Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Selama nya Cinta


__ADS_3

10 Tahun Kemudian


" Panji... !!! " Teriak Niken saat rambut nya di tarik Panji yang suka usil sama kakak nya.


Hahahahaha


Panji tertawa terbahak bahak sambil berlari setelah menarik rambut Niken yang panjang hingga terbawa beberapa helai.


Bruuuugghh


Aaaaaa


" Panji...!! " Ucap Alvino saat bertabrakan dengan putra nya.


" Papah... Panji nakal, dia tarik rambut Niken nih sampai sakit." Ucap Niken kesal.


" Panji...!!! " Ucap Alvino.


" Apa Pah?? " Ucap Panji santai.


" Papah bilang jangan suka nakal sama kakak kamu." Tegur Alvino.


" Iya tuh rese." Ucap Niken kesal.


" Enak tahu jahilin kak Niken, apalagi tuh Pah Ka Niken diam - diam punya pacar. Kalau pacaran ketemu nya di bawah pohon mangga.' Ucap Panji.


" Panji...!!! " Teriak Niken.


" Kamu sudah punya pacar Niken? " Tanya Alvino.


" Ng - nggak Pah, kata siapa. Yang di katakan Panji hoaks itu." Jawab Niken.


" Bohong itu Pah, dia itu pacaran sama ponakan nya Om Vidi. " Ucap Panji.


" Panji...!! " Teriak Niken.


" Ini ada apa sih Pah, teriak - teriak terus? " Tanya Alenka sambil membawa satu piring pisang goreng.


" Papah ingin bicara sama kamu." Ucap Alvino sama Niken.


Niken menatap ke arah Panji, dengan mengacungkan jari tengah nya. Sedang kan Panji menjulurkan lidahnya.


" Kakak kamu kenapa? " Tanya Alenka.


" Itu Mah, kak Niken itu sebenarnya sudah punya pacar." Jawab Panji.


" Pacar?? "


" Mamah harus tahu, setiap ketemu di bawah pohon mangga belakang kantor. Panji pernah lihat, kak Niken di cium sama cowok itu."


" Siapa?? "


" Abang Heru."


******


" Papah ingin kamu jujur, apa benar kamu pacaran sama Heru? "


" Papah percaya saja sama Panji."


" Papah nggak akan tinggal diam kalau masalah ini, dan Papah lebih percaya sama Panji. Walau dia bandel, dia itu nggak pernah bohong." Ucap tegas Alvino.


" Terus kalau memang Niken punya pacar nggak boleh? " Ucap Niken.


" Niken, kamu masih 17 tahun. SMA saja belum lulus sudah pacaran. Kamu katanya ingin kuliah di luar negeri, ingin ambil ke Dokter an di universitas favorite kamu, malah kamu sudah di terima saat ikut tes kemarin. Papah juga dukung usaha kamu, apalagi kamu jaluk bea siswa. Satu tahun lagi kamu akan lulus." Ucap Alvino.


" Niken cinta sama Abang Heru."


' Dia sudah usia 25 tahun, sudah waktu nya menikah. Pasti dia minta kamu menikah kan sama dia? "


" Tapi Bang Heru Mau menunggu Niken Pah."


" Papah nggak percaya, pria di tinggal bertahun - tahun dan pasti dia akan menemukan wanita lain."


" Bang Heru nggak seperti itu Pah."


" Papah nggak percaya."


" Ya sudah, setelah lulus Saya menikah sama Bang Heru."


" Niken, apa kamu nggak mikir menikah terus kamu tinggal di luar negeri, apa pria akan sanggup."


" Buktinya, Om Vidi sampai sekarang nggak menikah karena belum lupa sama Mamah Alena."


" Bukan karena belum lupa sama Mamah Alena, tapi belum dapat yang cocok saja.'


" Ya sama saja Pah, ponakan sama Om nya nggak akan jauh beda kok."


" Pokoknya Papah nggak setuju kalau kamu belum lulus kuliah."

__ADS_1


*******


" Apakah benar yang di katakan Panji? " Tanya Alenka.


" Benar." Jawab Alvino.


" Lantas Papah bagaimana? "


" Papah ingin Niken kuliah dulu, dia kan sudah di terima jalur bea siswa di luar negeri. Papah nggak Mau dia nikah muda, sebelum cita - cita nya tercapai."


" Tapi Papah nggak melarang kan, Niken pacaran sama Heru? "


" Papah akan larang sebelum dia lulus SMA, karena Papah nggak mau cita - cita dia gagal."


