
Setelah melalui perdebatan kemarin, akhirnya hari ini mereka berangkat ke kantor bersama. Manika meminta untuk di turunkan agak jauh dari gerbang perusahaan. Awalnya Bryan menolak, tapi Manika berhasil meyakinkan suaminya. Dia belum terbiasa dengan statusnya sekarang.
Di gosipkan menjadi kekasih dari direktur utama perusahaan Natakusuma saja, sudah membuat dirinya kerepotan. Apalagi sampai ada yang tahu kalau dirinya adalah istri dari direktur utama mereka? Bisa-bisa dirinya di hujat oleh karyawan suaminya. Karena derajat mereka yang tidak setara. Meskipun keluarga Bryan tidak mempermasalahkan itu.
Memang waktu Bryan melamar nya untuk yang kedua kali, banyak karyawannya yang tahu. Tapi dengan kemampuan Miko, dia bisa membungkam para karyawannya itu. Sehingga tidak ada yang mengetahui status Manika yang sebenarnya sekarang.
Andai dulu sebelum dirinya ketahuan hamil, dan papa-nya melakukan penipuan terhadap perusahaan sang nenek, Manika mungkin tidak akan separah seperti sebelum bertemu Bryan kembali.
"Aku keluar, ya Mas," ucap Manika sebelum keluar dari dalam mobil suaminya.
"Kamu yakin, turun di sini?" tanya Bryan seperti tidak rela menurunkan istrinya di luar gerbang perusahaannya.
__ADS_1
"Iya, Mas," jawab Manika. Saat Manika ingin membuka pintu, tangannya ditahan oleh Bryan. Lalu Manika menatap suaminya heran.
"Belum di kiss...," tunjuk Bryan dengan manja di pipi sebelah kirinya.
Manika menggeleng kepalanya seraya tersenyum manis. "Udah punya anak juga, masih manja kayak gini," lalu Manika mendekat lagi kearah Bryan dan mengecup singkat pipi suaminya.
Bryan tersenyum sumringah saat mendapat kecupan dari istrinya. Sebisa mungkin Bryan mencoba untuk menciptakan suasana romantis diantara mereka. Sehingga membuat Manika merasa nyaman berada di dekatnya dan tidak akan meninggalkan dirinya seperti mantan kekasihnya dulu.
"Aku keluar dulu Mas, keburu telat nanti," ucap Manika setelah mengecup pipi suaminya.
Bryan mengamati kepergian sang istri sampai bayangan istrinya itu menghilang dari balik gerbang. Baru setelah itu dia menyalakan mesin mobilnya dam melajukannya menuju gerbang yang dilewati Manika barusan.
__ADS_1
Casandra nampak sibuk menata makanan di tempat bekal yang sudah dia sediakan. Dia berencana untuk menemui Bryan di tempat kerjanya. Karena setelah kepergian Bryan pagi itu, dia tidak bisa menghubungi mantan kekasihnya itu lagi.
Casandra mencoba menelusuri media sosial Bryan, tapi tak ada informasi apapun di medsos milik Bryan. Bahkan, pria itu terakhir memperbarui statusnya satu tahun yang lalu. Dengan caption yang membuat penasaran Casandra.
Sampai ke ujung dunia pun kamu bersembunyi, aku akan tetap bisa menemukanmu, wahai lahan benih-ku.
"Tidak biasanya Bryan menulis kata seperti itu. Apa dia sudah mempunyai pengganti ku? Tapi, tatapan matanya pada malam itu masih tersirat ada rasa terhadapku," gumam Casandra seraya menyelesaikan kegiatannya.
Tidak mau berpikir panjang, Casandra segera membersihkan diri dan berdandan secantik mungkin, agar bisa menarik perhatian Bryan kembali padanya.
"Aku yakin, kalau kamu akan jatuh lagi ke dalam genggamanku, Sayang," ucap Casandra penuh percaya diri, seraya menatap penampilan dirinya dari balik cermin besar yang terdapat di kamarnya.
__ADS_1
Casandra menggunakan pakaian berlengan pendek dengan rok yang hanya sebatas setengah paha-nya. Dengan potongan baju yang sangat pas di tubuhnya. Sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang mampu membangunkan hasrat laki-laki yang melihatnya.
"Pas banget, sebentar lagi waktu makan siang. Lebih baik aku cepetan kesana deh," ucap Casandra bergegas keluar rumah kontrakannya. Sebelumnya, dia telah mengunci pintu rumah dan memesan ojek online yang berada di sekitar rumahnya.