
" Kamu sedang apa disini? " Tanya Alvino.
" Saya nengok Niken." Jawab Lestari.
" Maksud saya, kamu sedang apa di depan kamar mandi? "
" Saya mau pakai lah kamar mandi ini, dan kalian ngapain keluar sama - sama dari kamar mandi? " Tanya Lestari sambil menatap Alena dari ujung rambut sampai kaki.
" Kamu habis Keramas ya, dan Bang Alvino kok kering? " Tanya Lestari.
" Kepo banget sih mba Lestari, saya keluar dari kamar mandi sama Bang Alvino wajar lah kita suami istri dan sudah menebak kan di dalam kita habis ngapain." Jawab Alena.
Lestari lalu masuk kedalam kamar mandi dan membanting pintu kamar mandi.
" Kenapa Bang mantan kamu? "
" Augh akh.. "
*****
" Tante, Niken akan di bawa sama Papah. " Ucap Niken bersama Lestari di dalam kamar.
" Kamu ikut sama Papah, kemana? " Tanya Lestari.
" Nggak tahu katanya jauh." Jawab Niken.
" Jadi kita nggak bisa ketemu lagi."
" Bisa video call tante."
" Kamu dari kecil sama Tante sekarang sudah besar kamu pergi meninggalkan Tante."
" Niken hanya ingin dekat sama Papah, Niken ikut kan karena ada Mamah."
" Apa kamu sayang sama dia? "
" Sayang Tante, Mamah Alena baik dia sampai mendonorkan ginjal nya untuk Niken."
*******
" Bang." Panggil Lestari.
" Ada apa? " Tanya Alvino.
" Apa benar Niken akan ikut sama Abang? "
" Iya, dia akan ikut kemana saya akan tugas."
" Sama istri Abang? "
" Iya sama dia, kenapa? "
" Apa Niken tak bisa di tinggal disini saja, saya nggak mau jauh sama Niken."
" Niken nya mau tidak, kalau mau boleh saja saya nggak ngelarang."
__ADS_1
" Abang bujuk dia lah, saya nggak mau jauh sama dia, Niken sudah seperti anak saya sendiri."
" Lestari, saya paham kenapa kamu seperti ini melarang Niken untuk ikut sama saya. Tapi Niken nya mau tidak, kamu pasti sudah tahu jawaban nya."
" Dia sangat senang."
" Ya begitulah."
******
" Kirimkan photo surat tugas nya, SK sudah turun saya langsung terbang kesana." Ucap Alvino di panggilan telepon nya.
" SK sudah turun, kapan akan berangkat?" Tanya dari seberang.
" Saya besok ke Sana, mengambil surat tugas nya dan kabari di Sana sediakan rumah Dinas Saya minta sampai di Sana sudah rapih.' Jawab Alvino.
" Siap Saya akan beritahu Anggota disana."
Setelah panggilan selesai, Alvino mendekati Alena yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
" Besok Abang pergi dulu mengambil surat pindah tugas Abang. Malam Abang pulang, lusa kita berangkat."
" Bang, apa mereka akan mengikuti kita? " Tanya Alena khawatir.
" Abang tidak tahu, selama ini belum ada kabar tentang mereka. " Jawab Alvino.
" Saya aman disini Bang."
" Sekarang aman, besok kita tidak tahu. Sampai Sana Abang akan ambil chip di kaki kamu, Abang ingin tahu apa isi dari Chip itu."
" Bang."
" Ayah sama Bang Niko selamat tidak, kalau mereka meninggal dunia saat itu pasti sudah ada berita di tv."
" Semua terancang rapih jangan sampai bocor ke masyarakat luas, karena akan menimbulkan dampak negatif. Dinding pagar rumah tinggi sehingga tak tahu kondisi di dalam dari luar." Ucap Alvino.
" Ayah sama Bang Niko di mana? "
" Nanti kamu akan tahu."
******
" Niken mau makan apa? " Tanya Alena saat berada di depan meja makan.
" Niken mau roti saja." Jawab Niken.
Alena pun mengambil Roti dengan selai nanas, lalu dirinya pun ikut makan seperti yang di makan oleh Niken.
