
"Mana yang membuatmu lebih berat saat ini? Manika dan putrinya? Atau perempuan masa lalu mu itu? yang telah menorehkan luka serta trauma padamu yang teramat sangat dalam." tanya Arya.
Semenjak perempuan yang bernama Casandra itu menyakiti hati putranya, Arya dan Shakki berubah tidak menyukainya lagi. Karena proses penyembuhan Bryan dari luka yang diberikan oleh Casandra, membuat seluruh keluarga ekstra ketat menjaga pewaris Natakusuma tersebut.
Berkali-kali Bryan mencoba bunuh diri dan membenci mantan kekasihnya itu. Namun, Bryan tak bisa melakukan itu. Dan para keluarganya selalu menggagalkan upaya bunuh dirinya.
"Hatiku mengatakan kalau lebih memilih Casandra. Tapi akal sehat ku menyuruhku untuk memilih Manika dan juga Cloe, Pa. Aku di hadapkan dengan pilihan yang sangat sulit menurutku. Aku tak tau harus memilih yang mana. Apalagi ketika aku melihat kehidupan Casandra yang sekarang. Aku nggak tega, Pa!" lirih Bryan tak kuasa menahan kesedihannya ketika mengingat tempat tinggal Casandra yang sekarang.
__ADS_1
Arya menepuk-nepuk bahu putranya. Berusaha menenangkan emosi yang kini melanda di hati Bryan. Cukup berat memang jika disuruh memilih salah satu diantara mereka. Tapi Bryan juga harus lebih bijak. Dengan setiap pilihan yang akan dia ambil nanti, dia juga harus siap dengan segala konsekuensi yang akan ditimbulkan.
"Kamu nggak bisa memilih keduanya, Boy. Kamu harus memikirkan baik-baik mana yang akan kamu pilih. Tapi juga harus siap dengan segala sesuatunya kelak," ucap Arya memberi nasihat kepada Bryan.
Jika Bryan bertanya kepadanya, dia harus memilih siapa, sudah jelas dan pasti Arya akan memilih Manika dan cucu perempuannya itu. Karena tes DNA juga mengatakan kalau Bryan dan Cloe Natama adalah ayah dan anak.
Arya tahu sang putra pasti bisa melewati ujian hidupnya ini. Karena Bryan pernah melewati hal yang lebih membahayakan dirinya daripada masalahnya saat ini. Namun, urusan hati siapa yang tahu. Karena jika hatinya sedang tidak sejalan dengan otaknya, maka urusan semudah apapun akan menjadi hancur berantakan.
__ADS_1
"Bryan nggak tau, Pa," frustasi Bryan.
"Jika boleh Papa sarankan, lebih baik kamu memilih Manika dan Cloe, putri kandungmu. Sementara itu tinggalkan Casandra. Lupakanlah dia dengan masa lalu kalian. Tapi jika kamu memilih Casandra, bersiaplah untuk kehilangan Manika dan Cloe. Karena Papa sendiri yang akan mengirimnya lagi ke London, dan Papa akan nikahkan dia dengan orang yang tepat. Orang yang benar-benar akan memberi hatinya kepada Manika," jelas Arya menyindir sang putra. Dan ucapannya itu semakin membuat Bryan gusar. Karena papa-nya itu bisa melakukan segalanya apa yang telah dia ucapkan. "Bukannya kamu sendiri juga tau, kalau banyak yang tertarik dengan Manika di London, sana?" tambah Arya lagi. Semakin membuat Bryan ketakutan akan kehilangan Manika dan Cloe.
Pilihan yang sangat rumit dan berat baginya. Mereka sama-sama orang yang berarti dalam hidup Bryan sekarang. Satu sisi adalah perempuan yang dia cintai. Dan sisi lainnya adalah ibu dari putrinya, yang entah Bryan merasa tidak rela jika harus melihat Manika dengan orang lain.
Jangankan menikah dengan orang lain, melihatnya digoda oleh karyawan lain saat sedang bekerja saja, sudah membuat Bryan naik pitam dan langsung memecat orang itu tanpa pembelaan.
__ADS_1
Setelah mengatakan pendapatnya, Arya meninggalkan Bryan sendirian di ruang tamu. Membiarkan putranya itu untuk berpikir lebih matang lagi. Mana yang akan dia pilih dengan segala konsekuensi yang harus dia terima.