
Kini, dendam itu telah terkubur dengan sangat rapi. Setelah kejadian pada malam itu, Bryan tidak pernah meninggalkan Manika sendiri. Dia selalu menempatkan dua pengawal perempuan yang selalu melindungi istrinya, jika dirinya tidak berada di samping Manika.
Tiga bulan pun berlalu. Kaki Bryan mulai berangsur membaik dan bisa berfungsi dengan normal. Trauma yang dialami Manika pada kejadian malam itupun berangsur pulih. Kini dirinya mulai memberanikan diri untuk beraktifitas lagi di luar rumah. Tentu saja peran Shakki, Ayumna, Tisha, dokter Ayu dan juga keluarganya sendiri, sangat berperan penting dalam menyembuhkan trauma yang dialami Manika.
"Sayang...!" teriak Bryan saat baru melangkahkan kakinya masuk ke rumah mereka.
Semenjak kejadian pada malam itu, Bryan dan Manika memutuskan untuk tetap tinggal serumah dengan Arya dan Shakki. Mereka tidak mau ada kejadian hal yang tidak diinginkan itu terjadi lagi.
Shakki dan Arya pun juga tidak mau pisah dengan cucu perempuan mereka. Apalagi sekarang tingkah Cloe semakin menggemaskan. Arya dan Shakki tak bisa jauh dari cucu perempuannya itu.
"Iya, Mas. Sebentar!" sahut Manika dari arah dapur. Manika sedang membantu membantu asisten rumah keluarga Natakusuma menyiapkan makan malam.
Sementara itu, dari arah ruang keluarga, Seorang batita berlari dengan sangat lucunya menuju pintu masuk. Batita itu begitu senang, saat mendengar suara Daddy nya yang seharian tidak bertemu dengannya.
"Ddi... Ddii... Ddii...!" panggil batita itu dengan riangnya.
Ya, dia ialah Cloe Natama. Bayi berusia satu tahun lebih beberapa bulan itu begitu gembira berlari menuju Daddy nya. Melihat Cloe yang berlari ke arahnya, Bryan langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangannya. Dengan senang, Cloe berhambur ke pelukan sang Daddy.
__ADS_1
"Malam, My Princess...," Bryan mengangkat Cloe, lalu memutar-mutar tubuhnya. Membuat batita itu tertawa kesenangan.
"Ddi... Belhenti! Pala Eo ucing," pinta batita itu dengan bahasanya sendiri. Dan terkadang Bryan tidak mengerti apa yang diucapkan oleh putrinya tersebut.
Bryan selalu tertawa ketika Cloe mulai berbicara. Menurutnya sangatlah unik dan menggemaskan.
"Haha... Iya, iya... Daddy berhenti. Maaf ya, Sayang," ucap Bryan seraya menghujani beberapa kecupan di pipi gembul sang putri. Cloe kembali tertawa terbahak-bahak karena merasa kegelian.
"Mas," Manika berjalan menghampiri suami dan putrinya. Lalu meraih tangan Bryan dan mengecup punggung tangan suaminya tersebut.
Bryan tersenyum melihat Manika kian hari semakin bertambah cantik di matanya. Kemudian Bryan mengecup singkat kening Manika, sembari menggendong Cloe.
Sontak, apa yang dilakukan Cloe pada mamanya membuat semua orang yang melihat tingkah batita itu tertawa. Begitupun dengan para asisten rumah tangga mereka.
"Ya udah. Yuk, makan malam dulu," ucap Shakki mengajak putra, menantu dan cucunya ke ruang makan. Mereka pun menikmati makan malam mereka dengan diiringi senda gurau yang di dominan oleh sikap Cloe.
Setelah melalui pertimbangan yang cukup panjang, akhirnya mereka memutuskan untuk menunda memiliki adik buat Cloe. Mereka ingin memberi kasih sayang dan perhatian mereka untuk putri semata wayang mereka terlebih dulu.
__ADS_1
Karena memang usia Cloe masih terbilang sangat kecil untuk memiliki seorang adik. Mereka takut, jika nanti Cloe merasa cemburu atau tersaingi dengan adanya seorang adik.
Kehidupan yang damai adalah suatu impian bagi setiap orang. Namun, kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya seperti apa pada hidup kita. Kita hanya bisa menjalaninya dengan pasrah dan berserah diri pada sang pemilik kehidupan. Berusaha lebih baik lagi dari hari kemarin untuk hari esok yang akan datang. Jangan patah semangat, jika kamu sedang diuji. Itu tandanya sang pemilik kehidupan sedang rindu padamu, rindu akan ceritamu pada-NYA.
Makasih aku ucapkan untuk pembacaku yang masih setia. Maaf, sempat ada drama sedikit. hehe. Kalian juga bisa baca Cerita Devan dan Tanisha dengan judul 'Jerat Ex Pacar'
Me Love Kaliaaannnn😘
Baca juga karyaku yang lain😘
__ADS_1