" Loh kok makan roti, ini Nenek bikin nasi goreng. Sarapan nasi goreng mau Alena? " Tanya Ini Husna.
" Boleh bu." Ucap Alena langsung mencentong nasi goreng buatan Ibu Husna.
" Alvino kemana? " Tanya Ibu Husna.
" Alvino berangkat Dinas, dia naik motor dari sini." Jawab Pak Abas.
__ADS_1
" Ibu nggak tahu dia berangkat."
" Abang mau ambil surat tugas di tempat yang baru. Besok kita berangkat Bu." Ucap Alena dan membuat Pak Abas dan Ibu Husna menatap Alena.
" Jadi besok? " Tanya Pak Abas.
" Benar Ayah Ibu dan Niken jadi ikut sama kami." Jawab Alena.
" Cepat sekali kalian kembali lagi, apakah kamu tidak ingin tinggal bersama kami merawat Niken sama - sama walau rumah kami hanya gubug Kecil. " Ucap Ibu Husna.
" Maaf Ayah Ibu karena Saya harus mendampingi Bang Alvino kemana dia akan tugas." Ucap Alena.
" Rumah ini akan sepi tanpa Niken." Ucap Ibu Husna.
" Mau bagaimana lagi Bu anak kita Tentara , jadi kita harus menerima kalau cinta nya terbagi - bagi." Ucap Pak Abas.
******
" Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga di Sana kamu betah." Ucap Danyon.
" Terima kasih, Saya sudah siap ditempatkan dimana saja karena hidup Saya sudah untuk mengabdi di negeri tercinta ini." Ucap Alvino.
" Ingat misi kamu, misi rahasia kamu menjaga anak jenderal. Selamat kan data itu sampai chip itu benar - benar aman."
" Bapak tahu? "
" Saya tahu karena Saya mantan Ajudan beliau dan Asal kamu ingat mereka tidak tahu kalau Chip itu berada sama kamu, mereka tak tahu anak perempuannya yang mana. Jasad Ayah mertua kamu bersama kakak ipar kamu tidak di temukan kemungkinan mereka kabur, sementara waktu dan sekarang PR mereka di bagi 2 mencari anak gadisnya dan Ayah serta kakak ipar kamu."
****
" Berarti mereka lari tapi lari kemana terakhir mereka kasih kabar Saya.? " Ucap Alvino dalam hatinya.
Alvino pun menaiki motornya setelah acara perpisahan nya kembali pulang.
*****
" Mamah bantu packing ya. " Ucap Alena sambil memasukan pakaian milik Niken di dalam koper.
Saat sedang membereskan pakaian Niken Lestari masuk kedalam kamar Niken.
" Alena bisa kita bicara? "
Alena pun menuruti dan mengikuti Lestari hingga mereka duduk di gazebo dekat kolam lele.
" Ada apa? " Tanya Alena.
" Saya masih nggak percaya kalau Alvino mencintai kamu. Karena bagaimana pun Alvino belum bisa lupa sama Mba Wulan." Jawab Lestari.
" Kalau masalah itu sudah tahu dari awal, tapi buktinya kamu sudah lihat kan kemarin saat kami keluar dari kamar mandi bersama." Ucap Alena.
" Saya yakin pasti kamu yang menggoda nya."
" Kalau menggoda pantas Saya istri nya, minta duluan juga it's ok malah pria lebih suka wanita yang minta duluan bahkan agresif dan asal tahu saja sebenarnya kami sudah lama tidur bersama apalagi Bang Alvino adalah Ajudan Ayah Saya, kami sering bertemu bahkan dia sering mencuri waktu bahkan memegang kunci kamar Saya untuk setiap malam menikmati apa yang ada di balik pakaian Saya ini." Ucap Alena lalu berdiri untuk pergi meninggalkan Lestari.
" Asal tahu saja, dia itu ganas saat bermain di atas Saya." Ucap Alena langsung meninggalkan Lestari dengan di dalam hatinya tertawa dan menahan tawa yang ingin meledak.
__ADS_1
Lestari mengepalkan kedua tangan nya menatap punggung Alena hingga masuk kedalam rumah.