
*
*
*
Sepuluh tahun kemudian
BRUK
"ugh .. "
"Maaf .. aku nggak sengaja "
Gadis itu tidak mengacuhkan permintaan maaf dari orang yang telah menabrak nya , bahkan uluran tangan cowok itu pun tidak di sambut nya .
"Kak .. " panggil Fabian , saat melihat Alina akan berlalu . Alina hanya menoleh saat di panggil .
"Aku .. em .. " Fabian tergagap di tatap oleh Alina .
"Apa ?" tanya Alina ketus
"hati-hati di jalan nanti ya kak " balas Fabian tersenyum , Alina mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti . Setelah itu ia berlalu pergi ke ruang keluarga .
"Udah siap semua nya sayang ?" tanya Ane .
"Hmm " gumam Alina menjawab pertanyaan Ane .
Ane hanya membalas nya dengan senyum , baginya Alina masih tetap putri kecilnya yang ia lahirkan sembilan belas tahun yang lalu , walau kini sikap dan sifatnya telah berubah . Ane tidak pernah mempermasalah kan nya lagi , biarlah yang sudah terjadi menjadi kisah lampau dalam keluarga mereka .
Yang terpenting , ia tau di dalam hati putrinya rasa sayang dan kepedulian nya masih ada walau ia tidak pernah menunjukan nya lagi .
Sepuluh tahun yang lalu Ane sadarkan diri , itu merupakan kabar yang paling membahagiakan untuk keluarga Alingga . Setelah setahun penuh ia lalui dengan harapan atas kesembuhan Ane akhirnya tuhan menjawab semua doa nya .
Dan untuk pertama kali sejak kejadian penculikan itu Alina meneteskan air mata nya saat ia melihat mamanya telah membuka mata . Butuh waktu yang lama untuk kesembuhan total Ane , ia menjalani berbagai macam perawatan .
__ADS_1
Karena telah lama koma , otot syaraf motorik nya menjadi kaku . Sehingga ia harus menjalani terapi , bukan itu saja ia juga harus rutin ke rumah sakit untuk memeriksa apakah ada gejala lain di kepalanya pasca operasi nya .
Dan ternyata tuhan masih menyayangi nya , ia di berikan kesehatan total setelah menjalani pengobatan selama setahun penuh .
Ane terkejut mendengar semua cerita yang terjadi selama ia tidak sadarkan diri , di mulai dari Brama yang ternyata adik tiri Alingga . Penculikan Hana dan Alina , juga tentang Rio yang sempat tertembak . Ane tidak menyangka kalau semua itu di sebabkan oleh Ronald atas dasar harta .
Tapi sejauh yang terjadi , ia merasa paling sedih saat melihat Alina yang telah berubah . Ia tidak lagi ceria seperti dulu , bahkan Alina tidak pernah bermanja-manja pada nya lagi .
Ia juga bersyukur atas perubahan mamanya Alingga yang sudah menjadi baik dan bisa menerima nya dengan tulus hati sekarang .
Putra kecilnya yang bernama Nadean , tidak luput dari perhatian nya saat ia baru sadarkan diri .
Saat ini ia hanya ingin hidup dengan tenang bersama keluarga kecil nya .
Semua kepahitan yang telah ia alami sejak dulu , membuat ia bisa merasakan buah manis dari semua usaha nya .
Di mulai dari kehilangan kedua orang tua nya , penantian nya pada Alingga . Kecerobohan nya meninggalkan Alingga , sampai mereka bisa bersama . Ia menyesal karena tidak bisa mendampingi suaminya di saat ia berada dalam masalah besar dalam hidup nya , juga pertumbuhan putra nya yang ia lewati . Tapi sekali lagi , yang paling penting adalah mereka bisa kembali bersama .
Seperti saat ini , putrinya akan belajar ke luar negeri . Meskipun berat mengizinkan Alina pergi jauh , tapi Alina sudah memutuskan bahwa ia akan mengambil alih tanggung jawab atas perusahaan Alingga . Sampai adiknya bisa meneruskan nya .
