
Part ini saya khusus kan spesial untuk cinta pertama saya yang kini sudah tidak ada lagi di dunia. Tak bisa lagi mendengar suara nya tak bisa lagi memeluk tubuhnya. Saya buat khusus karena rasa rindu yang saya rasa kan dari kemarin. Al fatihah buat Papah..!!
" Papah....!!!!! " Teriak Niken.
" Ada apa sayang? " Tanya Alenka.
" Papah....!!! " Teriak Niken kembali.
" Ada apa Niken teriak - teriak, ini masih jam 5 pagi. " Ucap Alvino.
" Hari ini kan hari Ayah, katanya harus ke sekolah Niken akan pentas membacakan puisi spesial untuk Papah." Ucap Niken.
" Kenapa kamu baru bilang sekarang Sih, Papah hari ini harus menemani komandan ke luar sayang." Ucap Alvino.
" Masa nggak bisa sih Papah, ini puisi Niken buat special untuk Papah."
" Baca disini saja ya? " Ucap Alvino.
" Nggak asik." Ucap Niken Langsung masuk kedalam kamar nya.
" Mah, bujuk Niken. Terus kenapa baru sekarang bilang mau ada acara di sekolah kenapa nggak dari kemarin." Ucap Alvino.
" Mungkin Niken lupa Pah." Ucap Alenka.
Alenka berjalan masuk ke kamar Niken, terlihat Niken tengah menangis.
" Hari ini teman - teman Niken bawa Papah nya Mah, mereka akan menunjukkan Papah terhebatnya dengan menggunakan pakaian profesi nya masing - masing."
" Kenapa Niken baru sekarang bilang, Niken tahu Papah sibuk."
" Maaf kan Niken lupa." Ucap Niken sambil menundukkan kepalanya.
" Hari ini di temani Mamah ya, kan nggak mungkin yang datang hanya Papah nya saja pasti dong mamah nya ikut."
" Tapi Mah, Niken ingin Papah dengar puisi yang Niken buat, dan Niken sudah merangkai nya berkali - kali untuk Papah."
*****
" Hari ini saya yang antar." Ucap Alenka pada Nanny.
" Baik Nona, tapi naik apa? " Tanya Nanny.
" Bang Alvino akan antar." Jawab Alenka.
Saat Niken sedang berdiri di teras depan rumah dengan rapih memakai seragam SD nya.
__ADS_1
" Papah antar ya, maaf kan Papah sayang." Ucap Alvino sambil membelai rambut Niken.
Niken hanya diam langsung masuk ke dalam mobil, di dalam mobil Niken hanya diam. Sedang kan kedua orang tuanya saling menatap.
" Sayang ini lomba atau bukan sih? " Tanya Alenka.
" Lomba mamah tema nya mengangkat Ayah ku super Hero." Jawab Niken.
" Mudah - mudahan menang ya sayang."Ucap Alenka.
*****
Panggung pun sudah siap, dimana teman - teman nya datang bersama kedua orang tua lengkap tidak dengan dirinya yang hanya datang bersama mamah sambungnya.
" Niken jangan sedih gitu dong, Papah memang nggak bisa datang."
" Niken juga salah Mah, karena mendadak bilang nya, Niken yang salah."
" Sudah ya jangan sedih, ada mamah di samping Niken dan akan dukung Niken."
Niken tersenyum ke arah Alenka, dan menghapus air matanya yang sudah jatuh.
******
" Kenapa kamu? " Tanya Vidi.
" Namanya juga anak - anak lupa." Ucap Vidi.
" Iya, hanya dia sedih tak bisa baca puisi di depan saya. "
" Kenapa nggak hadir? " Tanya Vidi.
" Hari ini saya harus temani komandan keluar, saya tidak bisa hadir." Jawab Alvino.
" Jam berapa acara sama komandan? " Tanya Vidi.
" Jam 9 Bang." Jawab Alvino.
" Pergi lah biar saya ganti kan kamu, nanti saya akan bilang pasti mengerti kok."
" Yang benar Bang? "
" Iya benar, sudah Sana pergi sebelumnya kita temui komandan terlebih dahulu."
*****
__ADS_1
" Untuk peserta lomba baca puisi special untuk Ayah adalah Niken Mutiara Lembayung siswi kelas satu.Untuk Niken naik ke panggung sayang." Ucap Sang MC.
" Semangat." Ucap Alenka pada Niken.
Dengan berdiri tegap tanpa membawa sebuah teks Niken Niken memegang sebuah mix, pandangan Niken menyapu keseluruh penonton. Saat sedang menyapu pandangan nya Niken tersenyum melihat sosok Papah nya berdiri tegap dengan seragam lorengnya.
Untuk Mu Papah
Sosok wibawa Mu tak akan pernah lepas
Tanggung jawab Mu begitu sangat tinggi.
kasih sayang Mu tak akan pernah hilang oleh waktu.
Papah....
Terima kasih untuk didikan Mu yang tegas, menjadi kan saya anak yang kuat.
Papah...
Terima kasih kemarin banyak waktu untuk saya.
Waktu yang tak akan pernah terulang kembali.
Dan ada nya engkau bisa hadir nya saya ke dunia.
Papah...
Cinta putri Mu tak akan pernah berhenti hingga dunia ini berhenti berputar.
Pelukan hangat dan kasih sayang untuk mu Papah akan tetap ada sampai batas tutup usia.
Tepuk tangan riuh di suasana tersebut menjadi haru saat Alvino naik ke atas panggung memeluk putri kecil nya dengan mata yang berkaca - kaca.
" Terima kasih sayang, puisi yang sangat indah." Ucap Alvino sambil memegang kedua pipi Niken.
Hiks.. hiks.. hiks..
" Niken sayang Papah, terima kasih Papah sudah berjuang banyak kemarin untuk Niken hiks... hiks.. saat Niken sakit. Terima kasih Pah."
" Papah akan lalukan apa pun untuk Niken, walau nyawa taruhannya."
" Niken belum bisa membalasnya."
" Cukup kamu balas kasih sayang papah, cukup kamu balas selalu ada di samping Papah untuk tetap bisa tersenyum."
__ADS_1
Niken memeluk kembali tubuh Alvino, Papah nya pun tak henti menahan haru. Begitu pun dengan Alenka yang melihat nya tak bisa menahan air mata.