
Di sebuah toko yang menyediakan perlengkapan bahan masakan. Terlihat seorang perempuan yang tengah sibuk memilih dan memilah bahan makanan, mana yang akan ia masak sore ini. Ia berencana akan mengundang seseorang untuk makan malam bersama di rumahnya. Mengulang kembali kenangan lama yang biasa mereka lakukan di masa lalu.
"Dia, kan suka banget nasi goreng seafood, apa aku masak itu aja ya?" tanya Casandra seorang diri. Tangannya sibuk memilih udang, cumi dan bahan penunjang lainnya.
Setelah membayar bahan belanjaannya, Casandra bergegas untuk pulang dan segera mengolah semua bahan itu menjadi sebuah makanan yang lezat nantinya. Dia yakin, kalau seseorang yang dia harapkan itu pasti juga rindu akan masakannya.
Casandra sudah mengirim pesan kepada Bryan. Namun, anehnya pesan singkat yang ia kirim tidak mendapat respon dari Bryan. Padahal tadi pagi Bryan langsung kesini ketika dirinya mengatakan kalau penyakitnya kambuh.
"Kenapa nggak di bales? Di hubungi juga nggak di angkat," gumam Casandra heran. Lalu ia melihat jam di ponselnya. Ini sudah lewat dari jam pulang kerja Bryan. Tapi pria itu tak kunjung membalas pesannya atau menghubunginya balik.
__ADS_1
Tidak mau pusing, Casandra memilih untuk mandi dan berdandan. Agar nanti Bryan langsung terpesona kepadanya lagi setelah melihat penampilannya. Dia juga sudah menyiapkan baju yang terbilang cukup seksi. Dengan belahan dada yang sangat rendah.
Sementara itu di tempat lain, keluarga Natakusuma dibuat heboh oleh sikap Bryan yang terbilang terburu-buru. Shakki sangat menantikan putranya itu menikah dan akan menggelarnya dengan sebuah pesta yang sangat mewah. Biar bagaimanapun, mereka adalah keluarga terpandang. Setidaknya ingin menggelar acara mewah untuk pernikahan anak-anaknya. Karena di pernikahan Ayumna, dulu dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Apa kamu sebegitunya ingin memeluk Manika setiap malam?" Shakki nampak kesal dengan sang putra kalau mereka sudah menikah di KUA.
Setelah menyatakan keinginannya di cafeteria yang terletak di depan perusahaannya, Bryan langsung mengajak Manika ke KUA. Karena dia pikir menikah itu sangatlah mudah. Tinggal mengucapkan ijab qabul dan tanda tangan di buku nikah, beres.
Namun, itu semua tidak bisa menghentikan keinginan Bryan. Dengan berbekal kekayaan yang dia miliki, Bryan mendapatkan restu itu dan berhasil mengajak pria paruh baya tersebut ke KUA, untuk menjadi wali Manika.
__ADS_1
Sementara dari pihaknya dia meminta papa-nya untuk segera hadir dengan alasan sangat darurat. Tidak banyak yang tahu tentang pernikahan mereka. Kecuali hanya keluarga inti saja.
"Maaf, Ma. Bryan tidak punya pilihan lain lagi dan Bryan juga tidak mau kehilangan mereka suatu saat nanti, hanya karena rasa cemburu dan salah paham yang akan muncul dikemudian hari." Bryan memakai alasan yang tepat.
Memang alasan Bryan selain tidak mau menunda lebih lama lagi, dia juga takut jika akan meniduri Manika lagi, dia juga tidak mau jika Casandra akan muncul di tengah-tengah mereka dan akan membuat goyah hubungan mereka.
Setidaknya dengan sebuah ikatan pernikahan, hubungan mereka akan lebih kuat lagi untuk menghadapi sebuah ujian yang menanti mereka.
Apalagi salah satu mitos yang Bryan ketahui, semakin hari pernikahan itu dekat, akan semakin kencang pula godaan yang akan merusak hubungan mereka. Dan Bryan tidak mau melalui itu.
__ADS_1
Cukup satu hari dirinya merasa bimbang akan perasaannya. Kini dia benar-benar memantapkan hatinya, untuk selalu mencintai Manika dan akan menjadikan dia satu-satunya wanita yang berhak atas segala sesuatu terhadapnya.
"Apa maksud kamu?" Shakki memang tidak mengetahui kalau Casandra kembali ke negara ini dan sudah bertemu dengan putranya. Rupanya Arya juga tidak menceritakan tentang pertemuan tidak sengaja Bryan dengan Casandra kepada sang istri.