Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
SAH..!!!!


__ADS_3

Persiapan pernikahan seratus persen pun telah siap , semuanya pun telah di lalui berbagai langkah. Hingga akhirnya tiba dimana hari yang di tunggu - tunggu.


Vidi pun telah sampai bersama Raihan, dimana Raihan akan datang bersama rombongan penganting pria, sedangkan Vidi berada bersama Alenka untuk perwakilan dari keluarga Alenka saat menerima rombongan pengantin pria datang.


" Nanny Saya jadi gemetar begini ya, lihat dan pegang tangan Saya keringat dingin begini." Ucap Alenka.


" Nona minum dulu biar nggak tegang." Ucap Nanny.


Alena pun lantas minum air putih dari Nanny yang di berikan nya.


" Sudah siap kan? " Tanya Vidi yang datang masuk ke kamar Alenka.


" Sudah Bang." Jawab Alenka.


" Kata Raihan Rombongan pengantin sudah keluar dari hotel mereka kini sedang menuju kemari." Ucap Vidi.


" Ok Bang kita keluar sekarang? " Ucap Nanny.


" Jangan dulu nanti kalau sudah datang." Ucap Vidi.


******


Saat ini Alvino sudah dalam perjalanan menuju ke rumah Alenka, dimana dua mobil yang membawa rombongan pengantin.


" Papah kok mukanya kayak gitu? " Ucap Niken yang kini mengenakan gaun warna putih dengan rambut terurai dengan hiasan bunga di kepalanya.


" Papah nggak apa - apa." Ucap Alvino sambil tersenyum memeluk tubuh Niken.


Raihan tersenyum yang duduk di samping supir, dengan melirik dari kaca spion.


" Kamu kenapa? " Tanya Alvino.


" Nggak apa - apa Bang, kayak baru pertama menikah saja." Jawab Raihan.


" Grogi tahu." Ucap Alvino yang akhirnya mengakuinya.


Rombongan pengantin pria pun sampai dimana Vidi sudah berdiri menyambut keluarga Alvino, dimana Vidi mengenakan batik dengan gagah berdiri di temani beberapa tetangga.


Alvino pun masuk setelah acara penerimaan pengantin pria, kini sudah duduk di depan meja yang siap untuk melakukan ijab kabul.


Dimana Pak penghulu yang sudah hadir dan duduk di depan Alvino. Alenka pun datang bersama Nanny, dimana Alenka dengan cantik mengenakan kebaya putih.


Alenka pun duduk di samping Alvino, sekilas Alvino melirik Alenka yang sebentar lagi sah menjadi istri nya.

__ADS_1


Pak Hadi pun terlihat bersama Niko yang mengenakan pakaian batik, secara virtual Pak Hadi hadir menyaksikan pernikahan putri nya. Terlihat jelas Pak Hadi tak kuasa membendung air matanya dimana di hari bahagia dirinya dan putra pertama nya berada di Lapas.


" Sudah siap Mas Alvino? " Tanya penghulu.


" Sudah siap Pak." Jawab Alvino.


Dengan menarik nafas Alvino pun mengucapkannya dengan lantang.


" Saya terima nikah dan kawinnya Alenka Atalia Hadi Binti Hadi Permana dengan mas kawin mas seberat 20 gram dan uang tunai senilai Dua puluh juta rupiah di bayar tunai."


" SAH. "


" Alhamdulilah."


Setelah membaca doa, Alenka mencium punggung tangan suami nya, begitu pun Alvino mencium kening Alenka dimana setiap momen sakral tak terlewat di abadikan.


Alenka dan Alvino menerima banyak ucapan selamat dari para tetangga, dan dimana Niken yang selalu menempel pada Alenka yang kini telah resmi menjadi Mamah sambungnya.


" Yank, kalau capek masuk saja ke kamar nanti Abang menyusul." Ucap Alvino.


" Nanti lah Bang, nggak enak masih ada Keluarga Abang masa di tinggal." Ucap Alenka.


" Kamu nggak capek? " Tanya Alvino.


" Nggak lah Bang." Jawab Alenka.


" Iya Bu, bilang saja sama Niken, Alvino akan jemput 3 hari ke depan."


