Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Menjadi Pendamping Hidup


__ADS_3

Alenka berdiri sambil tersenyum saat Alvino dan Niken berjalan mendekat. Alvino mengecup kening Alenka dan Niken memeluk tubuh Mamah nya.


" Mamah sangat terharu."


" Papah juga ucapkan banyak terima kasih sayang, terima kasih."


" Niken juga nggak akan pernah lupa sama Mamah walau mamah baru datang di kehidupan kami." Ucap Niken.


" Terima kasih sayang, terima kasih." Ucap Alenka.


" Bang kok Abang bisa datang katanya nggak bisa? " Tanya Alenka.


" Abang bertukar sama Bang Vidi." Jawab Alvino.


" Abang ingin melihat Putri kecil Abang tampil dan sudah membuat puisi untuk Papah." Ucap Alvino kembali.


" Niken membuat nya hanya satu malam Pah." Ucap Niken.


" Wah.. hebat kamu sayang." Ucap Alvino.


******


" Bang minum dulu kopinya." Alenka menaruh kopi di atas meja, lalu Alvino mengambil nya dan meminumnya.


" Yank, tadi benar - benar Abang sangat terharu sama Niken. Abang tidak menyangka Niken bisa merangkai kata - kata yang begitu sangat indah. Abang malah tidak pernah mengajarkan kata - kata puitis."


" Bakat itu turun dari papah nya, Abang kan juga pintar merangkai kata, malah setiap diary milik Abang puitis sekali."


" Kamu membaca diary Abang? "


" Kenapa memangnya, nggak boleh? "

__ADS_1


" Bukan nya begitu, tapi Abang jadi malu."


" Malu karena melow." Ucap Alenk sambil tersenyum.


" Ya apa yang ada di hati Abang semua nya Abang curahkan di diary itu. Semuanya Abang luapkan."


" Di kala rindu sama mba wulan dan Alena? "


Alvino menatap ke arah Alenka dengan mata yang berkaca - kaca.


" Maaf kan untuk itu." Alvino menggenggam tangan Alenka.


" Tak apa Bang di saat sudah bersama Alenka Abang rindu pada sosok dua wanita tersebut. Karena bagaimana pun mereka pernah hadir di kehidupan Abang."


" Tapi hanya sekali saat sudah bersama Kamu Yank."


" Alenka percaya, dan Alenka tak Kan pernah cemburu."


" Amin Bang."


******


" Bang, acara lamaran Nanny begini saja nggak ada apa - apa gitu semacam kue? " Tanya Alenka.


" Mah lagian hanya Raihan, Vidi dan Pak Husen kecuali kedua orang tuanya datang kita masak banyak." Jawab Alvino.


" Ish.. nih orang nggak menghargai tamu, nggak enak sama Nanny." Ucap Alenka.


" Nggak apa - apa Nona hanya lamaran baru kalau pernikahan nanti banyak Segalanya." Ucap Nanny.


" Tuh Nanny aja mengerti, cukup lah minuman sama kue kering begini." Ucap Alvino.

__ADS_1


" Ah.. masih ada waktu 3 jam lagi Saya pesan kue lagi sama nanti acara makan bersama." Ucap Alenka yang langsung mengambil ponselnya.


" Nanny kamu mau nikah di gedung atau dimana? " Tanya Alvino.


" Untuk itu apa kata Bang Raihan saja, yang jelas nggak mewah." Jawab Nanny.


" Sebagai hadiah dari kami berdua, kalian nikah di gedung semua nya biar Saya yang tanggung." Ucap Alvino.


" Bang nggak usah, Bang Raihan sudah punya bekal untuk pernikahan kami."


" Saya nanti akan bilang sama Raihan, anggap lah ini hadiah dari kami."


" Terima ya Nanny." Ucap Alenka.


" Nanti di bahas sama Bang Raihan." Ucap Nanny.


******


Raihan pun datang bersama Vidi dan Pak Husen sesepuh yang dituakan di Batalyon. Raihan tampak tampan mengenakan pakaian batik.


" Terima kasih sudah menerima dengan sambutan yang sangat luar biasa. Kedatangan kami ini berniat baik untuk melaksanakan niat Raihan ingin melanjutkan hubungan yang lebih serius lagi bersama nak Nanny. Dengan maksud ingin melamar nak Nanny menjadi calon pendamping hidupnya." Ucap Pak Husen.


" Terima kasih Pak Husen kedatangan kalian di rumah Dinas Saya suatu kehormatan apalagi membawa niat yang sangat luar biasa. Saya sebagai perwakilan dari keluarga Nanny menerima niat baik Raihan, tapi Saya kembali kan lagi pada Nanny. Jadi bagaimana Nanny? " Ucap Alvino yang di saksikan oleh keluarga Raihan dari jauh melalui video call yang di sambungkan oleh Vidi.


" Bismillah dengan ikhlas Saya menerima lamaran Bang Raihan." Ucap Nanny.


" Alhamdulilah." Ucap Semuanya.


Raihan pun tersenyum pada Nanny, dan membuka kotak kecil memperlihatkan sebuah cincin yang akan Raihan sematkan di jari manis Nanny.


" Terima kasih sudah mau menerima lamaran Abang, terima kasih sudah mau menjadi calon istri Abang."

__ADS_1


Nanny hanya tersenyum saat setelah Raihan menyematkan cincin di jari manis nya.


__ADS_2