Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 33


__ADS_3

*


*


*


Dua bulan berlalu dengan cepat , hubungan Ane dan Alingga menjadi lebih baik . juga gosip tentang Ane yang beredar di kantor berlalu begitu saja , sejak Alingga dan Alina menjemput Ane di kantor sore hari . Untuk pertama kali mereka melihat sosok lelaki yang selama ini mengantar jemput Ane setiap hari , ternyata bukan tua bangka yang mereka bayangkan selama ini .


Melihat sosok Alingga yang menggendong seorang putri dan memanggilnya papa , juga Ane sebagai mama . Mereka malu dan iri sendiri melihat Ane .


Akhirnya gosip itu pun hilang dengan sendiri nya , walau masih ada juga orang yang masih iri pada Ane .


Hari ini pun bertepatan dengan hari pernikahan Rio dan Felicia , sejak pagi Ane dan Alina sudah sibuk merias diri . Ane mendandani Alina dengan cantik .


sedangkan bi Sumi sudah dari kemarin pergi ke rumah bu Retno untuk membantu acara yang di adakan di rumah . karena untuk resepsi di adakan di sebuah hotel ternama .


Alingga menghembuskan nafas pelan , duduk di ruang tamu Ane dengan bosan . Ane sampai saat ini belum mau di ajak pindah ke rumah yang sudah ia beli . sekarang ia sedang menunggu sepasang ibu dan anak berdandan di kamar selama satu jam . mengapa seseorang menciptakan sesuatu yang bernama kosmetik !


Apakah mereka tidak tau kalau itu sangat menyiksa kaum lelaki yang harus menunggu pasangan nya berdandan tanpa bisa protes .


CEKLEK


Pintu kamar di buka , Alingga merasa lega seketika .


tapi sedetik kemudian , ia di buat takjub oleh penampilan Ane . WOW !!! THE POWER OF MAKE UP !


"Mama cantik kan pa " puji Alina , membuyarkan Alingga yang masih terkesima .


"oh iya .. mama memang cantik ! tapi lebih cantik Nana " kata Alingga


"hihihi jelas dong pa " Alina tertawa geli , sedangkan Ane langsung memajukan bibir nya .


"kita berangkat sekarang sayang "ajak Alingga pada Ane sambil mengulurkan tangan nya untuk menggandeng Ane , tapi di lewatkan begitu saja oleh Ane . Enak saja sudah mengejek , mau merayu . huh !


Akhirnya setelah satu jam perjalanan mereka sampai di tempat resepsi pernikahan . Alingga turun duluan , membukakan pintu mobil untuk Ane yang sudah membawa Alina . kali ini ia tidak menolak uluran tangan Alingga lagi .


Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam ballroom yang sudah di hias dengan mewah , di pelaminan sana ia melihat Rio dan Felicia sedang duduk . raut bahagia terlihat dari wajah masing masing .


Saat ingin ke pelaminan , mereka bertiga berhenti karena seorang ibu ibu menyapa Alingga .

__ADS_1


"Lho .. ini Alingga kan ?" tanya orang tersebut


"iya tante " jawab Alingga ramah


"saya tante Meli temen nya mama kamu " tante Meli memperkenalkan diri , lalu ia menoleh ke Ane yang sedang menggandeng tangan Alina .


"ini calon istri saya tante , dan itu putri saya " Alingga memperkenalkan Ane dan Alina , Ane tersenyum ramah dan mengulurkan tangan untuk menjabat tangan tante Meli .


"Oh selamat ya , kok bu Dewi tidak pernah cerita sih kalau kamu sudah punya calon . padahal minggu kemarin pas arisan dia masih sibuk nyariin kamu jodoh " tante Meli berkata dengan senyum mengejek .


Alingga tidak ingin memperpanjang , ia langsung berpamitan untuk menyapa mempelai . dan pergi meninggalkan tante Meli , dengan Ane dan Alina .


Sedangkan tante Meli tersebut langsung bergegas mencari tempat sepi , untuk menghubungi bu Dewi dan melaporkan pertemuan tadi .


