
Motor pun berhenti tepat di depan kontrakan Alenka, kontrakan yang lumayan besar dengan fasilitas yang sesuai dengan kondisi Alenka.
" Masuk dulu Bang kita minum." Ucap Alenka.
" Terima kasih, Saya harus pulang nggak enak di rumah ada Ibu sama Lestari." Ucap Alvino.
" Ehm.. Lestari adik Abang? " Tanya Alenka.
" Bukan, dia calon istri saya." Jawab Alvino.
" Hah... calon istri? "
" Kenapa, kamu kecewa ya? "
" Jelas kecewa dong, tapi saya akan rebut Abang dari Lestari."
" Sayang nya dua wanita saya tolak semua."
" Oh... ya.. Abang tolak? "
" Iya."
Alenka mendekatkan tubuh nya pada Alvino.
" Mau apa kamu? "
Alenka menarik tengkuk leher Alvino mencium bibir Alvino memainkan ciumannya, Alvino masih diam tak bersuara merasa mendapatkan serangan ciuman mendadak. Hingga sadar saat Alenka menggigit bibir bawah Alvino.
Awwww
Alvino memegang bibir bawah nya yang sakit karena di gigit Alenka.
Hahaha hahaha
" Nikmat ya? " Ucap Alenka sembari menggigit bibir bawah nya.
" Sekali lagi kamu lakukan hal yang seperti tadi.. "
" Nggak akan nolak." Ucap Alenka tersenyum.
Alvino pun menyalakan motornya lalu pergi meninggal kan tempat Alenka.
Alenka tertawa saat melihat Alvino sudah menjauh dan masih memegang bibir nya.
******
" Sudah kamu antar? " Suara tiba - tiba Ibu Husna saat Alvino baru saja datang.
" Sudah bu." Ucap Alvino.
" Ibu tidak suka dia dekat - dekat sama kamu."
" Dia adik Alena bu masa Saya jauhin dia."
" Kamu nggak bisa jaga perasaan Lestari apa, kamu ingat Lestari calon istri kamu."
" Bu, lebih baik Ibu bawa pulang kembali Lestari. Saya tidak mau hal yang tak di ingin kan terjadi sama Saya antara Lestari."
" Itu yang kami tunggu."
" Astaghfirullah Ibu, jadi bawa Lestari sengaja biar jebak Saya."
" Cepat nikahi Lestari, kalau kamu masih mau jadi anak Ayah sama Ibu."
" Niken melarang Saya menikah lagi, Saya juga sama Bu hanya ingin fokus sama Niken."
" Kamu menuruti keinginan Niken, dia belum mengerti apa - apa."
" Niken memiliki trauma, dia sudah kehilangan dua mamah nya dan tidak mau sampai ke tiga kalinya kehilangan kembali."
*******
" Tante katanya tinggal disini ya? " Tanya Niken saat sedang berbaring di tempat tidur di temani Lestari.
" Iya mulai sekarang Tante tinggal disini menemani Niken." Jawab Lestari.
__ADS_1
" Asik dong Niken nggak sepi kalau di tinggal Papah."
" Iya sayang, kan Tante calon mamah nya Niken."
" Tante mau menikah sama Papah? "
" Benar sayang, Tante akan menikah sama Papah sebentar lagi."
" Niken nggak mau."
" Kenapa? "
" Niken takut kehilangan Mamah lagi."
Lestari tersenyum kepada Niken dan terus membelai rambut nya.
" Takdir sudah ada yang mengatur sayang, apapun yang terjadi kita tidak bisa menolak nya. "
*******
" Loh kamu sedang apa sayang duduk di belakang rumah? " Tanya Alvino lalu duduk di samping Niken.
" Niken bingung saat Tante Lestari bilang mau menikah sama Papah." Jawab Niken.
" Menikah sama Tante Lestari? " Ucap Alvino.
" Iya katanya Papah akan menikahi Tante Lestari, tapi Niken takut Tante meninggal dunia seperti Mamah Wulan dan Mamah Alena."
" Sayang dengar ya, Papah tidak akan menikahi Tante Lestari. Saat ini Papah belum memikirkan itu. Papah hanya fokus sama Niken. Percaya sama Papah, dalam waktu dekat ini tidak ada acara pernikahan."
" Papah nggak bohong kan? "
" Tidak sayang, Papah nggak bohong."
******
" Abang mau bicara." Ucap Alvino.
" Bicara Apa Bang? "
" Tolong jangan bicara sama Niken masalah pernikahan, kita tidak akan pernah menikah."
