Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 31


__ADS_3

*


*


*


Sudah hampir seminggu Ane mulai bekerja , akhir minggu ini ia dan Rio juga Felicia akan makan malam ke tempat orang tua Rio . mungkin semua sudah tau kalau mereka batal menikah , tapi ini harus tetap di selesaikan secara formalitas . bagaimana pun keluarga Rio sangat baik kepadanya .


Ia pun tidak ingin masalah ini jadi mengacaukan hubungan mereka , meskipun tidak bisa menjadi keluarga . tidak ada salahnya untuk berteman kan ?


Alingga pun semakin hari , semakin baik . ia selalu menyempatkan waktu untuk bersama Alina , meski hanya sekedar menemani Alina makan siang atau menjemputnya dari sekolah . Ah sepertinya ia juga sudah mulai bisa menerima Alingga sebagai teman .


Meski kadang perasaan bersalah dan menyesal itu sering datang , tapi Ane mencoba menghilang kan semua itu . Pasalnya , Alingga pun tidak pernah membahas hal yang sudah lewat itu .


Ternyata benar , jika kita menjalani dan melakukan semua dengan ikhlas segalanya terasa lebih mudah .


Sudah sejak lama Ane tidak pernah merasakan perasaan sebebas ini . Melakukan apa yang ia mau , fokus pada keluarga kecilnya , dan yang paling penting ia merasa bahagia tanpa beban .


*


Ane pulang ke rumahnya dengan tubuh yang lelah , ia melihat mobil Alingga masih terparkir di depan rumahnya .


"Kau sudah pulang ?" tanya Alingga begitu Ane masuk . "Hm "jawab Ane sekedarnya setelah itu merebahkan punggung nya di kursi tamu .


"Kenapa kamu masih di sini , Nana sudah tidur kan ?"


tanya Ane


"Ya .. aku menunggumu , apakah kamu tau kalau kamu sudah menelantarkan Nana karena pekerjaan mu " Alingga berkata dengan ketus .


"aku sedang malas berdebat ngga , kamu tau kalau aku tidak lembur setiap malam " jawab Ane


"sampai kapan kamu menjaga jarak denganku , bukan kah kamu sudah putus dengan Rio . kita bisa bersama lagi , oke " bujuk Alingga


"Kasih aku waktu Lingga , aku merasa seperti .. entahlah , dari satu pria ke pria lain "


Alingga terdiam dengan perkataan Ane . Ia tidak mengatakan apapun tapi malah memeluk Ane dengan erat .


"Aku hanya ingin menjaga kalian , aku tidak ingin melihat mu capek bekerja dan fokus mengurus anak kita saja di rumah " ujar Alingga . giliran Ane yang terdiam .


"Bagaimana dengan Sharon ?" tanya Ane


"Aku tidak menjalin hubungan apapun dengan nya , kami masih dalam tahap pengenalan " jawab Alingga

__ADS_1


"Gimana kalau kamu mencoba mengenal lebih dekat dengan Sharon dulu , mungkin saja kalian cocok . Sharon wanita yang baik "


"kamu tau kalau aku masih mencintaimu Ane "


"ya .. kamu bilang masih mencintaiku , tapi besok nya kamu pergi dengan Sharon " ketus Ane sambil melepaskan pelukan dan membuang muka .


Alingga memutar badan Ane agar menghadap nya lagi lalu mengatakan "kamu cemburu "


"aku tidak cemburu , aku hanya tidak melihat keseriusan mu " Ane beralasan , Alingga tersenyum melihat Ane dan menariknya ke dalam pelukannya lagi . "Oke mulai sekarang aku akan bersungguh sungguh menunjukan keseriusan ku " kata Alingga .


"ini sudah malam , sebaiknya kamu pulang " Ane mendorong tubuh Alingga , ia menyembunyikan wajah nya yang sudah memerah karena perkataan Alingga


"kamu tidak mau aku menginap , untuk lebih menunjukan keseriusan ku ?" tanya Alingga menggoda . Ane langsung melemparkan bantal ke arah nya "jangan modus "


Alingga tersenyum lalu bangkit dari duduk nya "kalau begitu aku akan pulang , besok aku akan mengantar mu dan Nana " kata Alingga .