'Huh gayanya nolak anak saya yang masih gadis , tak taunya malah dapat janda ' batin tante Meli .


ternyata ia salah satu orang tua yang anak nya pernah di tolak Alingga .


*


"Selamat ya Rio , Felicia " Ane mengucapkan selamat serta doa doa untuk pernikahan Rio dan Felicia , saat mereka bertiga sampai di depan sepasang pengantin tersebut .


"Terima kasih Ane , kamu kapan nyusul " Felicia menggoda Ane , Ane hanya tersenyum menanggapinya .


"memang kamu pernah ngajak aku nikah ?" sindir Ane .


"itu kode pak Alingga " Rio meledek Alingga sambil tertawa , setelah itu ia langsung menyambut Alina ke pelukan nya . biar bagaimanapun rasa sayang nya ke Alina itu masih sama , karena ia yang selalu menemani Alina dari masih bayi . bahkan ia yang menyambut kelahiran Alina .


Alingga yang melihat keakraban antara mantan rival dan putrinya itu langsung merasa kesal , tapi segera ia menahan nya karena tidak ingin membuat malu .


Karena masih banyak nya tamu yang akan menyapa pengantin , mereka bertiga tidak berlama lama lagi di sana .


Saat turun dari pelaminan , Alina langsung di sambut dan di bawa oleh bu Retno setelah meminta izin pada Ane dan Alingga . lagi lagi Alingga hanya bisa menahan ketidaksukaan nya .


"kamu kenapa sih ?" tanya Ane heran melihat Alingga yang misuh misuh sejak tadi .


"kamu kenapa sih masih biarin Nana dekat sama mereka ?" tanya Alingga kesal


"ya enggak bisa gitu dong Lingga , gimana pun mereka itu tulus sayang sama Nana . lagian kamu tuh harusnya berterima kasih sama mereka apalagi sama Rio , karena dia yang sudah jagain kami berdua selama ini " jelas Ane memberi pengertian

__ADS_1


"kenapa aku harus berterima kasih sama dia , malah aku benci banget sama dia karena sudah bawa kamu pergi dan bikin aku jadi melewatkan kehamilan kamu juga kelahiran Alina " balas Alingga , Ane hanya menggelengkan kepala nya . sudah berulang kali ia menjelaskan pada Alingga , kalau itu semua adalah kesalahan nya sendiri . dan ia juga yang memaksa Rio tidak memberitahu Alingga .


tapi sepertinya Alingga masih saja merasa kesal .


pembicaraan mereka terhenti saat ponsel Alingga berdering , ia pamit pada Ane untuk mengangkat telepon nya sebentar di sudut sana .


"Hallo ma "


"kamu pulang sekarang "


"Lingga lagi ada acara ma "


"kamu masih mau menutupi semua dari mama , kalau kamu sudah bersama Ane lagi "


"nanti malam Lingga pulang "


"kamu pulang sekarang , atau mama datang ke sana dan buat malu si Ane itu "


Alingga terpaksa mengiyakan permintaan mamanya itu , karena takut dengan ancaman mamanya yang akan datang ke sini .


Setelah menutup telepon Alingga pergi ke tempat Ane


"sayang kita pulang ya , aku ada masalah penting " ajak Alingga saat sudah di samping Ane yang sedang mengobrol dengan kak Rini .


"enggak enak Lingga , kita kan baru sampai . Nana juga masih sama bu Retno " bisik Ane


"tapi aku ada masalah penting "


"kamu pulang duluan saja ya , nanti aku pulang sama bi Sumi " bujuk Ane


"kalau memang penting , kamu tinggal saja Ane nanti biar aku yang antar . kamu tenang saja " kak Rini pun membantu Ane berbicara .


Akhirnya dengan terpaksa Alingga meninggalkan Ane di sana , karena ia harus segera pulang ke rumah dan berbicara pada mamanya .


Sebenarnya ia akan menjelaskan semua pada mamanya saat Ane sudah siap untuk menikah , tapi sepertinya rencana ini harus di percepat karena mulut ember tante Meli .


Alingga sangat yakin , kalau tante Meli pasti sudah bicara yang aneh aneh pada mamanya .


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2