Bibit Bayaran

Bibit Bayaran
Kita Sudah Berakhir


__ADS_3

"Siapa dia Bry? Kok kamu keliatan nggak rela banget dia pergi," tanya Casandra yang kini berdiri di samping Bryan yang masih betah menatap kepergian Manika.


Sedangkan Miko segera menjauh dari bosnya tersebut, dan memilih pergi ke ruangannya untuk makan siang.


Bryan tak menjawab pertanyaan Casandra. Dia lebih memilih masuk ke dalam ruangannya dan mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Tangannya meraih ponsel yang tergelatak di atas meja, lalu mengusap layar ponselnya.


Nampaklah foto dua perempuan yang saat ini menjadi masa depannya. Bibirnya terangkat keatas mengulas sebuah senyuman, saat menatap ponselnya. Membuat Casandra penasaran, apa yang membuat Bryan seperti itu sehingga mengacuhkan keberadaannya.


"Kamu liatin apa sih, Bry?" tanya Casandra seraya membuka tempat bekal makanan yang dia bawa. "Ini Bry, makan dulu. Aku sendiri loh yang memasak," Casandra menyodorkan makanan yang sudah dia siapkan untuk Bryan.


"Kamu ngapain kesini?" bukannya menanggapi ucapan Casandra dan makan makanan yang sudah dibawakan untuknya, Bryan malah menatap tidak suka kepada Casandra.


"Kamu nggak suka ada aku disini?" tanya Casandra dengan menatap heran kearah Bryan.


"Ini jam kerja," jawab Bryan singkat, tidak ingin memperkeruh masalah. Kemudian Bryan mengetik sesuatu di layar ponselnya, lalu mengirimkan pesan itu ke sang istri.

__ADS_1


"Ini udah waktunya makan siang, Bry. Memangnya kamu nggak kangen ama masakan aku?" tanya Casandra mencoba untuk menyuapi Bryan. Namun Bryan segera menjauhkan dirinya dari Casandra. Membuat Casandra semakin kesal.


"Kamu kenapa sih, Bry? Dari tadi ngehindar terus dari aku. Sikap kamu beda banget sama saat kita dulu," protes Casandra.


"Itu dulu, Cas. Sebelum kamu mengkhianatiku," ucapan Bryan mampu membungkam mulut Casandra yang ingin melayangkan protes kembali.


"Maaf," lirih Casandra. Dia merasa bersalah kepada Bryan jika mengingat tindakannya beberapa tahun kebelakang.


"Yang lalu biarlah berlalu, Cas. Kita jalani masing-masing hidup kita kedepan. Jadikan masa lalu itu sebuah pelajaran untukmu melangkah ke depan. Dan berhati-hatilah dalam mengambil sebuah tindakan. Pikirkan dulu, apa konsekuensi yang akan kamu dapat nantinya. Jangan terlalu gegabah dalam memutuskan suatu hal," ucap Bryan.


"Apa kita tidak bisa kembali seperti dulu lagi?" tanya Casandra dengan tatapan memohon.


Bryan berdiri, lalu menepuk bahu Casandra. "Hubungan kita sudah berakhir dimasa lalu. Carilah kebahagian di hari mendatang. Dan aku sudah bahagia dengan masa depanku,"


"Bahagiaku adalah dirimu, Bry!" Casandra tak kuasa membendung air yang akan jatuh dari pelupuk matanya.

__ADS_1


"Tapi aku sudah mempunyai orang yang berhak aku bahagiakan, Cas. Aku sudah menikah dan memiliki seorang anak," tegas Bryan.


Dia tidak mau jika istrinya nanti akan salah paham lagi terhadapnya. Bryan benar-benar ingin meninggalkan masa lalunya dan akan melewati masa depannya bersama sang istri.


Prang!


Tempat bekal yang berisi makanan buat Bryan tersebut jatuh dari tangan Casandra, saat telinganya mendengar bahwa Bryan sudah menikah. Bahkan mereka sudah memiliki seorang anak. Air matanya pun kian menetes sangat deras. Apakah harapannya akan berhenti sampai disini saja?


"Tidak mungkin! Kamu bohong, kan Bry?" tangis Casandra pecah saat melihat Bryan menggelengkan kepalanya dan membenarkan ucapannya.


"Kenapa kamu tega sama kau, Bry?


"Bukan aku, Cas! Tapi kamu yang tega meninggalkan aku, dulu. Padahal aku mau menerima mu apa adanya. Dan kini aku sudah mendapatkan kebahagian ku. Aku akan melindungi mereka. Ku harap kamu mengerti, Cas. Dan maaf, jika kemarin aku seolah memberimu sebuah harapan yang semu," ucap Bryan, lalu keluar dari ruangannya.


Ada rasa bersalah di hati Bryan. Tapi dia harus tegas dalam bersikap. Dia tidak mau membuat sang istri salah paham terhadapnya, yang akan berhimbas keharmonisan dalam rumah tangganya kelak.

__ADS_1


"Benarkah tidak ada kesempatan untukku?" lirih Casandra menatap kepergian Bryan yang tak melihat kearahnya sekalipun.


__ADS_2