Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Membujuk


__ADS_3

" Kenapa Nona muka nya cemberut begitu? " Tanya Nanny saat berada di dalam taksi.


" Bagaimana tidak kesal menyudutkan kalau bicara, mentang - mentang saya ini wanita seperti ini dia bilang nggak bisa kasih nafkah besar seperti gaji saya di sana. Coba Nanny, memangnya saya tidak akan menerima gaji dia saya memilih stay disni itu untuk menerima apa adanya bukan nya nggak menerima kesal saya." Jawab Alenka.


" Mungkin takut kaget."


" Cih kaget apa saya pernah merasakan hidup sederhana." Ucap Alenka kesal.


*****


Alvino mencoba mengechat Alenka namun tak kunjung di balas bahkan telepon pun tak di angkat.


" Kemana kamu sayang, apa kamu masih marah karena ucapan saya?"


Alvino terus mencoba menghubungi namun tak kunjung di balas.


" Kemana kamu."


" Kenapa? " Tanya Vidi.


" Ini Alenka marah." Jawab Alvino.


" Marah kenapa, bukan nya tadi malam kalian habiskan malam bersama." Ucap Vidi.


" Tadi dia balas chat saya tanya chat sama siapa dia jawab mereka minta saya kembali dengan iming - iming gaji besar, terus saya bilang kamu kalau saya nggak balas cinta kamu pasti memilih kembali. Terus dia jawab nggak memang sudah niat terus saya bilang kamu Mau keliling dunia itu uang bakal habis terus nggak mungkin nggak kerja pasti kamu kembali kerja seperti itu lagi, dia marah. " Ucap Alvino.


" Kamu nya lagi Alvino pantas marah kamu nya bilang begitu."


" Saya sudah minta maaf Bang dia tetap marah."


" Ya sudah kamu rayu dia jangan sampai dia kabur."


" Iya Bang saya akan minta maaf sama dia."


" Alenka sebenarnya kalau marah nggak bakalan lama sama seperti Alenka."


" Nanti saya coba merayu Bang."


" Good luck."


******


Sayang kamu apakah tidak kangen dengan Abang?


Baru beberapa jam kamu diam kan Abang rasanya sakit hati ini, dunia terasa runtuh dan gelap.


Sayang, maaf kan kalau salah ucapan, namanya juga manusia kadang ada khilafnya.


Apa kamu tidak ingat kemarin malam kita sama - sama menikmati indahnya malam yang romantis, apa tidak ingin di ulang lagi momen Romantis kita?


Sudah ya sayang jangan diam kan calon imam kamu, rasanya sakit hati ini.


Alvino mengirimkan pesan yang sangat banyak ke Alenka namun hanya di baca nya saja tak di jawab.


" Mau kamu apa sih Yank, hanya di baca doang."


******


Alenka membuang ponselnya namun ada sedikit bahagia kalau kekasihnya ini tak diam.


" Makan nya kalau bicara jangan asal ceplak Bang jadi kesal saya diam kan Abang jadinya kan kepikiran."

__ADS_1


Alenka memutuskan untuk mematikan ponselnya dan memutuskan berbaring.


" Nona." Panggil Nanny.


" Kenapa Nanny? " Tanya Alenka.


" Nona saya ingin ber kunjung ke kampung halaman saya, tiba - tiba saya rindu." Jawab Nanny.


" Di sana masih ada siapa? "


" Ada tetangga yang merawat rumah saya."


" Ya sudah hati - hati."


" Mungkin saya satu minggu disana."


Alenka pun membuka dompetnya dan memberikan sebuah ATM pada Nanny.


" Pakailah untuk bekal kamu main kesana. Nggak mungkin kan kesana nggak bawa oleh - oleh."


" Tapi ini ATM milik Nona."


" Itu ATM hasil kerja saya, pakailah seperlunya.'


" Terima kasih Nona, nanti saya pulang akan saya kembalikan."


" Tidak usah di kembalikan, itung - itung uang hasil kerja keras kamu."


" Pesangon? "


" Yah semacam itu."


" Terima kasih Nona terima kasih semoga Allah mengganti kan semuanya."


