
Tidak berapa lama dari kedatangan Manika, Direktur utama dari perusahaan itu tiba. Semua karyawan menunduk hormat padanya. Begitu juga dengan Manika dan Gauri.
Seorang pemuda yang masih muda, tampan, berperawakan tinggi, serta kesan wibawanya yang sangat kental. Membuat pemuda itu terlihat sangat di segani.
Pemuda itu berjalan melewati meja resepsionis begitu saja, tanpa melihat ke arah dua orang wanita cantik yang berdiri di sana. Dia melangkah dengan begitu tenang menuju ruangannya. Diikuti oleh Miko di belakangnya.
Sesampainya di ruangan khusus Direktur perusahaan, Bryan mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
"Apa yang harus aku pelajari lebih dulu, Mik?" tanya Bryan pada Miko, sang asisten pribadinya.
Miko nampak membuka lembaran dokumen yang ada di tangannya. Kemudian membacakan agenda Bryan hari ini. Dari mulai mempelajari sistem di perusahaan ini, sampai janji temu dengan salah satu klien penting yang ingin bertemu dengan Bryan. Selaku direktur utama perusahan Natakusuma Corporation yang baru.
__ADS_1
"Baiklah, bawa semua berkas itu ke sini. Kosongkan jadwalku di jam makan siang. Aku ingin bertemu dengan keponakan ku yang galak itu," ucap Bryan kemudian mengambil sebuah kalung dari dalam sakunya.
Kalung itu adalah satu-satunya benda yang ditinggalkan oleh wanita yang menghangatkan ranjangnya, satu tahun silam. Dan karena wanita itulah Bryan sampai sekarang tidak bisa mencicipi rasa wanita lain lagi. Entah ini sebuah hukuman untuknya atau sebuah keanehan langka, yang hanya terjadi padanya.
Sementara itu, Manika ijin pada Gauri untuk pulang sebentar di saat jam makan siang. Dia harus memompa ASI-nya untuk diberikan pada putri semata wayangnya.
"Kenapa nggak kamu pompa tadi pagi aja, Ka?" kata Gauri melihat Manika kasihan harus bolak balik ke kantor.
"Ya udah kalau gitu hati-hati, Ka. Mending naik taxi aja biar lebih cepat dan aman." ingat Gauri pada Manika. Manika menjawabnya dengan lambaian tangannya ke atas. Dia sudah berjalan menjauh dari tempatnya bekerja.
Manika berjalan tergesa tanpa melihat ada orang yang berhenti di depannya. Sehingga membuat Manika menabraknya dengan cukup keras.
__ADS_1
"Aduh!" pekik Manika seraya memegang keningnya yang terbentur dengan punggung seseorang tersebut.
"Maaf, Tuan. Saya tidak sengaja," ucap Manika menunduk sopan kepada orang yang ditabrak nya. Kemudian Manika langsung berlari dengan raut muka yang gelisah. Karena kalau ia tidak dengan cepat pulang ke rumah, maka waktu untuk kembali ke kantor sangatlah terlambat nantinya.
Tanpa menoleh ke belakang, Manika segera menaiki taxi yang berhenti tepat di depan perusahaan dirinya bekerja.
Sementara itu, orang yang telah ditabrak oleh Manika terdiam membeku di tempatnya. Dia merasa dirinya sedang berhalusinasi melihat wanita yang selama satu tahun ini selalu bergentayangan di dalam hidupnya. Hingga sebuah tepukan di bahunya, menyadarkan dirinya agar kembali ke dunia nyata.
"Tuan tidak apa-apa?" tanya Miko sedikit khawatir, karena melihat wajah Bryan yang melamun. Tak biasanya bosnya itu melamun, ditambah lagi ini ditempat umum.
"Dia ada didekat ku, Mik!" ucap Bryan setelah tersadar. "Kita harus cepat bergegas, Mik. Sebelum aku kehilangan hidupku lagi." Bryan langsung berlari menuju mobilnya dan diikuti oleh Miko dibelakangnya. Miko sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia hanya mengikuti bosnya yang terlihat sangat panik akan sesuatu.
__ADS_1