Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Tak Membedakan


__ADS_3

" Bang... bagus banget. " Ucap Alenka saat melihat susana makan malam nya yang romantis.


" Bang ini kamu yang atur semuanya? " Tanya Alenka.


" Benar sayang, Sengaja Abang minta pihak restoran untuk konsep romantis dengan suasana lampu kelap kelip dan hiasan bunga di atas air di kolam renang." Ucap Alvino.


" Terima kasih sayang." Alenka mengecup bibir Alvino.


Alvino pun lalu mengambil sebuah buket bunga yang sudah di siapkan.


" Untuk istri Abang yang paling cantik."


" Ah... so sweat banget sih Bang." Ucap Alenka sambil mencium bunga tersebut.


" Maaf ya hanya bisa kasih kayak gini." Alvino memeluk tubuh Alenka.


" Ini sudah lebih wah sayang, makasih."


Alvino mencium bibir Alenka, begitu pun Alenka saling membalas ciuman.


" Kita makan yuk." Alvino menggandeng Alenka menuju meja makan dengan makanan dan minuman yang sudah di siapkan.


" Wah.. enak sekali." Ucap Alenka.


" Ini makanan yang paling populer disini, coba deh di coba pasti enak." Alvino menyuapi Alenka untuk mencoba salah satu menu.


" Hmmm... enak banget Bang."


" Nggak salah pilih kan dan nggak mengecewakan."


Alenka dan Alvino pun menikmati makan malam romantis mereka dengan di iringi musik yang membuat malam semakin romantis.


****


Alenka menyandarkan kepalanya di kursi penumpang bagian depan, mengusap perutnya yang kekenyangan.


" Apa kata Abang, makan nya jangan banyak - banyak di bilang nambah nya di kira - kira."


" Habis enak banget Bang, sumpah enak banget ."


" Ayah suka sekali makan di sana, setiap ada tamu selalu saja di anak nya kesana."


" Ayah itu dari dulu kalau sudah cocok dia akan tetap disitu dan nggak bakalan pindah ke lain."


" Jangan kan Ayah, Abang juga sama Yank."


" Alah sudah mulai gombalnya."


" Kita Mau kemana lagi? "


" Pulang saja Bang, kenyang sama ngantuk. Percuma jalan juga nggak nyaman."


" Ok nyonya bos, supir tampan kamu ini akan mengantar pulang dengan selamat."

__ADS_1


******


" Papah...papah... " Niken dengan tubuh bergetar memanggil Papah nya.


Ibu Husna dan Pak Abas terbangun saat mendengar suara Niken yang terus memanggil Papah nya.


" Ayah Niken." Ibu Husna dengan segera bangun dan di susul dengan Pak Abas untuk ikut ke kamar Niken.


" Papah... Papah.. "


Ibu Husna memegang lengan Niken yang sudah sangat panas.


" Ayah Niken demam."


Pak Abas pun memegang kening Niken yang semakin demam.


" Bu Niken harus di kasih obat demam." Ucap Pak Abas.


" Ayah selama Niken pergi Ibu nggak stok obat penurun panas." Ucap Ibu Husna.


" Kalau begitu kita segera bawa ke rumah sakit."Ucap Pak Abas dengan panik.


*******


Alvino pun terbangun dan duduk bersandar di kepala ranjang, terlihat Alenka tengah tertidur pulas.


" Kenapa perasaan Saya nggak enak begini ya." Ucap Alvino.


Alenka menggeliatkan tubuhnya dan melihat suami nya tengah duduk bersandar.


" Perasaan Saya nggak enak yank, lagi tidur berasa gelisah."


" Tidur lagi Bang, baca doa dulu masih malam. "


Alvino pun membaringkan lagi tubuhnya dengan mencoba memejamkan matanya.


*****


Niken pun berada di IGD, Dokter jaga pun memeriksa kondisi Niken.


" Pak Dokter bagaimana cucu kami?" Tanya Pak Abas saat mendekati Dokter jaga yang menangani Niken.


" Cucu anda terkena DBD, jadi di Saran kan untuk di rawat." Jawab Dokter.


" Baik Pak Dokter, lalukan yang terbaik untuk cucu kami." Ucap Pak Abas.