*****


" Abang, kok jemput nggak bilang - bilang? " Tanya Niken saat Heru menjemputnya di sekolah.


" Abang ingin ketemu sama kamu, kangen." Ucap Heru.


" Kita kemana Bang? " Tanya Niken yang tahu maksud tujuan Heru.


" Kita jalan - jalan ke pantai." Jawab Heru.


***


" Bang, panas - panas gini ke Pantai. Enak juga sore." Ucap Niken.


" Abang Hari ini cuti sedang mengurus berkas Abang yang di pindah tugaskan." Ucap Heru yang membuat Niken menoleh.


" Pindah?? " Ucap Niken kaget.


" Iya pindah, Abang akan pindah di wilayah ujung Barat."


" Lantas Niken bagaimana? " Tanya Niken dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


" Niken Mau kita jalani hubungan jarak jauh? " Ucap Heru kembali bertanya.


" Apa Abang akan setia? " Tanya Niken kembali.


" Abang juga tanya, apa Niken akan setia Sam Abang? " Tanya Heru kembali.


" Niken juga setelah lulus SMA akan kuliah di luar negeri, Niken akan kuliah di Inggris." Jawab Niken.


" Kalau memang kita berjodoh, sebagai mana cara hubungan kita berjalan pasti kita akan bersatu. Tapi bila sebaliknya kita harus bisa terima."


" Saya mengerti, umur Abang juga kan sudah dewasa sudah pantas untuk menikah. Sedang kan Niken harus melangkah ke depan untuk merah cita - cita Niken, dan Papah nggak mengijinkan menikah muda apalagi pacaran."


" Abang minta lah restu sama Papah."


******


Alvino menatap ke arah Heru yang datang bersama Vidi, Alenka pun mengusap punggung suami nya agar bersikap tenang."


" Kamu kemari meminta ijin pacaran sama anak Saya? " Tanya Alvino.


" Iya Pak." Jawab singkat Heru.


" Kemarin - kemarin kamu ijin nya sama siapa, pacaran saja sudah lama baru minta ijin sekarang." Ucap Alvino.


Sedang kan Niken mengintip di balik gordeng penyekat ruangan di temani Panji.


" Apakah Papah akan merestui hubungan Kakak? " Tanya Panji berbisik.


" Diam kamu." Jawab Niken.


" Panji yakin Papah tidak akan merestui."


" Bisa diam nggak sih, anak kecil ikut campur."


" Kalau Bapak merestui Saya ingin menjalin hubungan yang serius, tapi jarak jauh karena Saya mulai minggu depan di pindah tugaskan di wilayah ujung Barat." Ucap Heru.


" Ponakan Saya ini di pindah tugaskan di sana, dia ingin LDR sama Niken, dia juga tahu Niken akan kuliah di luar negeri. Heru akan menunggu Niken." Ucap Vidi.


" Apa yakin dan bisa menjamin? " Ucap Alvino.


" Satu tahun lagi Niken lulus SMA, dan kuliah ke Dokter an itu lama loh nggak sebentar, belum lagi Niken ambil spesialis nanti. Apa Mau sepuluh tahun lagi menunggu Niken? " Ucap Alvino kembali.


" Ingat, usia kamu 10 tahun lagi sudah akan menginjak 40 tahun sebentar lagi. Kamu yakin?" Tanya Alvino lagi.


" Saya Yakin." Jawab Heru.


" Saya restui kamu, tapi Saya nggak memaksa. Karena jodoh kita nggak tahu, kalian jalani saja lah untuk ke depan nya silahkan." Ucap Alvino.


" Saya hanya ingin kamu sayangi Niken dan jangan sakit hati Niken. Dan kami sekarang tahu, kalau kamu itu kekasihnya Niken. Dan kami tidak akan meminta kamu mengikat Niken, karena hati bisa saja berubah. Kamu paham kan, kami tidak ingin cita - cita Niken gagal begitu saja." Ucap Alenka.


" Saya paham Bu." Ucap Heru.


" Kamu harus setia sama Niken, Om nggak Mau suatu saat nanti mendengar kalian putus. Karena Om lebih mendukung kamu sama Niken, kamu juga harus tahu kamu itu sudah di anggap sebagai anak sama Om sejak kecil kamu itu tanggungan Om." Ucap Vidi.

__ADS_1


" Saya janji Om, akan setia sama Niken."