Dan Ane harus mendukung keputusan putrinya itu , ia tau Alina melakukan itu semua untuk mereka .
"Kamu jangan lupa kasih kabar ya sayang .." Ane memeluk putrinya dengan erat .
"iya ma .. " kata Alina dan membalas pelukan mamanya .
"Jaga mama papa dengan baik " Alina berkata pada Dean , adik nya itu .
"Siap kak " balas Dean dengan tangan ia letakkan di pelipis nya tanda hormat .
Hari ini bukan hanya keluarga Alingga yang berkumpul untuk perpisahan dengan Alina , Rio dan keluarga nya juga hadir di sini . Bagaimana pun Alina sudah seperti putri nya sendiri , karena ia ikut menemani pertumbuhan Alina sejak lahir .
"Hati-hati di sana ya Nana , kalau ada masalah langsung cerita sama kami . jangan di simpan sendiri " Rio berpesan pada Alina
"Iya om .. " jawab Alina
__ADS_1
Setelah acara berpelukan , dengan air mata . Alina pergi ke bandara di antar oleh papa dan mama nya .
"Nana .. jangan lupa pulang setiap tahun nya ya , jangan bikin mama sedih karena rindu sama kamu " Alingga mengingatkan saat Alina sudah akan naik ke pesawat .
"Nana pasti pulang pa "
"Oke .. hati-hati ya sayang , jaga kesehatan . Belajar memang penting tapi kesehatan kamu lebih penting !" tegas Alingga , Alina hanya menganggukan kepala nya .
Setelah itu ia berjalan perlahan menjauh dari keduanya menuju gate yang akan mengarahkan nya ke pesawat yang akan di tumpangi nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Fokus belajar .
Hanya itu yang di lakukan Alina di luar negeri , ia yang tidak suka bersosialisasi memudahkan nya untuk fokus dalam setiap pembelajaran nya .
Banyak pria yang ingin mendekati nya , tapi sebelum mereka mendekat . Alina langsung membuat pagar pembatas , bahkan untuk teman perempuan saja ia hanya memiliki beberapa . itu pun tidak ada yang benar-benar dekat dengan nya , menurut nya di dunia ini tidak ada yang bisa ia percayai selain dirinya sendiri dan keluarga nya .
Sedangkan Ronald yang terlihat baik di depan keluarga papa nya ternyata adalah seorang penjahat , bagaimana ia bisa percaya pada orang lagi .
Ia menjalani rutinitas yang monoton setiap hari nya , yang ia lakukan hanya kuliah dan pulang ke rumah . Ia hanya akan keluar dengan teman nya jika ada acara di universitas yang mengharuskan nya ikut serta .
Selain dari universitas dan apartemen nya ia tidak pernah kemana-mana lagi , terkecuali berbelanja kebutuhan sehari-hari nya . Juga saat ia akan pulang ke Indonesia .
Bagi setiap orang yang mengenal nya , hanya akan ada dua kata untuk menggambarkan sosok Alina . yaitu , dingin dan cantik .
Selebihnya , mereka tidak ada yang tau bagaimana Alina sebenarnya .
Terkadang , di tengah malam ia sering terbangun karena mimpi buruk . Mimpinya hanya seputar kecelakaan mama nya dan penculikan nya itu .
Ia sudah beberapa kali ke psikiater , agar ia bisa melupakan trauma dalam dirinya yang sampai saat ini masih membayangi . Tapi semua itu sia-sia , mimpi buruk itu tetap datang . Walau tidak sesering dulu .
Semua itu hanya ia simpan sendiri , ia tidak pernah menceritakan nya pada siapa pun termasuk kedua orang tua nya . Ia tidak ingin mereka khawatir , ia hanya ingin papa dan mamanya berbahagia tanpa mengkhawatirkan apa-apa lagi .
*
__ADS_1
*
*