Bibit Bayaran

Bibit Bayaran
Yakinkan Aku


__ADS_3

Bukannya duduk di kursi depan Manika, Bryan malah berjongkok tepat di hadapannya dengan satu lututnya yang tertumpu pada lantai. Membuat Manika terkesiap kaget. Dia tetap tidak bergeming meskipun Manika menyuruhnya agar berdiri.


Tangan Bryan mengulur kebawah lalu merogoh saku di celananya. Dengan gerakan pelan, Bryan menengadahkan tangannya ke arah Manika. Dapat Manika lihat, di atas tangan Bryan terdapat sebuah cincin berlian yang begitu cantik.


Dengan mata yang berbinar memancarkan penuh kebahagian, Bryan mengutarakan niatannya kepada Manika.


"Will you marry, Me?" ucap Bryan tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya. Karena ini pertama kalinya dia bersikap seperti ini.

__ADS_1


Meskipun dulu pernah bertunangan, dia tidak pernah melakukan hal seromantis ini kepada mantan kekasihnya. Entah mengapa Bryan ingin memberikan kesan yang mendalam di dalam hidup Manika. Padahal yang dia rasa saat ini, dirinya belum sepenuhnya bisa mencintai ibu dari anaknya tersebut. Tapi Bryan juga tidak mau sampai kehilangan Manika dan Cloe, putrinya.


Permukaan kulit wajah Manika terasa panas. Matanya berkaca-kaca tanpa ia suruh. Dia tidak percaya Bryan melakukan hal seperti ini lebih cepat dari dugaannya. Karena Manika sendiri masih merasa ragu dengan sebuah hubungan pernikahan.


Manika takut jika mereka sudah menikah, maka sikap dan perasaan mereka akan berubah seiring berjalannya waktu. Seperti halnya yang dialami oleh kedua orang tuanya.


Tapi kalau untuk menikah, dia sendiri belum tahu apakah dirinya mampu untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangganya kelak. Dan apakah Bryan tetap bersikap lembut padanya nanti. Manika bimbang.

__ADS_1


"Mas....," panggil Manika lirih. Dia takut jika mengambil sebuah keputusan yang salah. Karena menikah tidak hanya bersatunya dua insan saja. Tapi juga bersatunya dua keluarga besar dari tingkat yang sangat berbeda.


"Aku tau apa yang kamu ragukan. Dan memang awal pertemuan kita dengan cara yang tidak benar. Tapi mari kita mencari jawaban tentang keraguanmu itu bersama. Memang untuk saat ini aku juga belum yakin dengan perasaanku padamu. Namun, satu hal yang aku yakin, aku mau memulainya bersamamu. Aku mau menua bersamamu. Aku akan membuktikan kepadamu, kalau tidak semua pernikahan akan berakhir dengan sebuah perpisahan. Begitupun sebaliknya, ajari aku jatuh cinta lagi. Jadi, maukah kamu menerima ku dengan segala kekurangan yang ada dalam diriku? Dan tetaplah berada di sisiku, apapun keadaanku nantinya. Ingatkan aku, jika aku mulai goyah dengan prinsip ku. Aku pun juga akan melakukan hal yang sama kepadamu. Mari meraih kebahagian bersamaku, Manika Adisha." ucap Bryan panjang lebar.


Tak terasa Manika meneteskan air matanya. Begitu besarkah keinginan pria ini untuk membuktikan tentang sebuah pernikahan kepadanya? Dan memulai hal baru itu dengannya.


"Yakinkan aku dengan prinsipmu itu. Dan aku akan membuatmu benar-benar tidak bisa berpaling lagi dariku," ucap Manika seraya mengarahkan tangannya ke depan. Mempersilahkan Bryan untuk menyelipkan cincin berlian itu ke jari manisnya. "Dan jangan menyesal telah memilihku. Karena aku tidak mau membagi milikku kepada yang lain." lanjut Manika setelah Bryan berhasil memasangkan cincin itu kepada jemarinya.

__ADS_1


Bryan tersenyum mendengar kata terakhir yang Manika ucapkan. Ternyata wanitanya ini termasuk tipe yang posesif. Bryan tidak berani membayangkan, akan seperti apa jika Manika bertemu dengan para mantan partner Bryan.


__ADS_2