Bibit Bayaran

Bibit Bayaran
Menculikmu


__ADS_3

Saat Manika dan Gauri sibuk dengan kegiatan masing-masing, mereka dikagetkan dengan suara sapaan yang sangat Manika kenal. Dan benar saja seperti dugaan Manika, saat dia mengangkat kepalanya melihat siapa yang menyapa merek adi meja resepsionis, terlihat seorang pemuda tengah tersenyum ramah kepada mereka.


"Pagi, Mbak," sapa pemuda tersebut dengan senyum ramahnya.


Manika dan Gauri pun membalas sapaan pemuda tersebut dengan tak kalah ramah. Meskipun Manika menatap jengah kepada pemuda yang tak lain adalah Bryan.


"Pagi juga, Pak," balas Gauri tak kalah ramah seraya menundukkan kepalanya sopan kepada Bryan. Karena dia tahu siapa Bryan sebenarnya.


Setelah membalas sapaan dari Bryan, Manika mencoba kembali fokus pada pekerjaannya. Berusaha untuk menghindari tatapan mata Bryan.


Seolah tahu apa yang akan dilakukan atasannya itu pada rekan kerjanya, Gauri berpamitan pada Manika untuk pergi ke toilet sebentar. Memberi waktu atasannya untuk mendekati rekan sejawatnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Manika mencekal tangan Gauri. Gauri menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah Manika.

__ADS_1


"Perut aku mules. Mau ikut?" Manika langsung menggelengkan kepalanya, kemudian melepas tangannya dari tangan Gauri.


Sementara itu Bryan tersenyum geli, karena tahu apa yang Manika sedang lakukan. Wanitanya itu berusaha menghindar darinya. Mungkin masih kesal atau malu atas kejadian kemarin.


Setelah kepergian Gauri, Bryan mendekat ke arah Manika. Tangannya terangkat dan meraih kain yang melingkar di leher wanitanya tersebut.


"Untuk apa ditutupi, jika di sini juga ada," Bryan menarik kain tersebut dengan sekali tarikan. Jelas saja kini leher Manika yang penuh dengan prakarya nya terlihat dengan jelas. Membuat Manika panik lalu merebut kain yang berada di tangan Bryan.


"Kamu apa-apaan sih, Mas!" kesal Manika seraya memakai kain itu kembali.


"Isshh...berani banget tuh cewek bentak bos kita." terdengar suara cibiran dari salah satu karyawan yang berada di sana.


"Iya! Di pecat biar tau rasa!" sahut yang lain.

__ADS_1


"Eh, tapi lihat deh! Bos kita kayaknya tertarik sama resepsionis itu deh!" pendapat yang lain.


Kemudian mereka memperhatikan Bryan yang kembali menggoda sang resepsionis tersebut. Membuat salah satu diantara mereka yang mendengar perkataan barusan, mengepalkan tangannya di bawah sana.


Perempuan itu tidak terima melihat Bryan yang terlihat begitu bahagia menggoda sang resepsionis di perusahaan ini. Matanya menatap permusuhan ke arah Manika, yang tentu saja tidak Manika ketahui. Karena dia terlihat sedang sibuk menghadapi Bryan yang tak hentinya menggoda dirinya.


"Mas mending balik kerja lagi, deh. Ngapain ke sini terus?" ucap Manika. Dia masih belum sadar jika Bryan adalah bos di tempatnya bekerja.


"Mau nemenin kamu," jawab Bryan asal. Semakin membuat Manika kesal terhadapnya.


"Kurang kerjaan banget," gumam Manika yang masih dapat di dengar oleh Bryan.


Bryan tersenyum tipis. Sangat gemas dengan wajah Manika saat ini yang sedang kesal padanya. Ingin sekali dirinya membawa Manika kabur saat ini juga. Namun, dia tidak bisa melakukan hal itu karena sebentar lagi utusan dari perusahaan Pratama Corp, akan segera tiba di perusahaan ini.

__ADS_1


"Makanya aku datang kesini, ingin menculikmu dan membawamu kabur ke tempat yang jauh. Sehingga tidak akan ada orang yang akan mengganggu waktu kita berdua, Sayang," lirih Bryan.


Sebenarnya Bryan ingin sekali mempublish kan hubungan mereka berdua. Namun, itu akan membahayakan nyawa orang yang ia sayangi. Mengingat musuhnya tidaklah sedikit.


__ADS_2