil Alingga . dan jangan lupakan tatapan sinis para karyawan lain saat melihatnya naik mobil Alingga .
"kamu tidak perlu mengantar jemput ku lagi " kata Ane saat ia sudah duduk di dalam mobil
"kenapa ?" tanya Alingga
"Yah .. arah kantormu yang berlawanan dengan kantorku , membuat mu repot " jawab Ane
" Sayang , apakah kamu lupa kalau dulu aku sering naik bus untuk mengantarmu sampai depan rumah . dan naik bus lain untuk pulang " kata Alingga
" itu kan dulu , kita masih sekolah . sekarang kamu pasti sibuk "Ane membalas
"aku tidak pernah merasa di repot kan "
Ane tidak membalas lagi , percuma . Alingga pasti selalu bisa menjawab nya , ia hanya tidak ingin melihat tatapan sinis para karyawan kantor setiap ia akan pulang .
tidak beberapa lama mereka sudah sampai di depan rumah Ane , terlihat Nana yang duduk di teras depan dengan bi Sumi . Ah Nana pasti menunggu nya , sebab ia sudah mengabarkan kalau hari ini akan pulang cepat . berhubung ia pun harus bersiap untuk makan malam nanti .
*
*
__ADS_1
*