" Loh Niken nggak tinggal disini? " Tanya Alenka.


" Kita pengantin baru sayang, kita kan harus menikmati jadi pengantin baru. Masa nanti di gangguin terus sama Niken." Jawab Alvino dengan berbisik.


*******


Setelah semua tamu undangan pergi, begitu pun keluarga Alvino kembali ke hotel. Dan Nanny lebih memilih untuk pulang ke rumah nya di luar kota demi privacy majikannya.


Alvino yang baru keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan handuk sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk. Melihat Alenka yang telah lebih dahulu mandi kini hanya mengenakan lingerie transparan hingga terlihat semuanya.


Alvino mendekap tubuh Alenka dari belakang saat Alenka mem punggunginya , satu kecupan mendarat di pundak Alenka dengan tangan nakal Alvino yang sudah menurunkan kedua tali ke samping.


" Bang... " Ucap Alenka dengan menggigit bibir bawah nya menikmati setiap sentuhan yang di berikan Alvino.


Alvino tetap diam dan hanya fokus pada kegiatannya hingga tak terasa kini terpampang polos di depan Alvino hingga membuat bagian bawah Alvino semakin mengeras.

__ADS_1


Dengen memutar tubuh Alenka kini berhadapan dengan nya Alvino mencium bibir Alenka begitu pun Alenka membalas ciuman Alvino. Saat ciuman yang sudah tak terkendali Alenka menarik handuk yang melilit di tubuh Alvino.


Tangan Alenka tak tinggal diam, dia memegang bagian tengah yang sudah mengeras, lantas berjongkok memainkannya yang kini menjadi miliknya.


Alvino memejamkan matanya menikmati permainan Alenka, dan saat sudah mencapai batas Alvino mengangkat tubuh Alenka yang dia rebahkan diatas tempat tidur.


Tangan Alvino tak tinggal diam, begitu pun Alenka yang menikmati nya hingga mengeluarkan suara indah yang membuat Alvino semakin memuncak.


Saat tepat pada titik dimana akan menjadi penyatuan Alvino merasakan sangat susah, hingga membuat Alenka memejamkan matanya dan meremas sprei dengan kedua tangan nya. Alvino coba lagi masih terasa susah.


" Yank, kamu masih..? "


" Iya Bang Saya masih segel." Ucap Alenka .


Senyum Alvino mengembang ternyata selama ini Alenka masih tetap menjaganya.


" Sudah siap kan? "


" Siap Bang, tapi pelan - Pelan."


" Abang akan main kan pelan, mungkin pertama akan sakit tapi lama - lama akan memiliki Rasa yang berbeda. "


Alvino mengarahkan senjatanya, hingga dengan usaha kerja kerasnya akhirnya tembus dan dengan pelan memainkan nya lama - lama semakin kencang. Saat sudah sama - sama menguasai mereka saling berganti memimpin permainan.


Alenka akhirnya menikmati nya, suara - suara indah menghiasi kamar pengantin mereka yang di hias. Hingga sama - sama memuncak mereka pun melepaskan secara bersamaan.


" Terima kasih sayang." Ucap Alvino sambil mencium kening Alenka.


" Sama - sama sayang." Ucap Alenka lantas mengecup bibir Alvino.


Alvino pun beralih dari atas tubuh Alenka, hingga kini mereka saling mendekap. Namun Alenka merasakan kembali bagian inti milik Alvino mengeras.


" Yank. " Ucap Alenka.


" Kenapa sayang? " Ucap Alvino dengan suara yang sudah berat.


" On lagi? " Ucap Alenka.


" Bagaimana nggak on sayang, kamu membuat Abang Melayang dan bakalan ketagihan terus."


" Abang nggak capek, tadi saja lebih dari satu jam."


" Abang nggak akan capek, pokoknya dalam 3 hari kamu akan tetap di atas tempat tidur."

__ADS_1


" Abang.....!!!! "


Alenka berteriak saat Alvino memulai melancarkan aksinya kembali, hingga teriakan Alenka berubah menjadi de******an yang membuat Alvino semakin ber******rah.


__ADS_2