Niken pun tersenyum dari balik gorden mendengar ucapan yang dikatakan oleh Heru.


******


" Abang janji ya akan selalu kasih kabar." Ucap Niken.


" Pasti sayang, Abang janji akan menunggu kamu sampai kamu lulus kuliah." Ucap Heru.


Heru pun memeluk tubuh Niken saat akan berangkat, dan di saksikan oleh Alvino serta Alenka dan Vidi.


Tangan Alvino mengepal saat melihat putri nya di peluk oleh seorang pria.


" Pah, santai saja. Seperti Papah nggak muda saja." Ucap Alenka berbisik.


" Abang akan tunggu kamu." Ucap Heru mengecup kening Niken.


" Hati - hati Bang." Ucap Niken.


Niken pun menatap ke pergi an Heru, saat tahu mata Niken berkaca - kaca Alvino pun langsung mendekap tubuh Niken.


" Percaya sama Papah, kalau Heru jodoh kamu walau jarak memisahkan kalian, Papah yakin kamu sama Heru akan bersatu."


" Iya pah, mungkin papah melarang Niken pacaran adalah hal seperti ini perpisahan."


" Ini bukan perpisahan untuk selama nya tapi perpisahan sementara.Kalian kan walau tak saling kontak fisik, kalian bisa kontak melalui video call dan telepon."


" Percaya dan yakin sayang sama pasangan." Ucap Alenka sambil memeluk tubuh Niken.


Vidi tersenyum saat melihat kebahagiaan keluarga sahabatnya, dan sadar dirinya pun tak lagi muda.


******


1 Tahun Kemudian


Alvino tak henti memeluk tubuh Niken, saat akan pergi ke Jerman. Alenka dan Panji pun tak kuasa menahan tangis.


" Sudah dong jangan pada sedih, Niken jadi terharu." Ucap Niken.


" Papah sedih sayang, baru kali ini akan melepaskan kamu. Sekali di lepas kan sangat jauh." Ucap Alvino.


" Kamu jaga diri nak disana." Ucap Alenka.


" Iya Mamah Papah, dan Niken pasti akan sangat merindukan kalian. " Ucap Niken.


Niken menatap Panji yang ikut terisak, lantas Niken mendekati adik nya dan mengusap air matanya.


" Jelek tahu." Ucap Niken.


" Kakak maafkan Panji kalau suka nakal sama Kakak." Ucap Panji.


" Iya sayang, kakak sudah maafkan. Ingat selama kakak di luar negeri, kamu nggak boleh jadi anak nakal. Jangan bikin Mamah Papah susah karena tingkah kamu yang merugikan orang lain."


" Panji janji kakak."


" Good." Niken pun menatap ke arah Heru, kekasihnya rela datang jauh - jauh hanya ingin menemani Niken saat akan pergi sementara waktu yang lumayan lama.


" Bang."


Heru menarik tubuh Niken dalam dekapannya, Niken pun membalas pelukan Heru.


" Jaga diri di sana, jangan lupa berkabar. Dan Abang akan tunggu kamu sayang." Ucap Heru.


" Saya akan menjaga hati ini untuk Abang, begitu juga Abang jaga lah hati Abang untuk Niken."


" Iya sayang, Abang janji akan menunggu kamu sampai lulus."


Pelukan Heru pun di lepas kan saat mendengar info penumpang dengan tujuan dimana Niken akan menaiki pesawat tersebut untuk segera memasuki pesawat.


Niken mencium punggung tangan kedua orang tuanya, dan memeluk tubuh adik nya terakhir mencium punggung tangan Heru.


" Niken pamit ya." Ucap Niken.


" Hati - hati kak." Ucap Panji.


Mereka pun menatap punggung Niken yang semakin menjauh hingga tak terlihat. Hingga pesawat yang di tumpaki Niken telah lepas landas terbang tinggi.


...TAMAT...


NB :


Terima kasih untuk Readers yang sudah mengikuti Novel ini dari Part Awal sampai Akhir. Dan Saya ucap kan banyak terima kasih bagi Readers setia yang selalu mengikuti karya - karya Saya dari Novel ke 1 sampai ke 8 terima kasih banyak.


I love you All...


Salam sahabat Puspa...


Setelah ini lanjut karya ke 9 ya...

__ADS_1


Dukung selalu " Menanti Pagi Untuk Prajurit Hati" Jadikan favorite di rak baca, kasih like, vote dan hadiah... 🥰🥰🥰


__ADS_2