" Alvino harus segera di kasih kabar, kalau Niken di rawat di rumah sakit karena DBD." Ucap Ibu Husna.


" Besok pagi saja, jam segini masih tidur." Ucap Pak Abas.


******


" Apa Ayah, Niken di rawat kena DBD? " Ucap Alvino kaget.

__ADS_1


" Benar nak kamu sama istri kamu cepat kemari, dari tadi malam Niken panggil kamu terus." Ucap Pak Abas dari seberang.


" Alvino berangkat sekarang." Ucap Alvino yang langsung menutup panggilan telepon nya.


" Yank, kita ke rumah Ayah Ibu. Niken di rawat kena DBD." Ucap Alvino dengan bergegas mengganti pakaian nya.


" Niken di di rawat Bang? " Tanya Alenka.


" Iya Yank, kita berangkat sekarang." Jawab Alvino.


******


Alvino dan Alenka tiba di rumah sakit, dengan langkah cepat mereka berdua menuju ke kamar rawat Niken.


Saat sampai di dalam kamar sudah ada Ibu Fatma dan Lestari, Alvino dan Alenka langsung bersalaman dengan semuanya yang ada di kamar rawat.


" Niken." Sapa Alvino.


" Papah." Ucap Niken pelan.


Alvino mengusap kening Niken, dan Alenka pun tersenyum ke arah Niken sambil mengusap pipi nya.


" Niken terkena DBD, tadi Dokter sudah cek ternyata positif DBD." Ucap Pak Abas.


" Terima kasih sudah langsung bawa ke rumah sakit."


" Alvino, lihat anak sakit sejak malam masuk ke rumah sakit kamu sama istri kamu baru saja datang. Mana tanggung jawab seorang Ayah." Ucap Ibu Fatma.


" Ini bukan salah Alvino, tapi kami Sengaja baru kasih kabar pagi tadi. Karena saat itu masih malam." Ucap Pak Abas.


"Alah.. alasan saja, Saya nggak yakin saat di sana bagaimana kalian memperlakukan Niken. Disini saja kalian gerak lambat." Sindir Ibu Fatma.


" Bu, kami berdua sudah berusaha datang secepatnya, dari Sana kita langsung bergegas saat tadi dapat Kabar Niken masuk rumah sakit. Bukan nya kamj nggak peduli." Ucap Alvino.


" Benar Bu, apa yang di katakan suami Saya itu memang benar kami langsung meluncur kemari dan Ibu tahu perjalanan kami itu satu jam." Ucap Alenka.


" Sudah Bu, jangan cari masalah." Bisik Lestari.


" Bukan nya cari masalah, Ibu takut Niken malah tambah parah disana." Ucap Ibu Fatma.


" Insya Allah Bu jangan khawatir walau Saya Mamah sambungnya Saya akan merawat nya seperti anak Saya sendiri. Ibu jangan takut." Ucap Alenka.


" Saya pegang ucapan kamu." Ucap Ibu Fatma.


" Sudah Fatma lebih baik kamu pulang dari pada berantem di sini. Apa kamu tidak kasihan sama cucu kita yang sedang sakit." Ucap Pak Abas.


" Jadi usir Saya nih!! " Bentak Ibu Fatma.


" Bu sudah, lebih baik kita pulang." Ucap Lestari.


Setelah kepergian Ibu Fatma dan Lestari, Alenka terus berada di samping Alenka dengan berbaring di sisinya.


" Alenka, jangan di ambil hati ya nak ucapan nya, Ayah sama Ibu percaya kalau kamu sayang sama Niken." Ucap Pak Abas.

__ADS_1


" Saya sayang sama Niken, Saya sudah menerima Bang Alvino berarti Saya juga menerima Niken. Pertama bertemu juga Saya sudah terlanjur sayang sama Niken." Ucap Alenka.


" Alenka wanita yang baik, wanita yang sempurna makan nya Alvino memilih nya karena kamu adalah wanita yang sudah membuat hati Saya tak menentu. Karena cinta kamu begitu tulus dan Menerima kondisi yang seperti ini." Ucap Alvino sambil menatap ke arah istri nya dengan wajah yang serius.


__ADS_2