
Malamnya, Bryan mengajak Manika serta keluarganya untuk makan di sebuah restoran yang sudah ia reservasi sebelumnya. Dengan nuansa yang ia sulap sedemikian romantis.
Dia sudah menyiapkan sesuatu yang akan mengejutkan Manika nantinya. Dengan memakai baju yang sedikit terlihat formal, namun tetap tidak meninggalkan kesan Cool-nya.
Bryan melangkah masuk ke dalam rumah Manika. Di sana terlihat mama dan neneknya Manika sedang menunggu kedatangannya di ruang tamu.
"Malam, Ma, Nek," sapa Bryan kemudian mencium punggung tangan mereka satu persatu.
"Malam juga Princess-nya Daddy," sapa Bryan kepada buah hatinya. Kemudian mengambil alih Cloe dari pangkuan sang nenek. Lalu Bryan menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan wanitanya.
"Manika sedang dandan di kamarnya. Tadi mengurus Cloe dulu yang tiba-tiba pup saat dia baru selesai di dandanin," ucap Annyra seolah tahu apa yang dicari oleh pria bertubuh kekar tersebut.
__ADS_1
Semenjak mengetahui siapa ayah Cloe yang sebenarnya, Annrya dan Dahruslia tidak menyalahkan Bryan sepenuhnya. Karena semua itu bukan hanya salah pria tampan ini. Namun juga salah putrinya.
Meskipun begitu, Annyra tidak menghakimi putrinya. Karena ia tahu, penyebab sang putri bersikap seperti itu , sedikit banyak karena berawal darinya.
Dulu Annyra sangat sibuk merintis toko kue yang ia bangun dari bawah. Sementara sang suami selalu mencari kesenangan diluar sana setelah Annyra melahirkan Manika. Sehingga secara tidak langsung, dia menelantarkan putrinya sendiri demi masa depan mereka yang tanpa sesosok suami atau Ayah bagi Manika.
Selang beberapa menit menunggu, akhirnya yang ditunggu pun turun juga. Mata Bryan tak berkedip menatap sosok perempuan yang bisa dibilang jelmaan dari bidadari surga yang turun ke bumi. Kini bidadari itu melangkah mendekat ke arahnya.
Annyra dan Dahruslia tersenyum sambil menggeleng kepala mereka, saat melihat Bryan yang begitu kentara mengagumi kecantikan serta kemolekan yang Manika miliki.
Namun, Bryan tidak mengidahkan ucapan Manika. Bahkan kini mulutnya sampai terbuka, sangking terpana nya akan pesona yang Manika tampakkan. Membuat wajah Manika merona karena malu dilihat seperti itu oleh Bryan.
__ADS_1
"Kamu cantik banget, Sayang. Sampai-sampai aku ingin membawamu pergi jauh dan mengurungmu di dalam sebuah kastil kerajaan." ucap Bryan asal. Dan hal itu sukses membuat Bryan mendapat pukulan dari Annyra, mama-nya Manika.
"Enak saja mau mengurung putri Mama! Mana jauh, pula." canda Annyra seraya memukul lengan Bryan. Membuat semua terkekeh.
Dalam perjalanan menuju restoran yang dituju, Bryan tak henti-hentinya mengalihkan fokusnya kepada Manika yang duduk di samping dirinya. Meski sering melihat wanita cantik di luar maupun di dalam negeri, tapi menurutnya Manika terlalu cantik malam ini.
"Mas, fokuskan pandanganmu ke arah jalan," ingat Manika.
"Kamu cantik banget," ucap Bryan seraya mengedipkan matanya nakal. Manika pun langsung melayangkan cubitannya ke lengan Bryan. Sontak membuat Bryan mengadu kepada mama Annyra dan nenek Dahruslia yang duduk di jok belakang kemudinya.
Mereka menggeleng kepala melihat tingkah keduanya yang seperti anak remaja. Suasana di dalam mobil pun menjadi ramai, karena Bryan tak henti-hentinya menggoda Manika yang mudah sekali tersulut emosi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi sampai ke sebuah plataran restoran yang terbilang sangat mewah. Namun, ada yang membuat Manika curiga, bagaimana bisa restoran sebesar dan semewah ini sangat sepi pengunjung. Terlihat dari mobil yang terparkir hanya sedikit.
"Mas, kamu nggak salah alamat, kan?" tanya Manika memastikan. Karena suasana di restoran ini sangatlah sepi. Berbanding terbalik dari kemewahan yang disuguhkan.