
*
*
*
Dua bulan berlalu dengan cepat , hubungan Ane dan Alingga menjadi lebih baik . juga gosip tentang Ane yang beredar di kantor berlalu begitu saja , sejak Alingga dan Alina menjemput Ane di kantor sore hari . Untuk pertama kali mereka melihat sosok lelaki yang selama ini mengantar jemput Ane setiap hari , ternyata bukan tua bangka yang mereka bayangkan selama ini .
Melihat sosok Alingga yang menggendong seorang putri dan memanggilnya papa , juga Ane sebagai mama . Mereka malu dan iri sendiri melihat Ane .
Akhirnya gosip itu pun hilang dengan sendiri nya , walau masih ada juga orang yang masih iri pada Ane .
Hari ini pun bertepatan dengan hari pernikahan Rio dan Felicia , sejak pagi Ane dan Alina sudah sibuk merias diri . Ane mendandani Alina dengan cantik .
sedangkan bi Sumi sudah dari kemarin pergi ke rumah bu Retno untuk membantu acara yang di adakan di rumah . karena untuk resepsi di adakan di sebuah hotel ternama .
Alingga menghembuskan nafas pelan , duduk di ruang tamu Ane dengan bosan . Ane sampai saat ini belum mau di ajak pindah ke rumah yang sudah ia beli . sekarang ia sedang menunggu sepasang ibu dan anak berdandan di kamar selama satu jam . mengapa seseorang menciptakan sesuatu yang bernama kosmetik !
Apakah mereka tidak tau kalau itu sangat menyiksa kaum lelaki yang harus menunggu pasangan nya berdandan tanpa bisa protes .
CEKLEK
Pintu kamar di buka , Alingga merasa lega seketika .
tapi sedetik kemudian , ia di buat takjub oleh penampilan Ane . WOW !!! THE POWER OF MAKE UP !
"Mama cantik kan pa " puji Alina , membuyarkan Alingga yang masih terkesima .
"oh iya .. mama memang cantik ! tapi lebih cantik Nana " kata Alingga
"hihihi jelas dong pa " Alina tertawa geli , sedangkan Ane langsung memajukan bibir nya .
"kita berangkat sekarang sayang "ajak Alingga pada Ane sambil mengulurkan tangan nya untuk menggandeng Ane , tapi di lewatkan begitu saja oleh Ane . Enak saja sudah mengejek , mau merayu . huh !
Akhirnya setelah satu jam perjalanan mereka sampai di tempat resepsi pernikahan . Alingga turun duluan , membukakan pintu mobil untuk Ane yang sudah membawa Alina . kali ini ia tidak menolak uluran tangan Alingga lagi .
Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam ballroom yang sudah di hias dengan mewah , di pelaminan sana ia melihat Rio dan Felicia sedang duduk . raut bahagia terlihat dari wajah masing masing .
Saat ingin ke pelaminan , mereka bertiga berhenti karena seorang ibu ibu menyapa Alingga .
__ADS_1
"Lho .. ini Alingga kan ?" tanya orang tersebut
"iya tante " jawab Alingga ramah
"saya tante Meli temen nya mama kamu " tante Meli memperkenalkan diri , lalu ia menoleh ke Ane yang sedang menggandeng tangan Alina .
"ini calon istri saya tante , dan itu putri saya " Alingga memperkenalkan Ane dan Alina , Ane tersenyum ramah dan mengulurkan tangan untuk menjabat tangan tante Meli .
"Oh selamat ya , kok bu Dewi tidak pernah cerita sih kalau kamu sudah punya calon . padahal minggu kemarin pas arisan dia masih sibuk nyariin kamu jodoh " tante Meli berkata dengan senyum mengejek .
Alingga tidak ingin memperpanjang , ia langsung berpamitan untuk menyapa mempelai . dan pergi meninggalkan tante Meli , dengan Ane dan Alina .
Sedangkan tante Meli tersebut langsung bergegas mencari tempat sepi , untuk menghubungi bu Dewi dan melaporkan pertemuan tadi .
