Bibit Bayaran

Bibit Bayaran
Bagaimana Kabarmu?


__ADS_3

"Bagaimana kabar anakmu?" tanya Bryan lagi. Dia masih sangat penasaran dengan anak yang di kandung Casandra dulu.


Casandra terdiam tidak langsung menjawab. Rasa bersalahnya pada Bryan muncul kembali. Namun, semuanya sudah terjadi dan kejadian dulu yang menimpanya itu merupakan kesalahannya juga.


Pada saat itu, Bryan menitipkan Casandra pada Marko di sebuah bar milik Ayumna. Karena dia ada urusan yabg sangat penting dan tidak bisa melibatkan Casandra untuk ikut.


Akhirnya Casandra tinggal bersama Marko hanya berdua di bar tersebut. Awalnya mereka biasa, saling bertukar cerita dan pengalaman hidup. Di depan mereka pun tersaji sebuah minuman yang berwarna merah. Minuman yang tidak pernah Casandra cicipi.


Karena rasa penasarannya yang begitu tinggi, dan Bryan sedang tidak bersamanya, akhirnya Casandra meminta Marko untuk memberinya minuman tersebut.


Awalnya Marko menolak, karena takut pada larangan Bryan. Namun, gadis yang ada dihadapannya itu merengek ingin mencoba minuman itu sedikit saja. Marko pun memberinya setengah gelas, karena tidak tahan dengan suara rengekan dari kekasih sahabatnya itu.

__ADS_1


Obrolan mereka semakin lama semakin asik. Tanpa mereka sadari, mereka menghabiskan beberapa botol minuman tersebut. Sehingga membuat mereka sama-sama mabuk. Dan pada saat itulah kejadian yang tak diinginkan itu terjadi. Mereka saling memberikan kehangatan diri mereka masing-masing. Kemudian hal itupun benar-benar terjadi.


Sebenarnya Marko mau mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mengaku pada Bryan. Tapi Casandra menolak dan melarang Marko untuk memberitahu Bryan yang sesungguhnya, apa yang terjadi diantara mereka.


Casandra memilih meninggalkan Bryan dan akan merawat anak hasil kesalahannya itu sendiri. Namun takdir berkata lain disaat Casandra sudah melepas semuanya. Dia kehilangan anaknya disaat kandungannya baru mencapai umur tujuh bulan.


Karena sudah meninggalkan semua, keadaan memaksa Casandra untuk bekerja lebih keras lagi. Dan karena alasan seperti itulah Casandra keguguran. Dan kini dirinya bekerja di sebuah tempat hiburan malam.


"Anakku sudah berada di surga," lirih Casandra. Jawaban Casandra membuat Bryan menoleh cepat kearahnya dengan tatapan tak percaya.


"Nggak apa-apa," ucap Casandra seraya menghapus air matanya yang mulai menetes. "Bagaimana kabarmu?" tanya Casandra kemudian.

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja," Bryan merasa sedikit iba dengan apa yang di alami oleh Casandra. Biar bagaimanapun, perempuan itu pernah menghiasi hidupnya agar lebih berwarna.


Namun saat ingin memeluk Casandra dan memenangkan perempuan itu yang kini menangis, seketika bayangan Manika muncul di kepalanya. Sehingga mengurungkan niatnya untuk memeluk perempuan yang kini menunduk, dengan suara tangisan yang lirih.


Bryan menepuk punggung Casandra dengan pelan. Mencoba menenangkan perempuan itu. Hanya ini yang bisa dilakukan oleh Bryan saat ini.


Setelah dirasa tenang, Bryan kembali fokus pada kemudinya. Dia mengantarkan Casandra sampai di depan rumah kontrakan perempuan itu. Ada rasa iba di hati Bryan melihat tempat tinggal Casandra sekarang. Dia akan menyuruh Miko untuk mencarikan rumah yang lebih layak bagi Casandra.


"Makasih," ucap Casandra turun dari mobil Bryan. Bryan mengangguk dan tersenyum kearah Casandra. Lalu melambaikan tangannya.


Bryan mulai menyalakan mesin mobilnya, tapi sebelum menjalankan mobilnya tersebut, Casandra beralih ke sisi luar kemudi. Dia mengetuk kaca jendela mobil di sisi kanan Bryan. Kemudian Bryan membukakannya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Bryan.


"Emm...boleh minta nomor telponmu?" tanya Casandra dengan nada hati-hati.


__ADS_2