Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Cinta Sampai Akhir


__ADS_3

" Papah...!!! " Teriak Niken berlari ke arah Alvino.


" Niken...!!! Ucap Alvino sambil memeluk tubuh Niken.


" Papah. "


" Niken, kamu nggak apa - apa sayang? " Tanya Alvino sambil memeriksa keadaan Niken dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Prok... prok... prok...


Seseorang berpakaian stelan jas warna hitam datang sambil bertepuk tangan.


Hahahhahahha


" Ternyata, oh.. ternyata...!!! "


Mata Alvino membulat kaget saat melihat siapa pria yang berdiri di depan nya.


" Rupanya di balik semua ini Mantan Tentara yang memilik Pangkat tinggi yang di berhenti kan secara tak hormat karena suatu kesalahan ternyata masih berlanjut. Saya nggak menyangka berhenti jadi Tentara bisnis kamu sangat liar biasa.' Ucap Alvino.


" Kenapa saya dulu tidak menarik kamu saja ya, kita kan Tim, ada Niko, Vidi, kamu dan Raihan tapi sayang Vidi, kamu dan Raihan berpencar. Hanya Niko yang mau berbisnis menguntungkan bahkan banyak para petinggi negeri kita ini yang bekerja sama. Tapi sayang setelah menikmati hasilnya dua orang itu berkhianat."


" Tuan Fadil yang terhormat, seperti nya sebentar lagi kamu akan menikmati dingin nya di balik jeruji, dan seperti nya akan terungkap."


" Ambil Chip nya." Ucap Fadil.


Seorang anak buah Fadil mengambil Chip yang ada di tangan Alvino, namun Alvino menahan di genggaman tangan nya.


" Dimana Jendral Hadi dan Bang Niko, saya ingin melihatnya." Ucap Alvino sedang kan Niken berada di balik Alvino sambil memeluk tangan Alvino.


" Bawa mereka kemari? " Ucap Fadil.


Setelah menunggu terlihat Pak Hadi dan Niko berjalan mendekat, Alvino melihat tubuh Pak Hadi dan Niko yang babak belur.


" Alvino." Ucap Pak Hadi.


" Lihat lah Ajudan kamu memberikan Chip ini pada saya, ternyata Chip selama ini berada sama kamu Alvino." Ucap Fadil.


" Kalau begitu lepaskan meraka biarkan kami pergi, dan apa yang kamu ingin kan sudah di dapatkan." Ucap Alvino.


Hahaha hahaha


" Apa saya akan semudah ini melepaskan kamu hah.. tidak."


******


Buuuggghh


Sreeeettt


Tim pun tiba, satu persatu anak buah Fadil yang berjaga tumbang.Alena dengan senjata di tangan nya siap menembak target.


" Waspada pada arah jam 2 terdapat target 2 orang." Ucap Vidi pada Alena.


Alena pun menganggukkan kepalanya dan saat akan melintas dengan dua kali tembak kan anak buah Fadil tumbang.


Alena pun berlari dengan di ikut oleh Vidi dan beberapa Anggota lainnya.


******


" Licik kamu Fadil." Ucap Alvino.


" Apa menurut kamu saya akan bebaskan kamu begitu saja, saya tidak bodoh karena saya tahu kalian akan melaporkan kami." Ucap Fadil.


" Pintar otak kamu." Ucap Alvino


" Tapi sayang karena terlalu pintar Negara tidak membutuhkan orang seperti kamu yang salah mengambil keputusan atas tewasnya beberapa warga sipil yang sengaja kamu umpan kan ke sarang musuh demi melindungi kamu dari serangan panik."


Hahahhahahha


" Kamu ingat ternyata." Ucap Fadil.


" Kalau kamu ingin selamat demi anak kamu juga, bergabunglah bersama kami." Ucap Fadil kembali.


Salah satu anak buah Fadil mendekati dan berbisik seketika kedua tangan Fadil mengepal.


" Alvino.....!!!! " Ucap Fadil.

__ADS_1


" Show time." Ucap Alvino dengan cekatan menggendong Niken dengan menembak kan ke segala arah.


Dor


Dor


Dor


baku tembak pun terjadi,Pak Hadi dan Niko pun berkelahi mengatasi musuh yang berada di dekatnya.


Buuggghhh


Buuuggghh


Dor


Dor


" Ternyata kamu menipu saya Alvino..!! "


Tim pun masuk saat mendengar baku tembak terjadi, Tim yang di pimpin Vidi pun menembaki semua anak buah Fadil.


Dor


Dor


" Ayah.. Abang...!! " Panggil Alena.


