
Hari ini Ane mulai bekerja di kantor Alingga sebagai asisten pribadi nya . Ane sudah merubah penampilan nya seperti semula , dia terlihat sangat cantik dengan setelan kantor . Riasan wajah natural , rambut panjang nya yang di jepit kebelakang agar terlihat rapi .
Mereka berdua berangkat bersama dari apartemen , tapi Ane harus turun di halte bus dekat kantor . Demi menghindari kecurigaan .
Ane berpikir , yang benar saja kenapa dia merasa menjadi seorang simpanan . Tapi Ane tidak bisa apa apa lagi , perdebatan nya dengan Alingga dari tadi malam sampai pagi ini tidak membuahkan hasil .
Dia tetap harus bertahan dalam kondisi ini .
CEKLEK
Pintu ruangan terbuka , menampilkan seorang wanita yang cantik dan berpakaian seksi . Berjalan menghampiri Alingga yang sedang sibuk bekerja dan langsung merangkul leher Alingga .
" Sudah berapa kali ku bilang , ketuk pintu dulu sebelum masuk . Bagaimana jika aku sedang bertemu client penting " ujar Alingga datar pada wanita itu yang tidak lain adalah Dara .
"Kenapa aku harus mengetuk pintu dulu , jika ingin bertemu calon tunangan ku sendiri " balas Dara
"Aku dengar kamu mempercepat pertunangan kita menjadi bulan depan honey" sambung nya lagi .
" Aku sangat bahagia mendengar nya karena selama ini kamu selalu mengundur waktu " Ucap Dara lagi seraya mengecup pipi Alingga
Sakit .. itu lah yang Ane rasakan saat ini , melihat Alingga dan tunangan nya bermesraan di depan mata ternyata rasanya jauh lebih menyakitkan dari bayangan nya selama ini .
" Jaga sikap mu , di sini ada orang " cetus Alingga
" Kenapa kamu harus malu honey , aku tunangan mu lagi pula kita sudah pernah menghabiskan malam bersama "
goda Dara
Ane seketika berdiri dan menghampiri mereka berdua . "Maaf pak , apakah saya harus mengambil minum dan cemilan untuk tunangan bapak ?" tanya Ane . " hmm " hanya itu jawaban Alingga .
Setelah nya Ane melangkah kan kaki keluar ruangan , tapi bukan menuju pantry . Melainkan toilet , Ane masuk ke dalam salah satu bilik toilet yang kosong . duduk di atas closet dan menangis .
Apa yang telah di dengar nya tadi ?
Alingga dan Dara sudah menghabiskan malam bersama ?
Apa maksudnya ?
Bodoh nya kau Ane , memang apa lagi yang akan di lakukan seorang wanita dan pria dewasa yang berstatus calon tunangan jika menghabiskan malam bersama . Tidak mungkin mereka bermain ludo .
Ane tidak ingin menangis lagi , dia sudah berjanji tidak akan menangisi Alingga lagi . Ini adalah keputusan yang ia ambil , tapi kenapa baru satu hari saja ia sudah tidak sanggup menanggungnya .
__ADS_1
*
"Apa maksud mu dengan menghabiskan malam bersama , jelas jelas aku hanya menunggui mu yang sedang mabuk di apartemen " " Jangan membuat pernyataan ambigu seperti itu " cetus Alingga menata Dara tajam .
" Memang nya kenapa ? di sini hanya ada asisten mu , lagi pula sejak kapan kamu membutuhkan asisten atau kamu ada hubungan dengan nya ?"
"Hentikan omong kosong mu itu , aku tidak ada hubungan apa pun dengan nya "
Dara merasa khawatir membiarkan Alingga setiap hari harus bersama dengan asisten itu dalam satu ruangan . Pasalnya asisten Alingga itu sangat cantik , bahkan ia saja sebagai wanita merasa iri dengan kecantikan Ane . Apalagi Alingga yang seorang lelaki , meskipun mereka akan segera bertunangan tapi Dara yakin bahwa Alingga sama sekali tidak memiliki perasaan padanya .
Kalau tidak kenapa sampai saat ini Alingga tidak pernah merespon sentuhan nya , jangankan bercinta memberikan Dara perhatian saja tidak pernah .
