
" Ibu lagi dimana sekarang? " Tanya Alvino lewat panggilan telepon nya.
" Ibu sedang di Bandara mengantar Lestari kesana, biar dia urus Niken." Jawab Ibu Husna dari seberang.
" Bu, kenapa nggak bilang dulu sih sama Alvino. Lagian buat apa Lestari kemari, dia bukan istri Alvino. Dan terus nggak pantas bu tinggal sama bukan apa - apa nya."
" Alvino, kamu sekarang duda istri kamu sudah meninggal dunia. Kamu bawa Niken, kamu sering Dinas tega Niken sendirian."
" Bu, tolong lah.. jangan bawa Lestari kemari. Ibu sama Lestari pulang, suruh Ayah jemput nanti biaya tiket Saya ganti."
" Nggak bisa, sebentar lagi masuk kedalam pesawat."
Alvino membanting ponsel nya di atas tempat tidur, dan mengacak rambut nya.
" Aaaarrrrggghhh kenapa sih mereka tetap melanjutkan perjodohan ini."
******
" Papah mau kemana? " Tanya Niken.
" Papah Mau ke Bandara jemput Nenek." Jawab Alvino.
" Nenek sama Kakek? "
" Nenek sama Tante Lestari."
" Nenek Fatma? "
" Nenek Husna."
" Niken ikut ya..?? "
" Iya sayang."
****
Alvino dan Niken menunggu di Bandara, dan setelah menunggu hampir satu jam pesawat yang membawa Ibu Husna dan Lestari pun mendarat.
Niken berlari saat melihat Nenek dan Tante nya.
" Nenek, Tante." Sapa Niken sambil memeluk kedua nya secara bergantian.
" Kangen nggak sama Tante? "
" Kangen." Ucap Niken sambil memeluk Lestari.
Alvino mencium punggung tangan Ibu Husna lalu Lestari bersalaman dengan Alvino.
" Ayah kenapa nggak di ajak, Ibu nanti pulang sama siapa? " Ucap Alvino.
" Ibu berani pulang sendiri kok, misal nyasar Ibu sudah besar." Ucap Ibu Husna.
" Bang Niken segar sekarang bahkan terlihat sedikit berisi." Ucap Lestari.
" Iya, sekarang sudah hidup normal dengan dua ginjal dari Alena." Ucap Alvino.
*****
" Tuh lihat Lestari sangat akrab sama Niken bahkan sampai bergelayut manja. Apa kamu nggak mau? " Ucap Ibu Husna.
__ADS_1
" But Niken kayak begitu karena sejak kecil, dan Alvino nggak akan menikah lagi. Alvino akan fokus sama Niken." Ucap Alvino saat duduk berdua bersama ibu Husna.
" Kamu masih muda, punya penghasilan apa kamu mau terus seperti ini, bukalah hati untuk Lestari."
" Saya pikirkan lagi."
******
Alenka berziarah ke makan Alena bersama Nanny, air mata Alenka menetes saat mengusap nisan bertuliskan nama Saudara kembar nya.
" Alena, pertemuan kita terakhir saat saya pergi ke luar negeri, dan hanya melalui panggilan Video saja kita bisa bertatap muka. Kini saya pulang, hanya gundukan tanah dan nisan yang masih baru yang saya temui. "
Alenka mengusap air matanya lalu kembali mengusap nisan tersebut.
" Alena, saya sudah bertemu dengan suami dan anak sambung kamu. Anak itu tumbuh sehat dengan kedua ginjal kamu. Dan satu lagi sebelumnya saya minta maaf. Saya jatuh cinta sama suami kamu, semoga kamu tidak marah kalau Saya mencintai nya."
Alena mencium nisan tersebut lalu mengusap nya dan mencium kembali hingga tetesan air mata pun jatuh kembali.
" Selamat jalan saudara kembar Saya, semoga surga yang kamu dapatkan. Maaf kan Saya bila banyak salah sama kamu. Tunggu Saya di keabadian."
****
" Nanny kamu pulang saja dulu an, Saya ingin ke tempat calon suami saya." Ucap Alenka yang menggunakan pakaian sangat sopan karena pergi berziarah.
" Baik, tapi ingat pulang nya jangan malam - malam." Ucap Nanny.
" Saya akan minta pulang sama calon suami saya."
" Ya terserah yang penting pulang."
******
" Bang ini kopi." Lestari menaruh secangkir kopi di meja teras depan rumah.