*******


Alenka membolak balik kan tubuhnya, dan mengganti berbagai Chanel yang tidak tahu akan yang di tonton.


" Ah... bete banget nggak ada teman mengobrol." Ucap Alenka.


Alenka mengambil ponselnya dan tak ada chat masuk bahkan telepon masuk.


" Ah... ponselnya juga sepi bete.... bete.... "


Alenka menutup wajahnya dengan bantal dengan menjerit di bawah bantal tersebut.


Tok... Tok...


Alenka mengangkat bantal yang menutupi wajahnya, dan lalu bangun dari atas tempat tidur.


Tok... Tok... Tok...


" Siapa sih malam - malam begini bertamu?" Alenka keluar dari Kamar nya yang hanya memakai pakaian tidur terusan di atas lutut.


Tok... Tok... tok...


" Iya sebentar."


Alenka membuka pintu dan Alenka terkejut saat terlihat yang datang adalah Alvino dengan membawa sebuah buket bunga.


" Malam sayang." Sapa Alvino.

__ADS_1


Alvino memberika buket tersebut pada Alenka dan Alenka menerima nya langsung di cium bunga mawar segar tersebut.


" Bawa buket bunga, bawa itu buket uang Bang." Ucap Alenka dengan wajahnya yang masih terlihat kesal pada Alvino.


" Ya sudah kalau nggak mau Abang bawa pulang lagi." Ucap Alvino.


" Ih... enak saja jangan dong."


" Kalau begitu Abang boleh masuk tidak, masa tamu di luar saja."


Alenka pun menggeser tubuhnya memberikan jalan untuk Alvino masuk, lalu Alenka menutup pintu rumah nya.


" Kok sepi Nanny mana? " Tanya Alvino.


" Nanny pulang kampung katanya satu minggu." Jawab Alenka.


" Abang Mau minum apa? " Tanya Alenka sambil berjalan menuju dapur.


" Apa saja." Jawab Alvino.


Alvino melihat pakaian yang di kenakan Alenka begitu seksi walau sebuah pakaian tidur.


" Kamu nakal ya buka pintu rumah sembarangan pakai pakaian tidur seksi gini, untung Abang yang datang kalau orang lain bagaimana?" Ucap Alvino sambil memeluk tubuh Alenka dari belakang yang sedang membuat es sirup.


" Kan di rumah Bang." Ucap Alenka santai.


' Walau di rumah buka pintu itu jangan begini, kalau orang jahat yang masuk bagaimana." Alvino menciumi tengkuk leher Alenka hingga Alenka menggigit bibir bawah nya.


" Bang."


" Diam sayang, tubuh kamu harum Abang suka wanginya." Ucap Alvino dengan tangan yang sudah memainkan kedua bagian dada Alenka.


" Bang.. jangan ih kan sudah janji sebelum say kita nggak buat macam - macam."


Tangan Alvino pun melepaskan dari mainannya, lalu berjalan meninggal kan dapur di ikuti oleh Alenka dari belakang.


" Maaf kan Abang ya, kalau tadi punya salah."


" Alenka maaf kan Bang, tapi Alenka mohon jangan ulangi kata - kata seperti itu karena Alenka bukan perempuan seperti itu Bang."


Alvino menarik tubuh Alenka pada dekapan nya, mencium pucuk kepalanya begitu pun Alenka sangat begitu nyaman dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alvino dengan wangi tubuhnya dengan aroma maskulin.


" Jangan marah lagi ya, kalau marah Abang sangat tersiksa sayang."


" Abang juga harus janji jangan bicara seperti itu lagi saya nggak suka." Ucap Alenka.


" Iya sayang."


" Saya serius sama Abang, Bang Alvino serius juga kan sama Alenka? "


" Abang serius sama kamu sayang." Ucap Alvino dengan mengankat dagu Alenka hingga berhadapan sangat jelas.


" Saya serius Bang."


Cup


Cup


Alvino mencium bibir Alenka, sedang kan Alenka masih tetap diam dan menatao Alvino.


" I love you." Bisik Alvino.

__ADS_1


" I love you too."


Alenka dan Alvino saling berciuman saat berada di sofa, saling ******* dan saling memainkan.


__ADS_2