Bibit Bayaran

Bibit Bayaran
Bangga Padamu


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari Bryan, Shakki kemudian memeluk Bryan dengan penuh kasih sayang. Bahkan Shakki melupakan keberadaan sang mantu dan cucu-nya.


"Kali ini Mama bangga padamu, Bry," ucap Shakki membenarkan keputusan Bryan untuk mempercepat pernikahan mereka. "Ya... meskipun ada sedikit rasa kecewa karena lagi-lagi Mama tidak bisa memamerkan anak-anak Mama saat menikah." lanjutnya dengan wajah yang sendu.


Bryan mengusap tangan mama-nya. Mencoba untuk merayu sang mama. "Lagian kita udah ada anak, Ma. Akan sangat aneh jika menggelar pesta," ucap Bryan tanpa melihat kearah Manika.


"Dengan kata lain kamu malu, Mas. Menikah dengan wanita yang mempunyai seorang anak? Lagian itu juga anak kamu, kan." ucap Manika. Manika menampilkan wajah merajuk nya kepada semua orang. Membuat Shakki dan Arya menggeleng kepala. Biar bagaimanapun, mereka sekarang adalah sepasang pengantin baru.


"Bukan begitu, Beib," Bryan langsung berpindah duduk di samping istrinya yang tengah memangku Cloe. "Maksud aku bukan begitu," Bryan serba salah sekarang.


Sebenarnya dia melakukan ini semua untuk keselamatan mereka. Bukan karena malu telah mempunyai anak diluar nikah. Dia bahkan sangat ingin memamerkan wajah sang putri kepada media. Akan tetapi, Bryan berpikir seribu kali untuk melakukan itu. Dia tidak mau putrinya nanti menjadi sasaran empuk bagi orang yang akan mencelakainya.

__ADS_1


"Aku sangat ingin memperkenalkan kepada media kalau kamu adalah istriku dan Cloe adalah putriku. Tapi untuk sementara ini aku tidak bisa, semua ini aku lakukan untuk keselamatan kalian," bujuk Bryan pada Manik yang merajuk.


Sebenarnya Manika hanya berpura-pura merajuk. Tidak masalah baginya jika Bryan tidak mempublish dirinya sebagai istri dari Bryan Natakusuma. Lagian dia juga tidak suka jika menjadi pusat perhatian.


Manika tetap terdiam membisu. Dia lebih memilih sibuk menggoda Cloe yang saat ini tertawa kegelian karena ulah tangannya dan mengabaikan Bryan, suaminya. Hal itu membuat Bryan semakin frustasi. Ini hari pertama mereka setelah sah menjadi sepasang suami istri. Masa iya, dia udah dicuekin seperti ini.


"Beibeh....," rengek Bryan kembali. Dia bahkan mengabaikan putrinya yang menjulurkan tangan mungilnya meminta untuk di gendong oleh Daddy-nya.


"Ayo, Sayang. Malam ini tidur sama Oma dan Opa saja ya? Biarkan orang tuamu membuatkan adik untukmu," ucap Shakki tanpa melihat ekspresi menantunya yang mendadak berubah gugup. Dia lupa kalau belum menggunakan alat kontrasepsi.


Shakki melangkah melewati Bryan. Menatap kearah sang putra yang terlihat membeku mencerna ucapan darinya.

__ADS_1


"Selesaikan urusan kalian dengan tenang. Cloe malam ini akan tidur dengan Mama," ucap Shakki lagi berusaha memberi kode kepada Bryan. Setelah itu membawa Cloe pergi menuju kamar mereka. Meninggalkan sepasang pengantin baru itu di ruang keluarga.


Dan ucapan sang mama merupakan angin segar bagi Bryan. Tanpa menunggu lama dengan seringai di bibirnya, dia langsung mengangkat tubuh sang istri yang langsung memekik seketika.


"Mas, turunin! Malu kalau sampai ada yang liat," Manika memberontak meminta diturunkan dari gendongan suaminya. Dia takut jika asisten rumah keluarga Natakusuma akan melihat mereka. Karena malam belum begitu larut.


Namun, Bryan tak mengindahkan permintaan sang istri.


Dia tetap melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Bersebelahan di kamar Ayumna, jika adiknya itu menginap di sini.


"Mari kita buat adik untuk Cloe, Beibeh," ucap Bryan seraya menindih sang istri. Membuat Manika semakin gugup, meskipun ini akan menjadi yang ketiga kalinya baginya. Eh, ralat! Untuk yang kesekian kalinya. Karena Bryan tak cukup melakukannya hanya dengan satu kali ronde. Dia pasti tidak akan membuat Manika kesusahan keesokan harinya.

__ADS_1


__ADS_2