"iya .. sudah sana " Ane mendorong Alingga keluar rumah dan menutup pintu rumah . Alingga hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Ane , yang menurut nya masih sama seperti dulu . saat mereka baru mulai pacaran , ah bisakah ini di sebut kemajuan . karena ia sudah bisa mendekati Ane lagi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi ini setelah mengantar Nana ke sekolah , Alingga mengantarkan Ane ke tempat kerjanya .


"Nanti malam kita makan di luar ya " ajak Alingga


"untuk apa ? "


"menyelesaikan masalah pertunangan kami "


"aku antar ya "


"aku di jemput Rio dan Felicia "


Alingga menganggukan kepala nya mengerti .


Tak lama mobil nya sudah sampai di depan kantor Ane , setelah mengucapkan terima kasih Ane keluar dari mobil . menunggu mobil Alingga pergi , Ane baru masuk ke kantornya .


saat sedang mengantri untuk mengisi absen tiba tiba teman sekantornya yang ada di barisan depan berkata "Wow , turun dari mobil mewah . tapi masih bekerja menjadi staf biasa " sindir Farah .


"apakah kau tidak tau kalau ia sudah punya anak "


"ah .. tapi yang aku dengar dia tidak menikah "


"mungkin saja ia bekerja hanya untuk kedok nya saja "

__ADS_1


Ane hanya mendengarkan karyawan kantor lain menggunjingkan nya tanpa berniat membalas , untuk apa ia membuang tenaga melawan mereka . nanti juga mereka capek sendiri pikirnya . Ane berlalu ke meja kerja nya setelah absen .


"cih lihat gayanya yang tidak tahu malu itu "


kata Farah memprovokasi yang lainnya , ia iri dengan Ane , karena ia melihat lelaki yang mengantar Ane tadi terlihat sangat tampan dan kaya . itu sebabnya ia menyebarkan gosip di kantor .


Pekerjaan Ane hari ini cukup banyak sampai ia berniat memesan makan saja sambil melanjutkan pekerjaan nya , agar ia tidak lembur nanti malam .


Suara telepon di meja kerja nya mengalihkan perhatian nya dari layar komputer . Resepsionis di depan mengabarkan kalau ada pengantar makanan , Ane yang merasa aneh karena belum memesan makanan pun pergi ke depan untuk melihat .


Menjemput pesanan yang ternyata di kirimkan Alingga , Ane membawa makanan itu ke meja kerja nya .


Ting , suara notifikasi ponsel nya berbunyi menandakan adanya sebuah pesan masuk .


sudah sampai pesanan nya ?


selamat makan siang sayang ❤️


Pesan dari Alingga , membuat nya tersenyum . ia membalas dengan ucapan terima kasih , ia jadi ingat saat mereka masih SMA Alingga sering mengiriminya pesan . Perhatian perhatian kecilnya lah yang selalu membuat Ane merindukan nya .


*


Jam pulang kantor sudah tiba , Ane bergegas membereskan meja nya pulang . Alingga sudah menelpon dan mengatakan kalau ia sudah ada di depan kantornya sekarang . Berlari kecil , Ane keluar dari lobby dan menuju ke mobil Alingga . dan jangan lupakan tatapan sinis para karyawan lain saat melihatnya naik mobil Alingga .


"kamu tidak perlu mengantar jemput ku lagi " kata Ane saat ia sudah duduk di dalam mobil


"kenapa ?" tanya Alingga


"Yah .. arah kantormu yang berlawanan dengan kantorku , membuat mu repot " jawab Ane


" Sayang , apakah kamu lupa kalau dulu aku sering naik bus untuk mengantarmu sampai depan rumah . dan naik bus lain untuk pulang " kata Alingga


" itu kan dulu , kita masih sekolah . sekarang kamu pasti sibuk "Ane membalas


"aku tidak pernah merasa di repot kan "


Ane tidak membalas lagi , percuma . Alingga pasti selalu bisa menjawab nya , ia hanya tidak ingin melihat tatapan sinis para karyawan kantor setiap ia akan pulang .


tidak beberapa lama mereka sudah sampai di depan rumah Ane , terlihat Nana yang duduk di teras depan dengan bi Sumi . Ah Nana pasti menunggu nya , sebab ia sudah mengabarkan kalau hari ini akan pulang cepat . berhubung ia pun harus bersiap untuk makan malam nanti .


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2