
Manika hanya mampu mengedipkan matanya. Karena sejujurnya, dia belum mampu untuk menceritakan kehidupan masa lalunya itu, kepada lelaki yang menjadi ayahnya Cloe.
Bryan mengerti, kenapa Manika tidak langsung menjawab tentang ungkapan katanya. Dia akan berusaha semampunya, untuk meyakinkan wanitanya itu serta hatinya pada kata yang bernamakan cinta di dalam sebuah pernikahan.
Bryan akan meyakinkan hatinya lagi, agar percaya dengan adanya cinta yang tulus. Dan juga akan meyakinkan wanitanya, tidak semua pernikahan itu akan berujung pada sebuah perpisahan.
Meski dirinya sendiri belum yakin akan hal itu, tapi Bryan mampu menjanjikannya pada Manika, jika dia akan membawa keluarga kecilnya nanti hidup bahagia. Ditambah dengan adanya seorang putri, yang mengikat mereka dalam sebuah ikatan yang tak bisa dihapus.
"Aku akan berusaha, Mas. Tapi jangan paksa aku, jika aku belum sanggup untuk menceritakan semuanya padamu," setelah lama berdiam, akhirnya Manika mengeluarkan suaranya.
"Aku pun juga sama. Aku juga pernah terluka akan cinta. Dan aku menjadi manusia brengsek setelah pengkhianatan itu terjadi padaku. Kamu tau?" Bryan mulai menceritakan kehidupan malamnya yang sering berganti pasangan ranjang, hanya karena ingin membalas rasa sakit hatinya pada mantan kekasihnya.
__ADS_1
Manika tak bisa berkata apa-apa. Ternyata kehidupan asmara nya tak jauh berbeda dengan apa yang di alami oleh Bryan. Namun, keadaan Bryan yang menurutnya lebih parah darinya.
"Apa kau mau menerima ku dengan segala kekurangan yang ada dalam diriku?" tanya Bryan. Jemarinya mengusap lembut bibir Manika.
Dengan tangan gemetar, Manika mencoba membingkai balik wajah Bryan. Menatapnya sangat dalam ke arah bola mata yang berwarna coklat tersebut.
"Aku akan berusaha menyembuhkan luka di hatimu, tapi begitupun sebaliknya. Kau harus berusaha meyakinkan aku tentang ikatan sebuah pernikahan. Jujur, aku belum sepenuhnya siap untuk menikah. Karena aku melihat kegagalan rumah tangga orang tuaku sendiri yang tak pernah harmonis, semenjak aku lahir. Dan aku mau berusaha bersamamu, untuk memberikan keluarga yang utuh untuk Cloe. Serta memberinya kebahagian yang melimpah," ucap Manika panjang lebar.
"Tatap aku, Sayang," perintah Bryan. Manika pun menurut saja. "Meski belum ada cinta diantara kita, tapi aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kalian berdua," ucap Bryan sangat tulus.
Manika terharu dengan ucapan yang dikatakan oleh Bryan. Tak terasa air matanya pun menetes. Dia juga akan berusaha untuk memberikan yang terbaik buat sang buah hati. Berharap nasib rumah tangganya kelak tidak akan berakhir seperti kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Iya, Mas," lirih Manika.
"Jadi....status apa yang cocok untuk kita sandang sekarang?" tanya Bryan seraya tersenyum menggoda. "Pacaran?" tanya nya lagi. "Emmm...tapi itu tidaklah mungkin. Mengingat kita sudah mempunyai bayi yang terlalu menggemaskan seperti My Princess," jawabnya sendiri.
"Apasih, Mas," Manika memukul lengan Bryan lagi. Dirinya merasa malu, jika ditatap seperti itu oleh Bryan.
Bryan terkekeh melihat wajah merona yang Manika tampilkan. Entah mengapa, menggoda ibu dari anaknya tersebut sangatlah menyenangkan baginya.
Setelah saling mengungkapkan luka yang mereka rasakan selama ini tentang cinta dan sebuah pengkhianatan. Kini mereka berusaha untuk bersikap saling terbuka satu sama lain. Dan mereka mempunyai tujuan yang sama, yaitu ingin memberikan kebahagian pada putri mereka.
Meski tanpa mereka sadari, sebenarnya hati mereka sudah saling terikat. Namun, mereka sama-sama menyangkal rasa itu karena sebuah trauma yang pernah mereka alami.
__ADS_1
Sampai kapankah mereka tidak menyadari akan perasaan mereka masing-masing? Entahlah! Hanya waktu yang bisa menjawab semua itu.