" Hmmmm.. Bang, Saya ingin bilang lebih baik kita lanjut kan hubungan ini."
" Lestari sudah Saya bilang Saya tidak bisa mencintai kamu, dan saya ingin fokus sama Niken."
" Kita bisa asuh Niken sama - sama, Niken sudah sangat dekat sama saya."
" Lestari, kamu datang jauh - jauh kemari kenapa menurut saja apa kata orang tua. Kamu bisa menolak dan carilah pria yang bisa mencintai kamu, tidak seperti saya."
" Saya mencintai Abang."
" Maaf kan Saya."
" Bang Alvino." Tiba - tiba Alvino dan Lestari menatap ke arah sumber suara.
Lestari kaget saat melihat wanita di depan nya yang sangat mirip dengan Alena.
" Kenal kan Saya Alenka saudara kembar Alena." Ucap Alenka sambil mengulurkan tangan nya.
Lestari membalas nya sehingga mereka saling bersalaman.
" Lestari, Tante nya Niken adik dari istri pertamanya.' Ucap Lestari.
" Oh.. Salam kenal ya."
" Kamu dari mana tumben sopan pakaian nya." Ucap Alvino.
__ADS_1
" Tadi Saya habis ke makam Alena." Ucap Alenka.
" Lestari." Panggil Ibu Husna dan langsung tertegun melihat seorang wanita yang mirip dengan Alena.
" Bu kenal kan ini Alenka saudara kembar Alena." Ucap Alvino.
" Jadi saudara kembar nya? "
Alenka mencium tangan Ibu Husna , sehingga membuat Ibu Husna yang masih shok melihat saudara kembar Alena.
" Bu Saya Alenka, Saya lama tinggal di luar negeri jadi mungkin Saya memang belum di kenal bagi yang dekat dengan Alena. Dan Abang pasti baru akan kasih tahu." Ucap Alenka.
" Benar, Ibu sampai kaget. Mari masuk kedalam." Ajak Ibu Husna.
" Alvino dan Lestari pun berdiri dari duduk nya dan Alenka langsung memegang lengan Alvino dan hal itu tak luput dari tatapan mata Lestari.
" Bang, Saya kok grogi ya ketemu sama calon mertua." Bisik Alenka.
" Sudah biasa Saja, Ibu Saya baik kok orang nya." Ucap Alvino.
Alenka duduk di samping Alvino dan membuat Ibu Husna dan Lestari menatap ke arah Alenka.
" Maaf duduk nya bisa geser sedikit? " Tanya Ibu Husna.
" Oh maaf Bu, Saya masih belum terbiasa karena biasa di luar negeri." Jawab Alenka.
" Kamu kenapa kemari, bikin kepala Saya tambah pecah saja." Ucap pelan Alvino.
" Saya kangen sama kamu." Ucap Alenka.
" Jangan bikin masalah tahu."
" Apa sih, Saya nggak pernah bikin masalah yang ada Saya bicara apa adanya." Ucap Alenka.
" Terserah Saya capek ngomong sama kamu."
*****
" Bang antar pulang." Rengek Alenka pada Alvino di depan Ibu Husna dan Lestari.
" Kamu kesini sendiri, pulang juga sendiri." Ucap Alvino.
" Abang nggak kasihan sama Saya, nanti di culik loh terus di per******sa lalu di buang hidup - hidup di sungai." Ucap Alenka.
" Saya nggak perduli."
" Bang....!!! "
Lestari hanya diam dan menundukkan kepalanya dan membuat Ibu Husna kesal atas tingkah Alenka.
" Alvino kamu antar dia pulang, dari pada Ibu stress melihatnya." Ucap Ibu Husna.
" Iya Saya antar dia pulang."
Setelah Alvino dan Alenka pamit, Lestari terus memandang mereka berdua hingga hilang tak terlihat.
" Sudah jangan bersedih, pernikahan kalian harus terjadi. Apa pun alasannya harus jadi nikah." Ucap Ibu Husna.
******
__ADS_1
" Alenka kamu bisa nggak ber boncengan tidak seperti ini? " Tegur Alvino.
" kenapa sih Bang, Saya nyaman begini." Ucap Alenka sambil menaruh dagunya di salah satu pundak milik Alvino. Sedang kan Alvino merasakan punggungnya terdapat dua benda kecil menggantung yang memberikan rasa yang berbeda."