Bibit Bayaran

Bibit Bayaran
Apa Yang Terjadi?


__ADS_3

"Lebih baik anda menyerah tanpa perlawanan, daripada anda tersakiti oleh kami, Tuan." ingat orang tersebut. Bukan Bryan namanya jika harus menurut pada orang lain.


"Siapa yang menyuruh kalian!" pekik Bryan.


"Maaf, saya tidak bisa memberitahukan kepada anda. Dan jangan salahkan kami jika kamu mengambil tindakan kasar," ucap pria bertubuh besar itu.


Kemudian terjadilah perkelahian Bryan dengan lima orang yang berpakaian serba hitam tersebut. Tiga puluh menit awal, Bryan masih sanggup menghadapi mereka. Bahkan dua diantara mereka dibuat babak belur olehnya.


Namun takdir mungkin berkata lain padanya, saat dia tengah sibuk menghadang dua orang, satu orang diantara mereka berhasil menelusup ke daerah penjagaan Bryan.


Orang itu membuka paksa pintu mobil yang berada di sebelah Manika. Membuat Manika takut di dalam sana. Karena orang itu sudah terlatih, tidak membutuhkan waktu banyak untuk membuka pintu mobil.


Orang tersebut menyeret Manika keluar dari sana. Manika berteriak histeris saat dengan kasar orang itu menarik tangannya. Dan hal itu mampu mengalihkan pusat perhatian Bryan.


"Lepaskan tanganmu dari tangan istriku!" teriak Bryan ingin menghampiri Manika. Mukanya merah padam menahan amarah yang memuncak. Melihat istrinya ditarik dengan kasar seperti itu.


Namun, belum sempat Bryan melangkah lebih jauh, dua orang yang tengah berkelahi dengannya tadi melayangkan sebuah pukulan tang teramat keras tepat di tengkuk leher Bryan. Sementara yang satunya lagi memukul kaki Bryan dengan tongkat yang dia ambil dari dalam mobil.

__ADS_1


"MAASSS!!! AWAASSS!!" pekik Manika begitu kencang.


Namun, terlambat sudah peringatan darinya. Karena Bryan berhasil dilumpuhkan sebelum dia sadar akan keadaannya sendiri. Tubuh Bryan langsung tersungkur ke depan. Matanya menatap kearah sang istri yang kini dibawa pergi dengan paksa oleh orang-orang tersebut.


Tidak ada yang bisa ia lakukan untuk menolong sang istri. Bryan hanya bisa menatap kepergian mobil yang membawa istrinya tersebut. Disisa tenaganya yang sedikit, Bryan meraih ponsel yang masih tersimpan di saku celananya. Dia mencari salah nama dari kontak yang ada di ponselnya, lalu mendial nomor tersebut.


"Tolong gue, Lang," lirih Bryan kemudian tak sadarkan diri.


Sementara itu di mobil yang di tumpangi oleh Manika, ia tak henti-hentinya memberontak. Bahkan Manika memukul-mukul dua orang yang tengah mengapitnya.


Karena tidak mau sampai tawanannya kabur, salah seorang yang berada disisi Manika mengeluarkan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Tanpa menunggu lama, kain itu diarahkan ke hidung Manika, hingga Manika lemas tak berdaya.


"Gue bius! Daripada bibir gue gatel," jawab orang yang membius Manika.


"Lah! Gatel kenapa emangnya?" tanya temannya yang lain.


"Gatel pingin nyium dia yang dari tadi berisik," jawab orang yang membius Manika tadi seraya cengengesan.

__ADS_1


"Itu mah mau lo aja!" ucap orang yang di sebelah Manika. "Ingat pesan Bos, bawa perempuan ini tanpa ada yang cacat," ingatnya kembali.


Mobil mereka pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju tempat yang sudah dipersiapkan. Di sana sudah ada bos mereka yang sedang menunggu kedatangan Manika.


Sementara itu ditempat Bryan terkapar, datanglah sebuah sedan mewah berwarna hitam mendekat kearah Bryan. Terlihat ada dua orang laki-laki yang begitu tampan turun dari mobil itu. Mereka mengambil langkah lebar menghampiri Bryan yang sudah tak sadarkan diri.


"Bry! Apa yang terjadi?" tanya tanya seseorang yang terlihat begitu khawatir melihat keadaan kakak iparnya sekaligus sahabatnya itu.


"Lebih baik kita cepat bawa Bryan ke rumah sakit saja, Lang!" ucap seseorang lagi yang memiliki wajah tampan paripurna.


"Benar, Lan. Tolong bantu gue angkat dia," ucap Langit pada Erlangga.


Kemudian Erlangga membantu Langit mengangkat tubuh Bryan dan mereka masukkan ke dalam mobil Erlangga. Setelah itu Erlangga mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


"Sam, lo urus mobil Bryan di persimpangan jalan menuju bandara," ucap Langit pada Samuel lewat telpon.


Kemudian Langit menghubungi Devan yang tengah sibuk-sibuknya menghadapi adik dari partner bisnisnya itu. "Dev, lo lacak keberadaan istri Bryan. Secepatnya! Lo tinggalin aja tuh adiknya si Erlan yang ribet banget," sontak ucapan Langit mendapat cibiran dari Erlangga.

__ADS_1


"Teman Lo aja yang nggak pinter. Adik gue yang cantiknya kelewatan seperti itu malah diputus," cibir Erlangga yang tidak terima adiknya dikatain.


__ADS_2