'Huh gayanya nolak anak saya yang masih gadis , tak taunya malah dapat janda ' batin tante Meli .
ternyata ia salah satu orang tua yang anak nya pernah di tolak Alingga .
*
"Selamat ya Rio , Felicia " Ane mengucapkan selamat serta doa doa untuk pernikahan Rio dan Felicia , saat mereka bertiga sampai di depan sepasang pengantin tersebut .
"Terima kasih Ane , kamu kapan nyusul " Felicia menggoda Ane , Ane hanya tersenyum menanggapinya .
"memang kamu pernah ngajak aku nikah ?" sindir Ane .
"itu kode pak Alingga " Rio meledek Alingga sambil tertawa , setelah itu ia langsung menyambut Alina ke pelukan nya . biar bagaimanapun rasa sayang nya ke Alina itu masih sama , karena ia yang selalu menemani Alina dari masih bayi . bahkan ia yang menyambut kelahiran Alina .
Alingga yang melihat keakraban antara mantan rival dan putrinya itu langsung merasa kesal , tapi segera ia menahan nya karena tidak ingin membuat malu .
Karena masih banyak nya tamu yang akan menyapa pengantin , mereka bertiga tidak berlama lama lagi di sana .
Saat turun dari pelaminan , Alina langsung di sambut dan di bawa oleh bu Retno setelah meminta izin pada Ane dan Alingga . lagi lagi Alingga hanya bisa menahan ketidaksukaan nya .
"kamu kenapa sih ?" tanya Ane heran melihat Alingga yang misuh misuh sejak tadi .
"kamu kenapa sih masih biarin Nana dekat sama mereka ?" tanya Alingga kesal
"ya enggak bisa gitu dong Lingga , gimana pun mereka itu tulus sayang sama Nana . lagian kamu tuh harusnya berterima kasih sama mereka apalagi sama Rio , karena dia yang sudah jagain kami berdua selama ini " jelas Ane memberi pengertian
__ADS_1
"kenapa aku harus berterima kasih sama dia , malah aku benci banget sama dia karena sudah bawa kamu pergi dan bikin aku jadi melewatkan kehamilan kamu juga kelahiran Alina " balas Alingga , Ane hanya menggelengkan kepala nya . sudah berulang kali ia menjelaskan pada Alingga , kalau itu semua adalah kesalahan nya sendiri . dan ia juga yang memaksa Rio tidak memberitahu Alingga .
tapi sepertinya Alingga masih saja merasa kesal .
pembicaraan mereka terhenti saat ponsel Alingga berdering , ia pamit pada Ane untuk mengangkat telepon nya sebentar di sudut sana .
"Hallo ma "
"kamu pulang sekarang "
"Lingga lagi ada acara ma "
"kamu masih mau menutupi semua dari mama , kalau kamu sudah bersama Ane lagi "
"nanti malam Lingga pulang "
"kamu pulang sekarang , atau mama datang ke sana dan buat malu si Ane itu "
Alingga terpaksa mengiyakan permintaan mamanya itu , karena takut dengan ancaman mamanya yang akan datang ke sini .
Setelah menutup telepon Alingga pergi ke tempat Ane
"sayang kita pulang ya , aku ada masalah penting " ajak Alingga saat sudah di samping Ane yang sedang mengobrol dengan kak Rini .
"enggak enak Lingga , kita kan baru sampai . Nana juga masih sama bu Retno " bisik Ane
"tapi aku ada masalah penting "
"kamu pulang duluan saja ya , nanti aku pulang sama bi Sumi " bujuk Ane
"kalau memang penting , kamu tinggal saja Ane nanti biar aku yang antar . kamu tenang saja " kak Rini pun membantu Ane berbicara .
Akhirnya dengan terpaksa Alingga meninggalkan Ane di sana , karena ia harus segera pulang ke rumah dan berbicara pada mamanya .
Sebenarnya ia akan menjelaskan semua pada mamanya saat Ane sudah siap untuk menikah , tapi sepertinya rencana ini harus di percepat karena mulut ember tante Meli .
Alingga sangat yakin , kalau tante Meli pasti sudah bicara yang aneh aneh pada mamanya .
*
__ADS_1
*
*