
" Bang maaf kan Saya. " Ucap Alenka yang terus mengejar Alvino keluar kamar. Dan di lihat oleh Nanny dan Niken.
" Apa kamu nggak mikir pake otak, anak Saya perempuan kalau sampai dia tahu pekerjaan mamah nya ini akan berdampak buruk. " Ucap Alvino dan dengan segera Nanny membawa Niken keluar dari rumah nya.
" Kamu tahu, wajah kamu di posting dari sebuah akun mengatakan artis international hot kembali berkibar di tanah keliahirannya. Secara detail dia mengatakan seperti itu. Kamu tahu nama kamu menjadi tranding hari ini. Saya malu punya istri seperti kamu. " Bentak Alvino.
" Apa Bang kamu katakan kamu malu punya istri seperti Saya, kamu bilang akan terima Saya apa ada nya sekarang kamu katakan kamu malu Bang." Ucap Alenka terisak.
" Bagaimana tidak malu lihat fose kamu begitu memperlihatkan aurat kamu, hampir setengahnya te*****ng, kamu keluar dari sini dan dengar telinga kamu apa yang di katakan mereka. Kamu istri nya Saya, di akhirat Saya sebagai suami akan di pertanggung jawab kan. Dan kamu tanpa sepertujuan suami malah kembali ke dunia kamu."
" Ini terakhir Bang dan perempuan itu adalah pengganti saya, dengan berbagai seleksi dia melebihi dari Saya. Dan Saya seperti ini hanya untuk membantu membangkitkan industri yang di besarkan oleh MR X yang sudah membuat Saya seperti ini."
" Apapun alasannya Saya malu apa yang ada di sosmed ini." Ucap Alvino pergi meninggalkan rumah.
Niken dan Nanny melihat Alvino keluar rumah dengan wajah yang penuh emosi. Raihan pun duduk di samping Nanny.
" Apakah Papah akan memarahi Mamah? " Tanya Niken.
" Nggak saying, Papah nya menegur Mamah." Jawab Nanny.
" Bagaimana Bang Alvino tahu? " Tanya Raihan.
" Saya belum katakan apa - apa." Jawab Nanny.
*****
__ADS_1
Hiks.. hiks... hiks...
" Bang maaf kan Saya." Alenka terisak saat melihat Jam menunjukkan sudah waktu isya Alvino belum juga pulang.
Alenka sedikit meremas perutnya yang sangat Teresa kencang.
Hiks... hiks... hiks...
" Abang...!!! " Teriak Alenka.
*****
Alvino menghembuskan asap rokoknya di sebuah warung kopi hingga sudah habis 2 bungkus rokok dan beberapa gelas kopi.
" Sudah malam apa kamu nggak kasihan sama Alenka, pasti dia sedang menunggu kamu." Ucap Vidi.
" Alenka memang Salah, tapi kamu jangan hukum dia seperti ini."
" Apa kamu nggak malu melihat postingan istri sendiri hampir setengah tak pakai apapun dengan kalimat - kalimat orang berpikir nakal. Apa kamu rela melihat dan membaca itu semua." Ucap Alvino kesal.
" Kamu katakan lagi baik - baik, ini berita belum sampai 24 jam lebih, Alenka pasti tahu siapa yang posting pasti tak jauh - jauh dari teman nya."
" Seperti nya dari tadi Abang bela terus Alenka, jelas - jelas disini dia yang salah."
" Bukan nya membela Saya menengahi dan Saya sudah lebih dulu kenal sama Alenka dan asal kamu tahu Alenka bertindak dia pakai perhitungan."
__ADS_1
" Iya perhitungan, tapi perhitungan yang salah." Ucap Alvino.
*****
Alenka berdiri di teras rumah, angin malam saat ini sedang begitu kencang sedangkan Alenka terus menunggu suami nya yang tak kunjung pulang.
Niken pun berjalan mendekati Alenka, dengan menarik Dasternya.
" Mamah sudah malam tidur." Ucap Niken.
" Sayang kok belum tidur? " Tanya Alenka.
" Niken nggak akan bisa tidur kalau mamah masih di luar." Jawab Niken.
" Ya sudah mamah temani Niken tidur ya." Ucap Alenka.
" Tapi tidur di kamar mamah Papah."
" Iya boleh."
Alenka menidurkan Niken yang dengan perlahan sudah memejamkan matanya.Terlihat jam sudah menunjukkan pukul satu dini hati Alvino belum juga pulang.
" Kamu tidur dimana Bang malam ini." Ucap pelan Alenka.
Saat semua sudah tertidur pulas Alvino pun pulang, dan memasuki kamarnya terlihat Niken yang tertidur pulas sambil memeluk tubuh Alenka.
__ADS_1
Alvino terus menatap wajah Alenka dan terlihat masih ada sedikit air Mata di ujung kelopak matanya.
" Apakah kamu menangisi Saya atau menangisi rasa penyesalan kamu, Saya rasa kamu menangisi Saya bukan menangisi rasa penyesalan."