Sikap Alingga padanya terlalu dingin , jadi jika ia diam saja membiarkan Ane dan Alingga setiap hari bersama . Bukankah itu sama dengan menyimpan bom waktu yang suatu saat akan meledak ?
Dara tidak tau saja , kalau bom itu sudah meledak sejak lama . Bahkan sebelum dia mengenal Alingga .
Tok tok tok
Ane mengetuk pintu dulu sebelum masuk , ia takut jika ia masuk begitu saja ia akan melihat pemandangan yang lebih menyakitkan dari yang sudah ia lihat tadi .
Setelah di persilahkan , Ane masuk ke dalam ruangan dan meletakan nampan berisi minuman dan cemilan di meja depan sofa tempat tamu .
Dara duduk di sofa sambil memperhatikan Ane dari atas sampai bawah , dan berkata " siapa nama mu ? berhenti lah bekerja di sini . Aku bisa mengenalkan mu pada agensi model . wajah mu terlalu cantik , sayang jika kamu hanya menjadi asisten di sini "
" jangan menggangunya Dara ! cepat bangun kita akan pergi sekarang ke tempat EO ." tukas Alingga
" Ane aku akan pergi , dan datang kembali sebelum meeting dengan Setya Group " ujar Alingga sambil berlalu pergi tanpa menunggu Dara .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tidak perlu acara yang mewah , kita hanya bertunangan . lagi pula yang kita undang hanya keluarga dan kerabat dekat saja "
Saat ini Alingga dan Dara telah bertemu pihak EO untuk acara pertunangan mereka , mereka berdua sibuk berdebat karena Dara ingin acara ini meriah bahkan mengundang salah satu pihak infotainment .
" Aku ini seorang publik figur Lingga , tidak mungkin acara pertunangan ku biasa saja" bantah Dara
"Terserah , kalau kamu tidak mau kita bisa mengundur waktu nya lagi sampai kamu mau !"
tukas Alingga .
"Aku serahkan semua urusan ini padamu , aku ada janji dengan pihak Setya Group " sambung nya lagi lalu beranjak pergi menuju kantor nya .
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat Alingga membuka pintu ruangan nya ia melihat Ane sedang asyik mengobrol dengan seorang pria di sofa . Seketika mereka berdua mengalihkan mata mereka pada sosok yang baru saja masuk dan berdiri di hadapan mereka .
" Pak , ini adalah Rio perwakilan sekaligus Ceo dari Setya Group " jelas Ane
" Dimana sopan santun mu Ane , memanggil Ceo dari perusahaan client dengan nama langsung"ujar Alingga dingin .
Ane menunduk mengakui kecerobohan nya .
"Maaf pak Alingga , saya yang menyuruh Ane memanggil nama saya . karena kami sudah saling kenal " Rio menjelaskan
" oh , kalian sudah saling kenal" sinis Alingga
Rio mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti , mengapa nada Alingga seperti seorang pria yang sedang cemburu ? tidak mungkin mereka berdua mempunyai hubungan kan . karena kabar yang ia dengar Alingga sudah punya calon tunangan .
*
" Jadi saya akan meninjau kembali kerja sama kita , besok saya akan datang menemui pak Rio di tempat "
Tutup Alingga setelah mereka berdua membahas soal kerja sama .
"Baiklah pak Alingga saya akan menunggu kabar baik nya " ujar Rio sambil berjabat tangan
Sebelum berlalu pergi Rio menatap Ane dan bertanya "Ane apakah malam ini kamu ada waktu ? aku akan menjemput mu di kost untuk makan malam"
Belum sempat Ane menjawab Alingga sudah memotong nya "Malam ini Ane akan lembur dengan saya , jadi maaf Ane tidak punya waktu "
" oh baiklah kalau begitu , malam besok saja ?" tanya Rio lagi
" malam besok juga tidak bisa " balas Alingga cepat
" Maaf pak Rio , tunggu saya gajian dulu nanti saya akan mengundang pak Rio untuk makan malam "
jelas Ane
Rio mengangguk , dan berpamitan . Rio pergi dengan segudang pertanyaan dalam benak nya .
Setelah Rio keluar ruangan Alingga menghempaskan tubuh Ane ke sofa , mencium Ane dengan kasar sampai mereka berdua kehabisan pasokan oksigen .
*
__ADS_1
*