Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Minta Perhatian


__ADS_3

" Masih mau makan? " Tanya Alvino sambil menyuapi Alenka.


Semenjak hamil Alenka terlihat sangat manja pada Alvino, setiap makan harus di suapi suaminya bahkan tidur pun harus selalu mencium wangi tubuh suaminya, kalau tidak seperti itu tidak akan bisa untuk tidur.


" Kenyang sayang. Tapi Saya ingin jus jeruk." Jawab Alenka.


" Baik nyonya." Alvino pun langsung pergi ke dapur membuat jus jeruk untuk Alenka.


" Papah bikin apa? " Tanya Niken.


" Papah lagi bikin jus jeruk buat Mamah, Niken mau bikin juga? " Jawab Alvino kembali bertanya.


" Mau pah." Ucap Niken.


Alvino pun membuat jus jeruk untuk 2 gelas, setelah selesai Niken langsung meminum jus jeruk yang di buat papah nya. Sedang kan Alvino melangkah menuju ke ruang keluarga dimana Alenka sedang menonton televisi.


" Bagaimana jus nya? " Tanya Alvino pada Alenka.


" Manis nya pas yank, makasih ya." Jawab Alenka.


" Papah jus nya mau lagi." Ucap Niken sambil membawa gelas bekas minum jus nya.


" Sayang mau nambah, nih kalau Niken minta kita setengahan." Ucap Alenka.


Niken pun menerima jus jeruk dari Alenka, dan langsung meminum nya dengan lahap.


" Papah bikin lagi ya enak tahu." Ucap Niken.


" Ok. siap bu bos."

__ADS_1


*****


" Abang ingin melamar kamu Nanny." Ucap Raihan.


" Tapi Bang kedua orang tua Saya tida ada dan hanya Nona Alenka keluarga saya." Ucap Nanny.


" Baik, Abang akan sering bertemu sama dia." Ucap Raihan


*******


" Jadi kamu ingin melamar Nanny, Saya disini hanya mewakali keluarga nya." Ucap Alvino


" Saya sangat serius bang, ingin melamar nya."


" Baik, tapi Saya ingin tahu kedua orang tua kamu nanti kamu hubungi meraka dan lakukan untuk Video call." Ucap Alvino.


" Amin, terima kasih." Ucap Alvino.


*****


" Kapan Raihan akan melamar Nanny? " Tanya Alenka pada suaminya.


" Dia belum tentukan tanggal, tapi dia serius sama Nanny. " Jawab Alvino


" Saya senang Bang, akhirnya Nanny ada yang melamarnya."


Sedang kan di dalam kamar Niken, Nanny tersenyum sendiri saat menerima pesan yang masuk ke ponsel nya.


" Tante senyum sama siapa? " Tanya Niken.

__ADS_1


" Oh ini sama Om Raihan." Jawab Nanny .


" Tante kalau sudah menikah nanti Tante nggak antar jemput Niken lagi dong? "


" Ya mungkin Tante nggak bisa banyak habis kan waktu untuk Niken,Tante akan fokus merawat suami. Dan tapi Tante akan tetap dong bisa antar jemput Niken."


" Benar kah Tante, Niken jadi senang mendengarnya."


******


" Mamah kenapa sih pah makan minta di suapin segala, Niken saja nggak seperti Mamah." Ucap Niken sambil menikmati makan malam bersama.


" Seperti ini permintaan adik bayi sayang bukan keinginan Mamah sesungguhnya. " Ucap Alenka.


" Mamah kamu itu manja, apapun harus Papah." Ucap Alvino.


" Makasih sayang." Ucap Alenka sambil tersenyum.


" Sama - sama sayang." Ucap Alvino.


******


Seperti biasa Alvino menidurkan Alenka, pelukan Alenka sangat erat hampir setiap malam Alvino harus menidurkan Alenka hingga benar - benar tertidur.


" Anak Papah yang sehat - sehat sayang, semoga kamu sehat sampai lahir." Ucap Alvino sambil mengusap perut Alenka yang sudah sedikit terlihat.


Alvino tersenyum melihat istri nya tertidur sangat nyenyak bahkan saking nyenyak nya dirinya mendengar suara dengkuran halus.


Lama - lama mata Alvino terasa sangat berat, dirinya pun memejamkan matanya dan ikut menyusul Alenka ke dalam alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2