Bibit Bayaran

Bibit Bayaran
Memilihmu


__ADS_3

"Hah? Kemana?" tanya Manika bingung. Pasalnya jam makan siang telah usai tiga puluh menit yang lalu.


"Ke hotel dulu, Sayang. Baru pesan tiket pesawat ke...," Bryan menoleh menatap Manika yang terkejut dengan ucapannya.


"Ngapain ke hotel, Mas? Barang-barang ku masih ada di kantor. Putar balik gih! Kita balik ke kantor lagi," perintah Manika, namun diacuhkan oleh Bryan.


"Semenjak kita menikah, kita belum pernah bulan madu, Sayang. Untuk masalah barang-barangmu, biar nanti diantar Gauri, teman kamu itu." jelas Bryan tanpa menatap Manika. Tatapannya fokus ke depan membawa mobilnya membelah jalanan ibu kota menuju hotelnya.


"Bulan madu atau enggak, itu sama saja, Mas. Kamu juga tidak pernah anggurin aku walau semalam saja." keluh Manika dengan wajah yang merona. Meski sudah mempunyai anak, tapi jika membahas hal yang tabu seperti ini, ia tetap merasa sangat malu.


"Sayang dong! Kalau punya istri cantik dianggurin. Apalagi rasanya tetap legit, meski udah pernah dilewati sama Cloe," Bryan menoleh kearah Manika sembari mengerlingkan matanya.


Wajah Manika langsung berubah merah, bahkan tomat saja kalah merahnya dengan wajahnya saat ini. Tangannya pun terangkat dan langsung melayangkan cubitan demi cubitan ke perut suaminya. Bryan semakin tertawa seraya menahan sakit akibat cubitan dari istrinya.

__ADS_1


"Kamu tuh, Mas! Kalo ngomong tuh direm dikit, napa." kesal Manika. Dia menghentikan cubitannya dan kembali duduk dengan benar. Bryan hanya terkekeh melihat istrinya yang begitu menggemaskan. Semakin tidak sabar ingin segera sampai di hotel dengan cepat.


"Lalu bagaimana dengan orang masa lalumu itu, Mas?" tanya Manika yang enggan menyebutkan nama Casandra.


Tangan Bryan meraih tangan Manika dan di genggamnya dengan begitu lembut. Kemudian mengecup punggung tangan istrinya sedikit lebih lama. Sikap Bryan yang seperti itulah, yang selalu bisa melunturkan emosi Manika seketika.


"Aku lebih memilihmu yang sebagai masa depanku, Sayang. Jadi, aku pasti akan meninggalkan orang dimasa lalu ku. Aku tidak mau lagi ada kesalahpahaman diantara kita hanya karena orang masa laluku. Aku akan memusatkan seluruh perhatianku hanya kepadamu. Kamu duniaku sekarang. Aku mencintaimu, istriku." Bryan berkata begitu lembut serta tatapan yang meneduhkan. Tidak ada lagi tatapan jail atau tajam yang biasa Bryan tampakkan.


Air mata Manika mengalir tanpa ijin darinya. Hatinya bergetar hebat saat telinganya mendengar kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh suaminya. Kata setiap kata yang mampu membuatnya semakin jatuh, sejatuh jatuhnya kepada Bryan. Ini pertama kalinya Manika mendengar ungkapan perasaan Bryan yang begitu tulus kepadanya.


"Mas...,"


"Jangan sekarang Sayang! Aku masih mengemudi. Tahan lima menit lagi, baru kamu boleh muaskan aku," ucap Bryan dengan tatapan nakalnya.

__ADS_1


"Iihhh... Apa-an sih kamu, Mas! Nyebelin banget jadi orang," kesal Manika. Ia menarik kembali tangannya dari wajah Bryan. Bryan semakin terkekeh melihat wajah istrinya yang berubah kesal padanya.


"Meski nyebelin, kamu juga tetep cinta sama aku," goda Bryan seraya memarkirkan mobilnya ke tempat yang sudah disediakan oleh hotel


"Percaya diri banget, jadi orang," cibir Manika yang kesal pada suaminya.


Bryan terkekeh lalu membuka pintu mobilnya dan keluar. Begitupun dengan Manika. Mereka berjalan memasuki pintu hotel tersebut. Para pegawai menundukkan kepala saat Bryan berjalan melewati mereka.


Bryan langsung menuju lift dan menekan tombol khusus yang mengantarkannya ke ruangan kamarnya. Tidak berapa lama, kini mereka memasuki ruangan yang sangat luas serta dengan desain yang sangat mewah menurut Manika.


"Mau mandi dulu, apa...," Bryan menatap Manika dari bawah ke atas dengan tatapan yang membuat Manika bergidik ngeri.


"Nggak usah aneh-aneh deh, Mas. Minggir, aku mau mandi dulu. Lengket semua badan aku," ucap Manika kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Bryan tak melewatkan kesempatan itu. Lantas ia segera mengekori langkah istrinya, sebelum pintu kamar mandi itu tertutup. Dan kalian pasti tahulah, adegan apa yang akan dilakukan oleh Bang Bry. (Hahaha tawa jahat)


__ADS_2