
"Mari Bu, silahkan." kata Manika dengan ramah seraya berjalan terlebih dulu. Casandra pun mengikuti Manika dari belakang.
Tak ada percakapan diantara mereka saat menuju ruangan Bryan. Mereka saling berdiam diri dengan pikiran masing-masing. Manika sibuk memikirkan ada hubungan apa suaminya dengan perempuan ini. Sementara Casandra memikirkan, bagaimana terkejutnya Bryan nanti saat melihat dirinya. Pasti akan langsung menghambur memeluk tubuhnya.
Tak berapa lama, kini mereka sampai di depan ruangan Bryan. Sebelum Manika mengetuk pintu ruangan direktur, terlihat Miko baru keluar dari balik pintu tersebut. Betapa kaget nya Miko, saat melihat ada dua wanita yang berada tepat di hadapannya. Terlebih siapa mereka.
Sementara itu di dalam ruangan, Bryan nampak antusias menunggu kedatangan sang istri. Dia sudah bersiap di dekat pintu. Tadi Bryan menyuruh Miko untuk menyiapkan makan siangnya bersama Manika. Dan barusan dia menyuruh Miko untuk memanggil Manika di lantai bawah.
Klek!
Terdengar suara pintu terbuka. Bryan langsung membalikkan badannya dan melangkah ke arah pintu seraya menyambut sang istri.
__ADS_1
"Hai Sayang, kamu kok...," ucapannya terhenti ketika tahu siapa yang yang membuka pintu.
Bryan diam mematung di tempatnya dengan posisi kedua tangannya merentang, siap memeluk sang istri. Tapi betapa terkejutnya dia, saat tahu yang membuka pintunya bukanlah Manika. Melainkan Casandra, mantan kekasihnya. Sedangkan Manika berada di belakang, diluar ruangan Bryan.
"Hai, Bry!" Casandra dengan senang hati menghambur ke dalam pelukan Bryan. Dia tidak menyangka kalau Bryan menyambutnya dengan cara seperti ini. Ternyata apa yang dipikirkannya benar nyatanya, kalau Bryan masih memiliki rasa terhadapnya.
Sementara itu, Manika memicingkan matanya kearah Bryan. Bryan terlihat kaget, tapi juga tak kunjung segera menjauh dari perempuan itu. Manika menatapnya tajam, membuat Bryan segera melepas pelukan mereka. Dia takut akan ancaman dari sang istri melalui sorot matanya. Seolah mengatakan 'tidak ada acara nananina malam ini'.
Bryan tak bergeming dengan ucapan Casandra. Dia lebih memilih segera menjauh dari mantannya itu. Kemudian menatap kearah Manika yang masih menatapnya di depan pintu bersama dengan Miko.
"Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak," ucap Manika menunduk sopan lalu membalikkan tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya.
__ADS_1
"Tunggu," Bryan segera mencekal tangan Manika, saat istrinya itu berjalan menjauh dari ruangannya.
Namun, Manika tak bergeming. Kemudian melepas tangan Bryan dengan pelan. Manika menatap kearah Bryan dengan tatapan sulit diartikan.
"Maaf, Pak. Saya harus kembali ke tempat kerja saya," Manika berusaha bersikap profesional. Karena ini masih jam kerja. Sedangkan jam makan siang masih kurang lima belas menit lagi.
"Tapi, Sa--" ucapan Bryan terhenti disaat Manika menatapnya tajam. Seolah memberitahu Bryan kalau mereka sedang berada di kantor. Kemudian Manika tersenyum selembut mungkin kepada suaminya tersebut. Ingin memberitahu Bryan, kalau dirinya baik-baik saja.
"Maaf, Saya harus segera pergi dari sini, Pak. Karena jam makan siang akan segera tiba," kemudian Manika pamit. Tidak lupa tersenyum kepada tamu yang baru saja dia antar, lalu berpindah menatap Miko dan menampilkan sebuah senyuman manis dari bibirnya. Miko hanya mengangguk, tidak berani membalas senyuman dari istri bosnya tersebut.
Kuatkan iman hamba, ya Allah... Dari senyuman maut istri bos. Batin Miko seraya mengalihkan perhatiannya kearah lain.
__ADS_1
Sedangkan Bryan menatap tajam kearah Miko. Berani mengaguminya, hilang mata, lo! Begitulah kiranya ancaman Bryan yang dapat Miko artikan.