
Manika harus bisa bersikap dewasa dalam hal ini. Dia bukan lagi seorang remaja, yang akan marah dan langsung meminta putus pada pasangannya. Bukannya dia juga pernah bilang, jika hatinya sudah memilih Bryan, maka Manika tidak akan membiarkan pria itu lepas dari genggamannya. Manika tidak mau memberikan apa yang seharusnya menjadi miliknya kepada orang lain.
"Ayo, makan dulu Mas. Keburu dingin nasi goreng nya. Nanti bakalan nggak enak, lagi," ucap Manika setelah memikirkan apa yang harus dia lakukan setelah ini.
"Kamu marah, Beib?" Bryan sedikit panik ketika Manika tak menanggapi dirinya dan malah menyuruhnya untuk makan terlebih dulu.
Jika tahu begini jadinya, Bryan lebih memilih tidak akan menceritakan tentang Casandra pada tunangannya itu. Entah kenapa diamnya Manika membuat Bryan tidak nyaman dan takut.
Manika menggeleng, kemudian tersenyum manis ke arah Bryan. Ia raih tangan Bryan yang satunya lagi, lalu saling menakutkan jemari mereka.
"Aku tidak marah, Mas. Aku lebih suka kamu jujur kepadaku seperti ini. Dan aku percaya padamu, kalau kamu tidak akan mengkhianati perasaanku. Karena kamu tahu sendiri bukan, sakitnya di khianati seperti apa?" Bryan mengangguk. Karena dia juga pernah merasakan sesakit apa jika dikhianati oleh pasangan kita.
"Tapi, jika sampai aku mengetahui kamu berbohong, kemudian diam-diam menjalin kasih lagi dengan mantanmu itu...," Manika menghela napasnya berat. Lalu melanjutkan ucapannya yang terasa sangat berat untuk ia ucapkan. Tapi dia juga harus bersikap tegas kepada Bryan yang kelihatannya masih menyimpan rasa pada mantan kekasihnya.
__ADS_1
"Bersiaplah untuk kehilangan ku dan Cloe. Dan kami juga akan menjauh darimu sejauh yang aku bisa," peringatan sekaligus ancaman Manika layangkan kepada Bryan dengan nada serius. Kali ini dia tidak akan main-main, jika Bryan benar-benar bermain api dengan mantannya.
Apa yang diucapkan oleh Manika sama persis dengan apa yang diucapkan oleh papa-nya semalam. Ditambah dengan ekspresi serius di wajah Manika saat mengucapkan kalimat itu.
Bryan meneguk ludahnya sendiri dengan susah. Tidak! Dia tidak sanggup jika tidak bisa melihat buah hatinya, apalagi membayangkan Manika akan disentuh oleh pria lain, kelak. Tidak boleh!
Bryan menggelengkan kepalanya pelan. Dia sudah memantapkan pilihannya sekarang. Dia lebih memilih masa depannya, dibandingkan masa lalunya. Bryan akan berusaha untuk menghapus nama mantannya itu dari lubuk hatinya paling dalam.
Manika mengernyitkan keningnya saat Bryan tiba-tiba merubah posisinya menjadi berlutut di depannya. Hal itu menjadi perhatian dari beberapa pengunjung cafe yang berada di dekat mereka. Dan sebagian adalah karyawan perusahaan Natakusuma Corp.
"Maukah kamu menikah denganku?" ucap Bryan membuat sebagian pengunjung wanita bersorak histeris. Pasalnya siapa yang akan menolak pria tampan dan mapan seperti Bryan Natakusuma.
Wajah Manika merona seketika. Suasana hatinya yang tadi buruk, kini dipenuhi oleh bunga bermekaran. Pikirnya, Bryan akan lebih memilih kembali dengan sang mantan. Namun, sikap Bryan yang sekarang ini membuat Manika jatuh semakin dalam. Jatuh ke dalam perasaan cintanya kepada Bryan.
__ADS_1
Bryan tersenyum menatap Manika, menunggu jawaban serta uluran tangan dari wanitanya itu. Bryan memantapkan hatinya agar tetap pada pilihannya sekarang.
"Terima, terima, terima!" sorak pengunjung yang melihat sikap romantis Bryan kepada Manika.
Padahal ini bukan pertama kali Bryan melakukan hal ini padanya. Baru tadi malam pria ini melakukan hal paling tidak bisa ia lupakan seumur hidupnya. Sekarang pria itu melakukannya lagi. Di tempat umum dan disaksikan banyak orang.
Manika tak menanggapi uluran tangan Bryan. Tapi tangannya lebih memilih membingkai wajah pria yang kini berjongkok di depannya.
Seraya tersenyum manis dan dengan mata berbinar bahagia, Manika pun menjawab permintaan Bryan.
"Aku mau, Mas," sudah jelas jawaban Manika masih sama dengan apa yang dia katakan seperti tadi malam.
"Oke, ayo!" ucap Bryan kemudian berdiri setelah itu menarik pelan tangan Manika. Hal itu membuat Manika dan para pengunjung yang menyaksikan adegan romantis mereka merasa bingung.
__ADS_1
"Hah? Kemana?" tanya Manika bingung.