
"Aku ingin mengirim sebuah video pada Bryan saat istrinya di perkosa sama dia!" tunjuk Casandra pada lelaki yang menyicipi Manika tadi.
Ucapan Casandra bagaikan petir yang menyambar telinga Manika. Bagaimana bisa, Casandra sejahat itu. Padahal mereka sama-sama perempuan. Dan dia juga pernah mengalami bagaimana kehilangan sebuah kehormatan.
"Apa kau sudah gila!" pekik Manika menatap tajam ke arah Casandra.
"Haha... Aku gila karena kekasihku kau rebut!" sentak Casandra tak kalah keras. Tangannya mencengkeram kembali kedua pipi Manika. "Jika kau sudah ternoda, dapat aku pastikan Bryan akan jijik dan meninggalkanmu. Dan itu yang aku inginkan," lanjut Casandra dengan tersenyum licik.
"Nikmati dia!" ucap Eva memberi perintah pada anak buahnya. Kemudian Eva berjalan menuju sofa yang menjadi tempatnya semula. Menumpukan kaki kanan ke kaki kirinya, tangannya kembali meraih batang rokok dari dalam wadahnya dan mulai menikmati rokoknya kembali dengan tatapannya yang mengarah ke depan.
__ADS_1
"Jangan berani menyentuh ku!" pekik Manika saat dua orang lelaki yang melangkah mendekatinya. Sementara orang yang paling menginginkannya sedari tadi, sudah mulai menyentuh wajah cantiknya.
Casandra tersenyum puas saat melihat Manika mulai di geranyangi oleh lelaki hidung belang tersebut. Lalu dia mengambil langkah mundur dan mulai mengaktifkan kamera video yang ada di ponselnya.
Satu persatu kain yang menutupi permukaan kulit Manika yang putih, bersih, serta lembut itu, jatuh ke lantai. Manika memberontak hingga menyebabkan pergelangan tangan dan kakinya memerah. Bahkan pergelangan tangannya yang kanan mulai keluar darah, akibat gesekan dari tali yang sangat kuat. Ditambah lagi dia berusaha menarik tangannya agar terlepas dari ikatan itu.
"Santapan lezat banget ini bos!" ucap salah satu diantara tiga pria yang mengitari Manika dengan tatapan penuh *****.
Kini kondisi Manika hanya mengenakan pakaian dalam saja. Karena bajunya sudah digunting oleh tiga pria itu. Rambut panjangnya yang ikal itu, dilepas talinya oleh pemimpin diantara mereka. Sehingga Manika terlihat kian begitu menggoda di mata mereka.
__ADS_1
"Tidak! Aku mohon, jangan buka itu!" teriak Manika dengan berderai air mata. Dia harus bisa menjaga kehormatannya apapun yang terjadi.
Manika menggigit tangan orang yang menyentuh bagian dadanya. Hingga tangan orang itu berdarah. Tak tinggal diam, pria yang satunya lagi memberi Manika obat bius, karena tidak mau acara bersantap malamnya terganggu.
"Hei! Kau apakan dia?" tanya Casandra yang masih setia mengarahkan ponselnya ke mereka.
"Hanya dibikin tidur, Nyonya. Biar tidak mengganggu kesenangan kami," jawab salah satu diantara tiga pria tersebut. Casandra mengangguk dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.
Sementara itu, Eva tidak memperdulikan apa yang mereka lakukan. Dia terlihat begitu menikmati hisapan demi hisapan dari batang rokoknya.
__ADS_1
Sedangkan di bagian belakang gedung, ada dua pria paruh baya dengan gerakan lincahnya, melompat sana sini tanpa menimbulkan suara. Begitu mudahnya mematahkan leher para penjaga yang ada di bagian belakang gedung tanpa sempat melawan.
Bahkan, dua anak buah yang bersama mereka dibuat kagum oleh keahlian dua pria paruh baya tersebut. Memang, mereka pernah mendengar betapa sadis nya dua pria paruh baya itu pada masa lalu. Dan yang paling gila diantara dua pria paruh baya itu adalah Dirga. Karena Arya lebih sering menggunakan otaknya, daripada kekuatan fisik seperti yang sering digunakan oleh Dirga.