" Nak. " Ucap Pak Hadi memeluk tubuh Alena dan berganti memeluk tubuh Niko.


" Ini senjata, kita harus pergi dari sini."


Dor


Dor


Alvino mengarahkan senjatanya, dan melihat bantuan pun datang satu persatu musuh tumbang.


" Menyerah kamu Fadil." Teriak Vidi.


Fadil terus menembak kan ke arah musuh nya, Saat baku tembak terjadi Alvino melihat Alena menembaki musuh.


Alvino pun berlari dengan masih menggendong Niken menembaki untuk melindungi Alena.


" Mamah." Ucap Niken saat tahu Alena di depan matanya.


" Sayang." Ucap Alena.


" Kenapa ikut kemari, ini sangat bahaya." Ucap Alvino.


" Abang sama Niken jadi terlibat itu karena saya, dan saya ingin membantu Abang." Ucap Alena.


" Baiklah, bawa Niken keluar dari sini."


" Iya Bang."


Dor


Dor


" Abang..!! "


" Papah...!! "


Teriak Alena dan Niken saat melihat lengan Alvino di tembak.


" Cepat pergi."


Alena dan Niken pun berlari


Alvino melindungi meraka dengan senjatanya.


Dor


Dor


Alena pun menembaki musuh yang mengarahkan timah panas pada meraka berdua.

__ADS_1


Fadil pun mengambil senjata kembali saat pelurunya habis.


Dor


Dor


Bruuuughhh


" Mamah.... "


Alvino dan Vidi menoleh saat mendengar teriakan Niken. Terlihat Alena tersungkur dengan darah yang mengalir.


" Alena....!!! " Teriak Alvino.


Dor


Dor


Dor


Alvino dan Vidi menembaki Fadil, hingga Fadil pun terkena tembakan tepat di jantungnya.


Satu persatu anak buah Fadil tertangkap, Raihan datang dengan membawa Tim keamanan untuk menangkap anak buah Fadil. Sedang kan Fadil tertembak mati di tempat.


Hiks... hiks... hiks..


" Mamah.. "


Alvino berlari ke arah Alena lalu memeluk tubuh nya.


" Nggak... kamu kuat sayang. " Ucap Alvino sambil memeluk tubuh Alena yang banyak mengeluarkan darah.


Uhuk.. uhuk..


Alena memuntahkan darah dari mulutnya dengan tersenyum memegang pipi Alvino, dan mengusap air mata Niken.


" B - bang, sa - saya mencintai kamu." Ucap Alena terbata.


Hiks... hiks... hiks...


" Abang juga Alena, abang mencintai kamu."


Alena tersenyum ke arah Alvino, lalu menatap ke arah Niken.


" Sa - sayang ma - maaf kan ma - mamah, tidak bisa memenuhi jan - janji sama kamu. Mamah tidak bisa menemani Papah sayang."


Hiks... hiks... hiks...


" Mamah..!! " Ucap Niken sambil menangis.


" Bang, seperti yang pernah saya bilang uhuk.. uhuk.. ambil ginjal saya, ginjal ini berikan pada Niken. Saya akan tetap ada pada Niken, bila Abang rindu saya, peluklah Niken."


Hiks.. hiks...


" Nggak.. nggak.. kamu kuat, Tim medis segera kemari." Ucap Alvino.


" Alena sudah nggak kuat, Alena sangat berterima kasih sampai sisa hidup ini bisa menjadi istri Bang Alvino."


" Kita baru mulai Alena, kita baru beberapa jam menjalankan nya."


Alena tersenyum pada Alvino dengan wajah yang sudah memucat.


" Alena cinta sama Abang, Alena sayang sama Abang. Alena ingin Abang ucapkan sekali saja untuk Alena."


Hiks.. hiks... hiks...


Alvino masih menangis dengan memejamkan matanya lalu menatap ke arah Alena.


" Abang mencintai kamu sayang, Abang sangat mencintai kamu. I love you."


Alena tersenyum lalu mengusap kembali wajah Alvino dan mengusap bibir Alvino yang bergetar.


" I love you too." Ucap Alena.


Alvino pun mencium bibir Alena dan Alena pun membalas ciuman tersebut , dan balasan ciuman nya lama - lama hilang.


Niken menangis di dalam pelukan Vidi, begitu pun Pak Hadi dan Niko menyaksikan detik - detik terakhir kepergian Alena.

__ADS_1


Hiks... hiks... hiks...


" Alena.....!!! " Tangis Alvino pecah saat Alena telah tiada untuk selama - lamanya.


__ADS_2