Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Sesuatu


__ADS_3

Saat sedang menonton televisi ponsel Alenka terus berbunyi, hingga fokus teralihkan pada bunyi ponsel.


Alenka menolak panggilan tersebut, lantas kembali menonton televisi. Dering ponselnya pun kembali, hingga Alvino dan Niken kembali menoleh ke arah Alenka.


" Mamah nggak asik berisik suara telepon Mamah." Ucap Niken.


Alenka mematikan total ponselnya, dan kembali fokus ke layar televisi. Namun bunyi ponselnya pun beralih pada Nanny, hingga Nanny menjawabnya.


" Nona." Panggil Nanny datang.


" Saya lagi nonton tv sama suami dan anak Saya. Kalau mau gabung duduk sini." Ucap Alenka yang langsung mendapatkan tatapan mata dari Alvino.


" Nanti saja." Ucap Nanny langsung berjalan menuju dapur.


****


Nanny berjalan lewat pintu samping dan mencari sosok kekasihnya yang biasa lewat berjalan.


Keberuntungan bagi Nanny melihat Raihan menaiki sepeda dan lantas Nanny mengahmpirinya.


" Bang mau kemana? " Tanya Nanny.


" Mau ke depan kenapa? " Jawab Raihan kembali bertanya.


" Penting ya? "


" Ya nggak penting amat sih memang kenapa? "


" Nanny ingin bicara sama Abang."


" Kita bicara di sana saja ya, sini duduk di depan." Ucap Raihan.


******

__ADS_1


" Yank ponsel kamu kenapa mati total, lowbat? " Tanya Alvino langsung mengambil charger ponsel dan lantas langsung Alenka mengambil nya dari tangan Alvino.


" Nggak Bang, biarin saja seperti ini." Jawab Alenka.


" Abang mau tanya sama kamu, setelah panggilan yang kamu tidak jawab dan kamu mati kan total ponselnya lantas beralih ke Nanny siapa yang hubungi kamu? " Tanya Alvino tegas.


" Bukan siapa - siapa Bang nggak penting." Jawab Alenka meninggalkan Alvino.


" Kamu jangan bohong Alenka." Ucap tegas Alvino.


" Apa sih Bang curiga amat lagian ini bukan siapa - siapa bukan selingkuhan atau apa. Abang sudah nggak percaya sama istri sendiri?"


" Bukan maksud Abang begitu Yank, Abang hanya tanya."


" Tapi pertanyaan Abang itu seperti sebuah kecurigaan."


Alenka lantas masuk kedalam kamar nya dengan membanting pintu kamar.


" Wanita kalau di tanya baik - baik marah giliran suami nya marah - marah nggak terima." Gerutu Alvino.


******


" Dia minta Nona kembali, dan perusahaan di Sana semakin menurun omset nya bahkan penanam saham tertinggi pun mencabut semuanya hingga para klain mundur tidak mau bekerja sama. Mereka tidak mau menggunakan artis lain, karena bila Nona yang berperan sangat berpengaruh di pasaran."


" Sebegitu terkenalnya kah? " Ucap Raihan.


" Nona sangat di kagumi tak aneh banyak yang iri dan bersaing dengan nya. Tapi Nona tak pernah sombong." Ucap Nanny.


" Saran Abang kamu jangan mendorong nya, kamu bicara pelan - pelan saja dan suami mana yang tidak akan marah melihat istri nya kembali seperti dulu."


" Saya akan bicara pelan - pelan Bang."


******

__ADS_1


" Mamah.... mamah....!!! " Panggil Niken.


" Mamah...!!! " Panggil Niken kembali.


" Sayang, ada apa? " Tanya Nanny.


" Mamah mana Tante? " Tanya Niken kembali.


" Loh memangnya Mamah kemana? " Ucap Nanny.


" Nggak tahu, Niken baru saja pulang main. Niken lapar." Ucap Niken.


" Ya udah sama Tante saja yuk." Ucap Niken.


" Nona jangan macam - macam." Ucap Nanny dalam hati nya.


Saat Niken sedang makan, Alvino pun pulang dengan segera menghampiri Niken dan mencium pucuk kepalanya.


" Mamah mana sayang? " Tanya Alvino sambil mengedarkan pandangan nya.


" Nggak tahu." Jawab Niken sambil melanjutkan makanan nya.


" Loh kok nggak tahu sih, Nanny istri Saya kemana? "


" Emmmmmm.... Saya tidak tahu Bang." Ucap Nanny.


Dengan segera Alvino mengambil ponselnya namun terdengar suara bunyi ponsel Alenka dari arah kamar nya.


" Ponselnya nggak di bawa!!!! "


" Bang... sebenarnya Saya ingin katakan sesuatu."


" Katakan ada apa? "

__ADS_1


" Sebenarnya Nona... "


__ADS_2