" Maaf kan Saya Lestari, maaf dari dulu Saya tidak memiliki rasa sedikit pun sama kamu. Hanya teman yang sekarang menjadi saudara."
" Saya akan dapat kan hati Abang, Saya akan buat Abang jatuh cinta pada saya."
******
" Kenapa Nona senyum - senyum sendiri?" Tanya Nanny saat sarapan bersama.
" Saya masih membayangkan saat kemarin malam." Jawab Alenka sambil memegang bibir nya.
" Memang nya apa yang terjadi?"
" Saya mencium bibir nya."
Uhuk... uhuk... uhuk...
" No - Nona berciuman..!!!
" Benar Saya yang mencium dia, dari sikapnya dia tak menolak bahkan hanya diam menikmati."
" Benar - benar nekad Nona ini."
" Saya ingin memilikinya Nanny, Saya ingin memiliki seutuhnya."
" Saya hanya bisa berdoa semoga cinta Nona terbalas."
" Amin.. semoga Saya bisa jadi istri nya."
*******"
" Jadi Ibu pulang sekarang? " Tanya Lestari.
" Benar Lestari, kamu Ibu tinggal disini. Ingat pesan kami dekati dia terus." Jawab Ibu Husna.
__ADS_1
" Saya akan berusaha mendapatkan hati Bang Alvino bu dan Saya tidak akan biar kan siapa pun mengambil hatinya."
" Ibu dukung, semoga berhasil."
" Saya akan membawa nya segera pulang untuk menikahi Lestari." Ucap Lestari tersenyum pada Ibu Husna.
*******
" Kenapa muka kamu? " Tanya Vidi.
" Stress Saya Bang." Jawab Alvino.
" Kenapa? "
" Ibu kemari bawa Lestari adik dari Almarhumah mamah nya Niken untuk melanjutkan perjodohan. Dan Alenka dia juga mencoba mendekati Saya, tadi malam Bang dia cium Saya."
" Apa.. dia berani cium kamu!!! "
" Lebih berani sesuai profesinya."
" Jadi pilih siapa? " Tanya Vidi.
" Nggak Saya pilih semua." Jawab Alvino.
" Awas loh nanti kamu salah satu nya pasti kamu jatuh cinta."
*****
" Hati - hati Bu." Ucap Alvino saat Mengantar Ibu Husna ke Bandara.
" Ingat pesan Ibu, ingat Lestari siapa nya kamu." Ucap Ibu Husna. "
" Iya Saya ingat Bu."
" Niken, Nenek pulang dulu sayang." Ibu Husna mencium kedua pipi Niken.
" Nenek hati - hati semoga selamat sampai tujuan."
" Iya sayang, Lestari titip Niken sama Alvino. Kalau ada apa - apa jangan sungkan hubungi Ibu."
" Tenang Bu, Lestari bisa atasi semuanya."
****
" Lestari kamu sekarang kan tinggal sama Saya dan ingat kita harus ingat batasan antara Saya sama kamu." Ucap Alvino sembari mengemudi mobil.
" Iya Bang, Saya juga kan tidur sama Niken nggak sama Abang."
" Ya kali saja nama nya juga manusia bisa khilaf. Dan Jangan pernah masuk ke kamar Saya tanpa seijin saya."
" Bang, kenapa kita tidak belajar saling mencintai seperti Abang belajar mencintai Alena." Ucap Lestari.
" Kamu sama dia berbeda."
" Beda nya apa Bang, Saya sama dia sama - sama perempuan. Atau dia lebih cantik?"
" Bukan begitu Lestari tapi ini masalah hati."
Lestari hanya diam dengan membuang muka nya ke arah jendela mobil.
******
" Kemana sih calon suami Saya pergi?"
Alenka berjalan bolak balik di depan teras rumah Dinas Alvino.
Saat sedang akan menghubungi Alvino, sebuah mobil berhenti tepat di depan nya. Terlihat Niken turun dari mobil dan di ikut oleh Lestari lalu Alvino.
" Sayang...!!! " Sapa Alenka memeluk Niken.
" Dari mana?" Tanya Alenka.
" Habis dari Bandara Mengantar Nenek pulang." Jawab Niken.
" Bang kok nggak ngajak Saya sih mengantar calon Ibu mertua." Ucap Alenka.
__ADS_1
" Buat apa ngajak kamu." Ucap Alvino langsung masuk kedalam rumah nya.
" Bang... saya kan calon istri kamu." Ucap Alenka mengejar Alvino masuk.